
❏ #The Noble
↳ Hari Pembukaan #4
Suara ponselnya berbunyi, William bangun dari tidurnya. Setelah bangun dari tidurnya dia langsung memayikan alarmnya dan bangun dari sofa, dia berjalan menuju ke kamar mandi untuk buang air. Sesudah itu dia kembali ke depan untuk mengambil ponselnya, dia melihat sudah jam satu siang.
William merasa perutnya lapar, dia ingin keluar untuk makan siang. Namun dia ingat kalau ibunya Melody libur hari ini, dirinya mengurungkan niatnya. Dia memutuskan untuk membuat makan siangnya sendiri di rumah, dirinya menyiapkan bahan bahannya terlebih dahulu. Setelah itu William membuat makan siangnya, hanya makan siang biasa dan dia selesai memakannya.
Dia ingat kalau harus membantu di tempat kerjanya hari ini walaupun hari ini libur, setelah itu William langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap siap. Setelah selesai di keluar dari rumahnya dan pergi ke tempat kerjanya, dia mempercepat jalannya. Tidak lama dia sampai di tempat kerjanya, sudah banyak orang yang sedang membantu menata tempat tersebut.
Karena itu William langsung saja pergi ikut membantu bersama para pekerja lainnya, dirinya mengangkat barang dan menaranya. Setelah selesai dia ingin pergi untuk menemui paman Willy, dia mencarinya namun tidak menemukannya. Dia pergi ke lantai dua dan sama saja tidak menemukannya, dirinya pergi ke lantai tiga dan saat di atas yang hanya dua temukan hanya para pekerja saja.
Dia bertanya kepada para pekerja, mereka sama menjawab kalau paman Willy pergi setelah memberi perintah. Karena itu William menyerah dan mengirim pesan kepadanya, setelah itu dia melanjutkan membantu para pekerja lagi. Dia membantu di sana tanpa tahu sudah berapa jam berlalu, dirinya melihat jam di ponselnya dan sudah jam empat sore.
Karena sudah sore dan perlengkapannya sudah semuanya maka dia berniat untuk pulang untuk beristirahat sebentar dan bersiap siap untuk acara nanti malam, setelah itu William turun dari lantai tiga dan saat di bawah dirinya melihat paman Willy sedang berbicara kepada orang lain. Dia menyapanya dan paman Willy juga menyapanya kembali namun melanjutkan pembicaraan dengan seseorang tadi, William pikir kalau pesannya sudah di baca maka dia sudah boleh pulang.
Selama perjalanan dia memikirkan kembali kalau pesannya sudah di baca oleh paman Willy atau belum, karena pesannya menyangkut orang orang yang akan datang ke acaranya. Namun William rasa tidak masalah karena tamu yang paman Willy undang sedikit, jadi masih banyak ruang tersisa dan makanannya tidak terbuang sia sia.
"Oh iya, kak Lia yang membuat makanan untuk tamu nanti malam bukan? Mungkin aku membawa wadah makanan untuk aku bawa pulang nanti.."
Tiba tiba seseorang memanggilnya dari belakang saat dirinya sedang menghayal, William langsung berhenti dan mencari suara tersebut.
"Melody? Ada apa?"
"Kamu kenapa William? Sedang berkhayal?.. Lupakan, kamu yakin bukan tentang acara nanti malam?"
"Iya, tempatnya masih banyak.."
"Terima kasih karena sudah mengundang ibuku juga.."
"Tidak masalah.. Oh iya nanti kan Amelia datang, kamu yang mengantarkannya berkeliling ya? Aku sepertinya akan sibuk nanti, kamu sudah tau letak tempatnya bukan.. Aku serahkan padamu."
"Baik.."
Mereka membicarakan keadaan nanti malam, setelah berbincang bincang William pamit kepada temannya tersebut untuk pulang. Dia mempercepat jalannya dan sampai di rumahnya, dirinya masuk ke dalam rumah dan mengatur nafasnya. Dia duduk di sofa untuk beristirahat sebentar, setelah itu dirinya pergi ke kamarnya untuk memilih pakaiannya untuk nanti malam.
"Paman Willy bilang kalau para pekerja tidak usah membantu dan bilang untuk memakai pakaian sesuka hatinya, namun aku juga harus membantu bukan?"
William memilih pakaiannya, karena tidak terlalu banyak makan dia cepat untuk memilihnya. Setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu karena tadi membantu di sana dan berkeringat, setelah mandi dirinya memakai pakaiannya dan mengeringkan rambutnya di kamarnya sambil berkaca. Dia melihat ke kaca apakah pakainya cocok untuk di pakai untuk nanti malam, dirinya berpikir kalau pakainya cocok cocok saja dan dengan mudah bergerak kesana-kemari.
Dia melihat jamnya sudah menunjukkan jam enam sore, lalu William membawa keperluannya dan keluar dari rumahnya. Dia pergi berjalan menuju ke tempat acara, jam enam sore matahari sudah mulai turun dari langit dan gelap datang. Selama perjalan dia memikirkan sesuatu, dirinya berpikir kalau ada yang kurang. William lupa untuk membawa bunga, dia lalu kembali ke rumahnya. Dia lupa kalau sudah memesan bunga tadi siang dan meletakkannya di meja makan, dirinya masuk ke dalam rumah dan mengambil bunga tersebut.
"Nak William.. Kamu cocok ya memakai pakaian seperti itu, apalagi membawa bunga.. Pasti banyak yang naksir sama kamu nanti.."
"Hehe, saya jarang memakainya Tante.. Apalagi acara seperti ini, Tante juga terlihat muda memakai pakainya seperti itu.."
"Tantekan masih muda."
"Haha.. Melody di mana Tante?"
"Dia masih di dalam rumah, tunggu saja atau nak William mau berangkat duluan?"
"Saya tunggu saja Tante.."
Mereka menunggu Melody keluar sambil membicarakan acaranya, tidak lama Melody keluar dari rumahnya. William melihat temannya tersebut mengenakan pakain yang tidak biasanya Melody gunakan, lalu dirinya menyapanya dan berniat mengerjainya.
"Melody.. Aku kira kamu akan memakai pakaian badut, tapi yang sekarang cocok cocok saja.."
"Kamu ya..."
"sudah sudah, kalau begitu kita berangkat.."
Mereka berjalan bersama menuju ke tempat acaranya, sesampainya di sana sudah banyak orang ada di dalam ruangan maupun di luar. William mengajak mereka berdua lewat belakang agar lebih mudah naik, mereka menaiki tangga dan sampai di lantai atas. Ada beberapa orang di sana dan sepertinya lantai atas memang hanya untuk tamu undangan, William lupa sesuatu.
Dia bilang kepada mereka berdua untuk tetap tinggal di sana dan bilang kepada Melody untuk menjemput Amelia nanti, dia pergi meninggalkan mereka menuju ke bawah lebih tepatnya dapur.Saat sampai di dapur dirinya melihat banyak orang di sana termasuk kak Lia, lalu William menemuinya.
"kak Lia.. Untuk lain atas untuk tamu penting saja bukan?"
"Oh William.. Bukan, tamu penting adalah di lantai dua.. Lantai tiga khusus untuk para pekerja lama dan baru, ada beberapa orang tambahan seperti temannya paman Willy.. Kamu ke sini mencari ku kenapa? Mau membantu menyiapkan makanan?"
"Iya kak, tapi orang orang di sini... Sepertinya orang orangnya paman Willy dulu.."
"Iya paman Willy menyuruh mereka untuk membantu di sini.. Kamu lebih baik ke atas saja dan menunggu, sebelum itu jemput Nia di ruang tunggu dan ajak dia ke atas.."
"Baik kak.."
William pergi meninggalkan dapur untuk menemui Nia, setelah bertemu dia mengajaknya untuk naik ke lantai paling atas. Saat di atas dirinya melihat kalau sudah banyak orang dari sebelumnya, dia mengajak Nia untuk bertemu dengan Melody dan ibunya.
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─