
❏ #The Noble
↳ Awal dewasa #4
Setelah membaca kembali catatan mereka mulailah penilaian untuk makanannya, dimulai dari paman Willy yang melontarkan nilai baik untuk makanan mereka. Satu persatu hal baik dari makanan terbuka tanpa ada hal buruk yang di ucapkan oleh paman Willy, namun bagi William hal tersebut adalah neraka baginya jika hanya hal bagus saja yang disebut.
Paman Willy selesai dengan penilaiannya dan mempersilahkan kak Lia untuk bicara, William melihat muka mereka yang tadi senang sekarang menjadi tegang. Mereka sudah terpojok oleh pernyataan kak Lia untuk pelayan tamu tadi, sekarang bagian dari chef yang memakai hidangan.
Tanpa basa basi kak Lia langsung saja mengambil salah satu makanan dan menanyakan siapa yang membuatnya, salah satu pekerja mengangkat tangannya dan dimulailah hal buruk terjadi. Kak Lia melontarkan hal buruk soal makanan tersebut, hal buruk yang dimaksud adalah kekurangan dari makanannya.
Paman Willy sudah menaruh menu dan harganya yang sesuai baginya, namun apakah menu yang dipilih dan dimasak oleh pekerja baru sesuai dengan lidahnya. Namun hal tersebut kak Lia lah yang memutuskan karena orang kedia yang bertanggung jawab atas dapur di restoran tersebut, tidak ada satupun orang yang selamat dari penilainya.
Tapi William sadar akan sesuatu, dia langsung menarik nafasnya dan kak Lia memanggilnya. Kak Lia menyuruhnya untuk membuat makan sesuai menu untuk para pekerja baru tersebut sebagai contoh, dia langsung berdiri dan berangkat ke dapur. Sementara itu kak Lia masih saja membahas kekurangan dari pekerja baru, mungkinkah hari ini keberuntungan bagi Melody karena tidak memasak sesuatu.
Sementara William mulai membuat hidangan yang ada di menu, setelah selesai dia membawa hidangannya dan menaruhnya di atas meja. Kak Lia menyuruh para pekerja baru tanpa terkecuali untuk menyicipinya, sementara William ijin untuk ke kamar mandi.
Dia pergi meninggalkan mereka semua dan menuju ke bawah karena tidak ada kamar mandi di atas, setelah selesai dirinya kembali ke atas lagi. Saat di atas William melihat para pekerja sedang menulis sesuatu di kertas, dia mendekat dan menanyakannya kepada kak Lia.
"Mereka sedang apa kak?"
"Aku menyuruh mereka untuk menuliskan apa saja kekurangan dari makanan mereka yang aku sebutkan tadi, mereka akan cepat belajar dengan cara ini.."
Setelah semuanya selesai menulis kak Lia menyuruh mereka untuk membacanya satu persatu, semuanya ada yang lupa dengan kekurangan dari hidangannya dan kak Lia menyuruh mereka untuk memikirkannya kembali. Satu persatu mulai selesai dengan catatan mereka, kak Lia sekarang menyuruh mereka untuk menilai hidangan buatannya William.
Semua orang berhenti sebentar seperti memikirkannya, setelah menunggu tiga menit baru ada yang berbicara. Seseorang tersebut menjelaskan penilainya kepada kak Lia, setelah selesai ada seseorang lagi yang menilai lagi hidangan yang ada di atas meja. Semua selesai dengan penilainya dan sekarang kak Lia meraih tangannya William.
"Kamu, bicara sana.. Makanya dinilai tuh.. Apa kamu terima?"
"Ya terima saja, terus apa kak?"
"... Cuci piring."
"....."
Setelah semua latihannya sekresi pandan Willy bilang kepada semua orang bisa pulang dan akan melakukan latihan besok lagi, semua orang termasuk mereka bertiga turun ke lantai bawah. William melihat Melody yang ingin meninggalkan restoran lantas memanggilnya, dia berbicara kepada temannya tersebut tentang latihan hari ini.
Melody menjawabnya kalau latihan kali ini menyenangkan dan mengubah pola pikirnya, seolah olah pikirannya terbuka soal bekerja di tempat seperti ini. Sebelum pulang William mengambil sesuatu dan memberikannya kepada Melody, dia memberikan sesuatu tersebut untuknya dan ibunya.
Saat bertemu kak Lia menyuruhnya untuk pulang, William kebingungan namun tidak mau bertanya karena Pasti akan disuruh tinggal. Dia langsung mengganti seragamnya, setelah itu keluar dari dapur dan berjalan ke depan restoran lewat jalan samping.
William melihat kalau tempat kerjanya menjadi lebih bagus apalagi ada lantai atas yang baru jadi tersebut, lalu dia pulang ke rumahnya. Jam sekarang sudah menunjukkan pukul enam sore, dia segera pulang untuk mandi dan beristirahat.
Sesampainya dirumah dia langsung tidur di sofanya tanpa melepas sepatunya, William tidur sebentar untuk mengistirahatkan tubuhnya. Setelah beberapa menit dia kembali berdiri lagi dan melepaskan sepatunya, dia pergi ke kamarnya dan setelah itu mandi.
Setelah mandi William kembali ke Sofanya dan duduk kembali, dia membuka ponselnya untuk membaca pesan yang diterimanya hari ini. Setelah membaca dari persatu dirinya mulai membalas pesannya, tidak terasa sudah jam delapan malam.
William ingin makan namun perutnya sudah kenyang karena tadi makan saat latihan, dia juga bingung harus berbuat apa. Karena tidak tahu apa yang ingin dia lakukan maka William pergi keluar rumah, dirinya duduk di teras rumahnya sambil melihat ke langit. Banyak bintang yang muncul pada malam tersebut, dia mengambil ponselnya dan mulai memotretnya.
Namun hasilnya tidak begitu bagus karena jaraknya jauh dan ponselnya bukan model yang terbagus, William ingat kalau ayahnya dulu punya teleskop. Dia juga berencana untuk pulang kerumahnya dulu untuk mengecek keadaan di sana, dirinya juga berpikir untuk mengambil beberapa barang juga yang pernah dia gunakan dulu.
William masih berfantasi di teras rumahnya, tanpa sadar ada Melody berhenti didepan rumahnya. Dia terkejut dan membuat Melody tertawa, lalu dirinya menyapa ke temannya tersebut.
"Kamu kenapa? Bengong aja dari tadi.."
"Kamu udah lama berdiri disitu?"
"Ada sekitaran tiga menit."
"..."
"Memang langitnya sedang bagus sih.."
".. Lalu ada apa kemari? Masuk saja."
Melody masuk ke pekarangan rumahnya William dan duduk di sampingnya, Melody bercerita kalau dirinya ingin diajari olehnya. Karena minggu depan nanti dirinya juga akan memasak bersama ketiga orang tadi, walaupun Melody melamar bekerja sebagai kasir namun dirinya tidak ingin mengecewakan orang yang ada di sana.
Setelah banyak bercerita akhirnya William paham dan dia bilang mau mengajari Melody, namun dia sempat bilang kalau bisa saja menu minggu depan akan diganti. Melody tidak mau dengan hal tersebut, karena urusannya sudah selesai Melody berpamitan dengan William dan pulang.
Sementara dia masih duduk diluar sambil menikmati langit yang penuh bintang tersebut, William merasa ada hak yang kurang. Dia lupa membuat secangkir kopi untuknya sambil menikmati makan tersebut, lalu dia pergi kedalam dan membuatnya. setelah selesai William membawanya keluar lagi, dia menikmati malam penuh bintang sambil meminum kopi tersebut.
"Setelah ini aku akan tidur... Semoga dengan melihat bintang bisa tidur nyenyak.."
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─