The Noble

The Noble
#53



William mengobrol dengan Candy sampai tengah malam lewat ponselnya, mereka saling melontarkan candaan dan ejekan. Karena merasa lelah, William menyudahi obrolan mereka. Dia menutup pesannya dan membuka ramalan cuaca, dia ingin melihat apakah hari ini akan hujan ataupun besok. Jadi dirinya sudah bersiap siap jika malam ini akan dingin atau tidak, ternyata tidak hujan sama sekali dan setelah itu William mematikan ponselnya. Dia langsung tidur terlelap di kasurnya.


Dia bangun dengan bantuan alarmnya seperti biasa, William mematikan alarmnya dan bangun dari kasurnya. Dirinya langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk buang air terlebih dahulu dan mencuci mukanya, setelah itu dia berjalan ke arah pintu keluar dan membukanya. William keluar dari rumahnya dan saat berada di luar, dia merasa kedinginan karena suhunya masih dibawah dan belum naik. Dia langsung masuk ke dalam rumah kembali dan langsung menuju ke kamarnya. William masuk kembali ke selimutnya dan berdiam diri untuk menunggu sedikit waktu.


“Mengapa masih dingin.. Suhunya berbeda dengan yang kemarin.. Aku ingin keluar dan berolah raga, namun mengapa.. Aku sudah mengeceknya kemarin malam dan tidak ada hujan ataupun mendung sama sekali.. Apakah ramalan cuaca kemarin tidak akurat?”


William memasang alarmnya yang lama dan memutuskan untuk tidur kembali, hari ini dirinya tidak jadi olah raga karena suhunya masih dingin. Alarmnya berbunyi sekali lagi dan dia bangun dari tidurnya, dia bangun seperti di waktu biasanya.


William bangun dari kasurnya dan langsung menuju ke dapur untuk membuat sarapannya, dia membuka lemarinya dan bahan bahan yang ada sudah tinggal sedikit. William memutuskan sepulang kerja akan membeli bahan bahan di dekat tempat kerjanya.


“Tapi keuanganku semakin menipis… Aku harus hemat ke depannya.”


Dia membuat sarapannya dan setelah itu memakannya langsung, William bersiap siap untuk berangkat kerja dan sesudah itu dirinya sudah siap untuk bekerja. Dia keluar dari rumahnya dan langsung mengunci pintu rumahnya, William berangkat menuju ke tempat kerjanya. Seperti biasa dia melewati depan rumahnya Melody, namun kali ini tidak ada ibunya Melody melainkan temannya yang ada.


“… Ibumu di mana Melody? Biasanya pagi pagi ada di depan?”


“Oh ibu? Ibu pergi ke depan, katanya ingin mengurus sesuatu.. Kamu mau berangkat bekerja ya? Semangat ya..”


“Okelah kalau begitu.. Terima kasih..”


William melanjutkan perjalanannya ke tempat kerjanya, dia berjalan dengan tubuh yang masih bersemangat namun kurang panas. Hari ini dia tidak berolah raga namun tidak masalah untuknya, dia masih bisa mengurus tenaganya saat bekerja karena sudah biasa. William sampai di depan restoran dan sudah ada beberapa yang datang dan menata kursi dan meja maupun membersihkannya, hari ini William bekerja membantu kak Lia jadi dia berada dibawah perintah kak Lia.


“Semoga saja hari ini tidak ada pesanan yang merepotkan.. Kak Lia akan marah jika aku membuat masalah lagi..”


“Memang.. Jika kamu salah maka aku marahi..”


“Eeee.. Kak Lia.. Pagi..”


“Pagi..”


William lansung pergi menjauh menuju ke dapur meninggalkan kak Lia, dia tidak pernah sadar akan kehadiran dari kak Lia yang secara misterius datang entah dari mana. Dia masuk ke dapur dan mengganti pakaiannya, setelah itu dia langsung membersihkan meja kerjanya dan mengecek semua bahan bahan yang tersedia di lemari. Bahan bahan yang ada masih banyak dan segar karena pagi hari sudah di kirim dari kenalana paman Willy, William yang bekerja di sana pun tidak tahu dengan pengiriman bahan bahan segar setiap harinya dan hanya tahu kalau lemari bahan sudah penuh di pagi hari.


“Apa kak Lia tahu tentang ini?”


“Tahu apa?”


“Itu kak.. Kapan paman Willy menerima pengiriman bahan bahan masakan?”


“Oh itu.. Kamu belum bangun mungkin..”


“Apa kak Lia pernah melihatnya?”


“Tentu saja..”


“William.. Bagaimana dengan pagi hari ini?”


“.. E.. Hari ini dingain.. Aku tadi bangun jam empat dan ingin berolah raga, namun karena dingin aku tidak jadi melakukannya..”


“Di sini juga dingin.. Jaga ke sehatanmu.. Nih, minumlah.”


Kak Lia memberikan William segelas minuman yang dia tidak tahu terbuat dari apa minuman tersebut, lalu dirinya menerima segelas minuman tersebut.


“Wah.. Kak Lia ternyata peduli kepada adikmu ini..”


“Adik dari mana.. Aku tidak ingin pekerjaanku menjadi banyak karena kamu tidak berangkat bekerja.. Ingat itu..”


“Aku kira..”


William meminum minuman tersebut dan setelah itu dia kembali ke tempatnya, dia menunggu para pekerja datang sambil membersihkan kembali meja kerjanya sekali lagi. Para pekerja mulai datang dan paman Willy membuka restorannya, pesanan mulai datang satu persatu dan William diminta untuk membantu kak Lia.


Mereka semua bekerja keras hari ini, mereka melewati banyak pesanan seperti biasanya. Jam istirahat datang dan para pekerja mulai makan dan minum sambil beristirahat, termasuk William yang sedang memakan makan siangnya. Seperti biasa kak Lia membuatkan makan siang untuknya, banyak pekerja yang merasa iri dengannya karena bisa mendapat makan siang buatan kak Lia.


“Kak Lia.. Bagaimana dengan Nia?”


“Nia.. Kurasa dia baik baik saja.. Apa? Kamu kangen dengan dia?”


“Hehe..”


“Dia juga ingin menginap denganmu lagi.. Kalau mau nanti hari libur saja..”


“Eh, benarkah? Terima kasih kak Lia..”


Mereka berdua makan siang bersama sampai selesai, setelah itu William pergi ke ruang bahan lagi untuk mengecek kembali apa saja yang sudah di gunakan dan apa saja yang masih tersisa. Sesudah itu dia kembali menaruh laporannya dan kembali ke tempatnya, dia menunggu kembali restoran di buka sambil bersih bersih kembali.


Restoran dibuka kembali dan mereka semua kembali bekerja, namun karena siang hari pesanan mulai melambat dan William bisa mengurusnya dengan tenang. Namun kak Lia selalu memintanya untuk cepat dan benar, mau tidak mau dia melakukannya.


“Ini kak.. Ada lagi?”


“Buang itu.. Setelah itu buat ini, kalau selesai taruh di sini..”


“Baik kak.”


William membuang sisa bahan dan setelah itu dia mengambil bahan bahan yang dibutuhkan, dia membuat sesuatu yang kak Lia perintahkan. Setelah selesai, dia menaruhnya di meja kak Lia. William tidak mendapat perintah lagi, jadi dia memutuskan untuk membantu nenek Widia mencuci piring dan lainnya. William mendapat perintah dan dirinya berhenti mencuci, dia langsung datang dan mengerjakan apa yang diperintahkan. Hari yang lelah baginya, malam tiba dan pekerjaannya selesai. Para pekerja mulai bersih bersih termasuk dirinya.