The Noble

The Noble
Hari perlombaan #6



❏ #The Noble


↳ Hari perlombaan #6


Selama perjalan mereka membicarakan kejadian kemarin, walaupun begitu Melody tidak membahas tentang kue kemarin kepada William. Perjalanan mereka hari ini tidak terlalu berat karena hujan sudah lama berhenti dan hanya gerimis saja, namun mereka berdua tetap menggunakan payungnya. Tidak lama lagi mereka akan sampai di kamus mereka, namun ada sesuatu yang membuat mereka berhenti sebentar.


“.. Itu.. William itu?”


“Iya.. Sepertinya Fauna…”


“Tapi kenapa dia ada di sini?”


“Entahlah… Apa kamu ingin menemuinya?”


Setelah itu mereka berjalan mendekatinya, William juga penasaran kenapa temannya ada di sini yang seharusnya sudah ada di kampusnya bersama temannya yang lainnya. Sebelum mereka bertemu, Fauna sudah masuk ke dalam sebuah mobil. Lalu mobil tersebut berjalan dan menjauh dari mereka, mereka berdua semakin kebingungan dengan apa yang terjadi.


Karena mobilnya sudah berjalan meninggalkan mereka, William dan Melody melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kampus. Sampailah mereka di depan pintu gerbang kampus tersebut, mereka melihat banyak mahasiswa yang sudah datang di sana. Mereka masuk ke dalam lingkungan kampus menuju ke gedung tahun ke dua, saat berada di jalan menuju ke gedung mereka melihat sudah banyak orang yang sedang membangun sebuah tenda.


“Sepertinya vestival besok sudah di siapkan..”


“Iya.. Apa kamu berangkat besok?”


“Hm.. Entahlah, aku tanya ibu dulu..”


Sepanjang perjalanan mereka melihat tenda tenda yang sedang dibangun dan ada juga yang sudah berdiri tegak, William mendapat informasi kalau yang akan merayakan vestival besok dengan menjual makanan bukan cuman dari jurusan makanan namun juga dari jurusan lain. Dia juga ingin buka di sana dan mengenalkan restorannya, namun karena dia tidak mau capek karena harus membukanya seharian dengan banyaknya kerumunan dan suara dari orang.


Hanya suara tenang memasak yang selalu dia dengarkan setiap hari di tempat kerjanya, dia tidak bekerja jika banyak suara yang mengganggu di sekelilingnya yang tidak enak di dengar. William menanyakan kepada Melody jika seandainya ingin membuka tenda juga maka akan membuat apa, Melody menjawab akan membuka makanan yang sama dengan vestival yang sudah berlalu di lingkungannya mereka dulu.


“Ini kan khusus untuk para mahasiswa..”


“Oh iya.. Hehe, aku tidak tahu.. Bagaimana denganmu?”


“Tidak akan…”


Tidak terasa beberapa langkah kaki lagi mereka sampai di depan pintu gedung, mereka berhenti sebentar untuk William memanggil kak Dea dengan ponselnya. Dia memanggilnya dan langsung di terima, kak Dea bilang untuk masuk saja dan di ruangan yang sama dengan kemarin. Setelah itu mereka masuk dan menuju ke tempat kemarin, sampai di dalam mereka sudah banyak orang yang ingin melihat juga termasuk teman baru mereka. Lalu Melody menyapanya dari kejauhan sehingga Amelia membalikan badannya secara tiba tiba, lalu dia menjawab sapaannya.


“Halo..”


“Baru sampai?”


“Iya bersama William..”


“Kamu kemarin tidak datang?”


“Itu.. Aku tidak bisa, ada urusan keluarga..”


“Begitu ya, sayang sekali.. Kemarin William ikut lombanya..”


“Eh, beneran?”


“Iya..”


Sambil menunggu acaranya di mulai mereka berbincang bincang di sana, tepatnya hanya Melody dan Amelia karena William hanya mendengarkan mereka dan melihat ke arah dalam dapur. Dia melihat kak Dea sedang bersiap siap bersama temannya, kak Dea sadar akan pandangannya dan melambaikan tangannya. Salah satu juri berdiri dan berbicara sesuatu, para kontestan pun langsung saja berlari meninggalkan tempat mereka.


“Oh, sudah di mulai..”


Satu persatu para kontestan kembali membawa sesuatu, ada yang membawa bahan makanan dan juga yang membawa alat alat tambahan untuk memasak. Mereka mulai memasak termasuk kak Dea dan kak Vivi, William melihat bahan bahan masakannya dan berpikir kalau mereka akan membuat sebuah makanan yang tidak biasa. Lalu dia mengeluarkan buku catatannya dan menulis sesatu di buku tersebut, sedangkan temannya bingung dengan tingkah lakunya.


“Kamu menulis apa?”


“.. Apa yang ada di mataku yang menarik akan aku


“Seperti biasa, William seperti ini.. Tapi menurutmu kak Dea dan kak Vivi akan membuat apa?”


“Entahlah.. Bahan bahanny tampak asing bagiku.. Yang aku tahu tentang bahan masakan tidak sebanyak kak Lia..”


“Oh iya.. Kak Dea kan ambil universal.. Semua dia kuasai..”


Beberapa menit berlalu dan para kontestan sudah selesai dengan masakannya, namun lombanya masih berjalan karena sepertinya bukan hanya membuat satu hidangan saja. William paham kalau mereka harus membuat satu set yaitu makanan pembuka, utama dan penutup. Dia menunggu bagian makanan penutupnya lebih dari yang lainnya, setelah selesai dengan makanan utama mereka lanjut dengan makanan penutup. Lalu saat sedang melihat kak Dea mengeluarkan sesuatu bahan dia tersadar akan sesuatu, William tahu apa yang akan kak Dea buat.


“Seperti itu ya..”


“Apa kamu tahu?”


“Pasti itu..”


“Kasih tahu kami William apa yang akan dibuat oleh mereka..”


“Seperti kemarin, mereka ingin mencontoh kue buatanku.. Namun karena kak Dea tidak hafal semua bahannya maka dia membuatnya dengan bahan yang berbeda..”


“Wah.. Ternyata kak Dea hebat ya..”


William hanya bisa menunggu hasil dari buatan mereka, dia melihat bahan bahannya dan nampaknya bisa dipakai untuk meniru kue buatannya. Hanya saja dia bingung dengan hasil yang akan mereka dapatkan jiak menggabungkan bahan bahan yang dilihatnya, karena dia sudah banyak latihan untuk mencapur semua bahan makanan untuk kue.


Dia berpendapat kalau hasil kue buatannya kak Dea akan sedikit asam, lalu saat sedang melihat mereka memasak tiba tiba kak Dea melihatnya dengan wajah yang bingung. Lalu dia menggambar lidah dibukunya dan menunjuknya, dia ingin memperlihatkan area dari lidah dan apa yang akan di rasakannya.


“Sepertinya dia paham..”


“Paham.. Kamu menunjukan apa ke mereka..”


“Rahasia..”


“…”


Kak Dea langsung berbicara kepada kak Vivi, dia memberitahunya sesuatu. Setelah itu kak Dea pergi lagi ke ruang bahan untuk mengambil sesuatu lagi dan sedangkan kak Vivi sedang sibuk mencampur bahan bahnnya, kak Dea kembali membawa sebuah bahan masakan. Lalu dia menunjukannya, William mengganguk dan kak Dea langsung memberikannya kepada kak Vivi.


Mereka tersenyum walaupun beda ruangan, namun Melody dan Amelia tidak tahu apa yang mereka bahas dengan perbedaan ruangan tersebut. Jadilah makanan penutup para kontestan, mereka selesai dengan hidangan mereka dan para juri mulai datang ke meja masing masing dan mencicipinya. Para kontestan mulai menjelaskan hidanganya kepada juri.


“Menurutmu apa kak Dea dan kak Vivi akan menjadi juara satu?”


“Tidak.. Kombinasinya terlalu biasa walaupun hidangan penutup mereka menurutku paling bagus.. Aku akan mengira kalau mereka akan juara ke tiga..”


“Kamu ini bisa melihat masa depan ya?”


“William memang bekerja di restoran jadi tahu… Kurasa aku harus banyak belajar…”


Setelah semua makanan para kontestan dicicipi maka tinggal penilaian dari para juri, para juri berargumen dan setelah itu mereka mengumungkan juaranya. Seperti perkataan William tadi, kak Dea dan kak Vivi mengambil juara ke tiga. Melody dan Amelia langsung melihat ke arahnya dengan muka takjub, mereka tidak bisa berkata kata.


“Serius? Beneran?..”


“William.. Kamu tidak meramal?”


“Kenapa kalian?.. Sudah bisa dilihat dari hidagan dari juara pertama.. Mereka menggunakan kombinasi yang pas.. Dilihat dari juri juga kelihatan.. Lihat bukan.. Nilai kue buatannya kak Dea mendapat nilai delapan, yang lain hanya tujuh kebawah..”


“Ramal kami..”


“Kalian ini.. Sudahlah, dari sini kita tahu bagaimana harus membuat hidangan yang bisa menyatu dengan hidangan lainnya..”


─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─