
Dingin merambat ke tubuhnya ditambah kipas angin yang menyala menghadap ke tubuhnya membuat William bangun dari tidurnya, lantas dirinya mematikan kipas angin tersebut. Setelah itu dia mencari ponselnya, William mengecek jam yang ada di ponselnya. Jam enam sore yang terpampang di layar ponselnya, dia tidur terlalu lama tanpa tahu waktu sudah berlalu lama.
“…Aku juga lupa mau berbuat apa… Lebih baik aku mandi terlebih dahulu.. Habis itu aku akan mengecek pekerjaanku karena besok aku sudah bekerja lagi..”
Willima pergi berjalan ke kamarnya untuk mengambil pakaian bersihnya, dia menutup jendelanya terlebih dahulu. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi, saat mandi William meikirkan apa yang ingin dia lakukan karena dirinya lupa. Tanpa ada yang bisa dia dapatkan saat mandi, setelah selesai mandi dirinya langsung pergi ke lemari pendinginnya dan membukanya.
“Kenapa aku membuka lemari pendingin.. Huh.. Aku akan membuat makan malam terlebih dahulu dan mempersiapkan sarapan untuk besok..”
William menyiapkan bahan bahannya dan mulai memasaknya, setelah selesai dia langusung membawa makanannya dan meletakannya di atas meja makan. Sebelum itu dirinya ingin membuat segela coffe panas terlebih dahulu karena udaranya mulai dingin sehabis mandi, setelah jadi dia juga meletakan segelas coffe tersebut di atas meja makan. William duduk di kursinya dan langsung memakan makanannya dan setelah itu dirinya menikmati segelas coffe panasnya.
“Oh iya.. Sekalian aku akan mengecek pekerjaanku.. Tapi kurasa tidak akan selesai hari ini..”
William pergi berjalan ke arah sofa untuk mengambil ponselnya, setelah itu dia langsung mengecek emailnya. Tidak ada pesan pekerjaan satu sama sekalipun dan hanya pesan balasan untuk pekerjaannya yang lalu, William menghela nafasnya karena dia rasa tidak bisa mengerjakan tugasnya tepat waktu.
“Kurasa paman Willy sudah menampung pekerjaanku..”
“Lalu aku… Aku juga bosan.. Kalau begitu aku akan mengecek pesan yang masuk.. Hm.. Ada banyak ya… Lebih baik aku baca dan membalasnya sambil duduk di sofa apalagi sambil menikmati segelas coffe panas.. Tapi tunggu.. Aku mau mengambil selimut terlebih dahulu..”
William pergi ke kamarnya untuk megambil selimutnya, setelah itu dia memakai selimutnya sambil duduk di sofa dan membuka ponselnya. Dirinya melihat ponselnya sambil sesekali meminum coffenya, dia membaca semua pesannya dan membalasnya satu persatu. William tipe orang yang membaca semua pesan yang masuk ke ponselnya terlebih dahulu sebelum dia membalas pesannya, walaupun pengirim pesan akan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pesan balasan darinya.
“Jadi siapa yang duluan.. Kurasa dari kak Lia terlebih dahulu..”
“Baik kak.. Akan kulukukan besok.. Soal Nia besok akan kupikirkan kembali dan selamat bersenang senang dengan Nia, aku rasa dia akan sangat senang bisa bermain bersama kakaknya..”
“Sekarang dari siapa?.. Kurasa dari Melody.. Hm.. dia ingin bertanya tentang kampus ya.. Aku juga tidak begitu tau.. Kurasa lebih baik bertanya kepada kak Dea… Lalu Melody juga bertanya tentang kelengkapan..”
“..Huh… Kurasa sudah semuanya.. Sudah jam sembilan ya.. Aku terlalu sibuk membalas pesan sampai tidak tau waktu.. Oh iya besok aku harus bekerja, aku akan tidur saja.”
William bangun dari sofanya dan berjalan menuju ke kamarnya sambil membawa ponselnya, sesampainya di kamar dia langsung tidur di kasurnya. Pagi hari dan alarmnya berbunyi, William bangun dari mimpinya dan masih dalam keadaan posisi tidur. Dia ingin bangun dari tempat tidurnya tapi tidak bisa karena merasa nyaman berada di atas kasur dengan suhu yang pas untuk tidur, William tidak ingin terlambat dan memutuskan untuk bangun dari tempat tidurnya. Setelah itu dia langsung mencari pakaiannya dan mandi, sesudah mandi dia langsung memakan sarapannya yang sudah dibuatnya tadi malam. Dia lalu berangkat ketempat kerjanya.
“..Tunggu dulu.. Apa aku lupa sesuatu?.. Kurasa tidak..”
William melanjutkan perjalannya ke tempat kerjanya, sesampainya di sana dia melihat sudah ada beberapa pekerja yang sedang bersih bersih. Hari ini tugas William adalah sebagai penerima pesanan, dirinya memutuskan untuk pemanasan terlebih dahulu dengan olahraga ringan sebelum masuk ke dalam restoran. Beberapa menit berlalu dan dirinya merasa sudah cukup untuk pemanasannya, sekarang dirinya merasa haus.
“..Pergi ke dapur terlebih dahulu.. Lewat belakang.. Baru di bersihkan..”
William mengambil jalan belakang karena ruangan depan baru dibersihkan, setelah itu dirinya masuk ke dalam dapur dan ada kak Lia yang sedang berdiri di depan meja kerjanya. Dia mengambil sebuah gelas dan mengisinya segelas air putih, William meminum air putih tersebut dan seketika ada suara seseorang berbicara.
“Berapa yang kamu keluarkan untuk Nia kemarin.. Akan aku ganti..”
“..Tidak usah kak..”
“Berapa…”
“…”
“…”
William merasa senang karena dirinya tidak perlu membuat makan siangnya sendiri selama seminggu, apalagi makanan yang akan dia makan adalah buatannya kak Lia. Dirinya langsung berjalan ke arah pintu depan dengan postur tubuh yang mapan.
“Kamu ini kenapa..”
“Hehe.. Tidak apa apa kak.. Bagaimana dengan Nia?”
“..Aneh.. Nia ingin menginap lagi bersamamu..”
“Eh beneran?”
“Iya.. Aku tidak tau kenapa dia bisa mau bersamamu..”
Setelah mendengar perkataan tersebut, William langsung bersemangat. Dia berdiri tegak di depan meja tunggu sambil menunggu restorannya buka. Waktu berlalu dan dia masih seperti itu dan bahkan paman Willy heran kepadanya, restoran tersebut buka dan para pekerja mulai bekerja. William dengan semangat yang membara mulai melayani para pelanggan sampai dia pulang bekerja.
Waktu berlalu dan malam pun tiba, restoran tutup dan para pekerja beristirahat sebentar sambil menunggu arahan dari paman Willy sebelum mereka pulang. William masih bersemangat dan menunggu paman Willy datang, para pekerja lainnya mulai heran dengan tingkah laku William dan lantas menanyakannya.
“Kamu tidak apa apa?”
“Apa kamu sakit?”
“Kamu punya beban apa?”
“…”
William hanya bisa tersenyum dan paman Willy akhirnya datang, mereka berbaris dan mendengarkan perkataan paman Willy. Setelah semuanya selesai dan restoran juga sudah bersih, para pekerja mulai pulang ke rumah masing masing. William juga ikut pulang ke rumahnya sendiri, dirinya keluar dari restoran dan saat di depan restoran dia melihat kak Lia sedang berdiri di depan restoran. Lantas dirinya menghampirinya untuk menanyakan sesuatu.
“Apa kak Lia tidak capek? Kemarin habis perjalanan jauh dan langsung bekerja hari ini..”
".. Kalau aku tidak masuk pasti pekerja lain akan membuat masalah.. Termasuk dirimu..”
“Hehe.. Apa kak Lia tidak pulang saja? Kenapa menunggu di sini?”
“Sebentar lagi.. Aku sedang mengatur nafas.. Kalau tidak ada yang mau ditanyakan lagi maka pulanglah.. Aku sedang capek..”
“…”
William takut membuat kak Lia marah, dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan meninggalkan kak Lia di sana. Dia berjalan pulang ke rumahnya dan sampailah dirinya di depan rumahnya, dia membuka pintunya dan masuk ke dalam rumah. William mandi terlebih dahulu, setelah itu dia makan malam. Sebelum istirahat dia memutuskan untuk menonton televisi, jam sembilan dan dia memutuskan untuk tidur.
“Kurasa cukup untuk hari ini..”
William berjalan ke arah kamarnya, dia masuk ke kamarnya dan setelah melihat kasur dirinya langsung tidur di atasnya.