The Noble

The Noble
Episode 9



Melody terkejut karena pemilik restoran yang dimana alat alatnya dia pinjam datang ke tendanya. Dia menanyakan apakah berbuat salah dengan dapurnya atau dengan alat alatnya, William menjelaskan bahwa kedatangannya tidak sengaja dan paman Willy hanya ingin makan. Melody merasa baik baik saja karena pikirnya dia merusak alat alatnya, lalu dia kembali ketempat posisinya dan memberikan minuman yang di belinya tadi kepada William.


“Ini William.. aku membelikannya tadi saat di ajak Candy.. ambil dan minumlah..” katanya.


“Oh terima kasih.. kamu tidak perlu memberikanku ini.. tapi aku akan menerimanya..” jawabnya sambil mengambil minuman tersebut.


Candy yang dari tadi mendengar perkataan mereka berdua langsung berbicara.


“Willy… bukannya paman Willy itu pemilik Restoran BBB dulu.. lalu Kenapa dia ada di sini?” katanya Candy yang masih memakan manisannya.


“Kamu tau siapa dia Candy.. Restoran BBB itu bukanlah restoran yang paling terkenal itu? Tapi kenapa kamu bisa tau Candy..” tanya Melody.


“Dulu aku sering kesana bersama ibuku.. dan paman Willy lah yang memasak makanannya..” katanya.


Melody lupa kalau temannya tersebut dari kelas atas jadi dia sering pergi mauapun makanan di tempat terkenal. Karena masih ada hal yang penasaran karena orang yang terkenal tersebut bekerja di tempat kecil yang sekarang ingin menanyakannya kepada William yang bekerja dibawahnya, namun William menjawab tidak tau dan baru tau sekarang kalau paman Willy bekerja di sana. Melody masih terkejut karena William bisa bekerja dibawah orang hebat, dan dia berpikir sebab yang mengajari dia membuat kue pertama kali adalah William dan dia bisa cepat mengerti karena itulah.


Mereka bertiga lanjut menjaga tenda tersebut dan menunggu para pelanggan datang untuk membeli makanan ibunya Melody. Karena merasa bersalah membuat William menunggu tendanya sendirian, Melody menyuruh William untuk jalan jalan sebentar untuk bermain dan beristirahat. William juga ingin ke kamar mandi dan akhirnya meninggalkan tenda tersebut. Ketika dia berkelilng mencari di mana kamar mandinya, dia melihat anak kecil yang sedang berdiri dan kebingungan di bawah pohon. Dia melihat sekeliling karena tidak ada orang yang melihat anak kecil yang sedang kebingungan tersebut. Akhirnya karena tidak ada seseorang yang menghampirinya, dia mulai mendekati anak kecil tersebut.


“Kamu kenapa? Apakah ada yang bisa kakak tolong? Dimana orang tuamu?” tanyanya kepada anak kecil tersebut.


“Bodohnya diriku karena terlalu banyak menanyakan pertanyaan kepada anak kecil”


“Aku tidak tau..” katanya sambil mengeluarkan air mata.


“Yasudah.. kakak akan membantumu mencari orang tuamu.” Kata William.


Anak itu mengangguk sambil menangis, William menggandeng anak tersebut dan mebawanya ke pos pengumuman. Sesampainya di sana dia menanyakan siapa namanya, Anak tersebut menjawab namanya Nia. Dia memberitahukan kepada para pengawas untuk mengumumkan ke semua oran kalau ada anak hilang bernama Nia. Para pengawas mulai menyiarkan pengumuman tersebut dan tidak begitu lama seseorang datang berlari mendekati pos tersebut.


“Nia kamu dari mana saja.. kakak mencari kamu dari tadi.” Kata seseorang tersebut sambil memeluk anak yang hilang tadi.


William bertanya apakah dirinya kenalan anak tersebut dan seseorang tersebut menjawab iya yang masih memeluk anak tersebut. Karena urusan William sudah selesai, dia mau meninggalkan tempat tersebut. Saat dia mau pergi orang yang tadi datang berbicara kepadanya untuk berterimakasih. Mereka saling bertatapan.


“Terima kasih karena sudah menemukan adikku tadi.. aku benar benar berterima kasih..” katanya.


“Ah tidak apa apa.. bukan masala..hhh… eh bukannya ini kak Lia?” kata William.


“William… Untung saja yang menemukan adikku kamu.. aku berterima kasih..” kata kak Lia.


“Ah tidak apa apa kak.. jadi ini adiknya kak Lia..” tanyanya.


“Iya ini adikku… bilang ke kak William terima kasih.” Katanya ke Nia.


Karena masalahnya selesai kak Lia menjelaskan kenapa Nia bisa hilang, William mendengarkan penjelasannya kak Lia. Karena mereka sudah saling bertemu William memutuskan untuk mengajak mereka ke tempat ibunya Melody, kak Lia yang setuju mengajak Nia untuk bermain di sana. William menuntu kedua orang tersebut ke tenda milik ibunya Melody. Sampailah mereka tenda tersbut dan ada beberapa pelanggan yang ingin membeli, karena merasa akan kelelahan dia akhirnya langsung masuk ke tenda tersebut dan membantu mereka berdua untuk menerima pelanggan. Kak Lia yang melihat perbuatannya William Sambil tersenyum dan dia tiba tiba ikut mengantri di belakang pelanggan yang lain. Setelah itu giliran mereka untuk membeli makanan yang dijual di tenda tersebut.


“Halo Nia dan kak Lia… oh iya ini teman temanku.. Candy dan Melody.. dan tenda ini milik ibunya Melody..” katanya.


“Halo kak William..” sapanya dengan tersenyum.


“Ternyata kamu juga bisa membantu orang ya.. kukira kamu hanya diam saja.. dan Nia.. jangan panggil dia kak.. panggil saja om..” kata kak Lia.


“Hehhh.. aku masih muda yaa...” jawabnya dengan cepat.


Mereka semua tertawa termasuk Nia, karena ini pertama kalinya mereka bertemu dan saling menyapa jadinya mereka saling berkenalan. Kak Lia langsung mengenalkan dirinya kepada Melody dan Candy, tidak lupa juga Nia adiknya kak Lia. Ada pelanggan yang datang ke tendanya, William melayani pelanggan tersebut sedangkan kak Lia sedang berbicara kepada Melody dan Melody di samping tenda tersebut. William tidak berani untuk meminta tolong kepada temannya karena mereka sedang berbicara dengan kak Lia, dari sampingnya munculah Nia yang ingin naik ke atas kursi kecil.


“Kak William… binta tolong aku naik.. aku ingin melihat juga..” katanya sambil berusaha naik ke kursi.


“Emang kamu mau melihat apa.. kak William sedang melayani pelanggan..” jawabnya sambil mengangkat anak kecil tersebut.


“Wah…. Banyak makanannya.. dan terlihat enak..” katanya saat tiba di atas kursi dan melihat makanan yang berada di atas meja.


Nia mengangguk dan segera William mengambilkan sepiring kecil makanan untuknya, setelah memilih beberapa makanan dia memberikannya kepada Nia yang masih berdiri di atas kursi. Nia menerima piring kecil tersebut dan menyoba duduk di kursinya, sedangkan William hanya bisa terdiam dan tersenyum karena tingkah laku anak kecil tersebut. Dia mengambilkan segelas air untuk Nia jika dirinya sudah selesai makan. Sesaat dia mengambil segelas air untuk Nia, kak Lia menghampirinya.


“Kamu memberikan adikku apa? Bukan racun kan..” katanya.


“Mungkin kak.. aku juga tidak tau..” jawabnya sambil bercanda.


“Haaaa…..” katanya.


“Bercanda kak.. sepertinya Nia menyukai makanannya.. lihat saja dia..” katanya sambil menunjuk anak kecil tersebut.


Kak Lia melihat adiknya melahap semua makannya dengan senang dan merasa bahagia seperti makananya terasa enak. Dia mendekat ke adiknya dan bertanya kepadanya apakah makanannya enak, adiknya menjawab iya dan seketika kak Lia meminta William untuk mengambilkan makanan untuk dirinya. William langsung membawa segelas air tersebut untuk Nia dan mulai mengambil satu piring besar untuk kak Lia, dia menunggu aba aba dari kak Lia untuk memilih makanannya. Dia memilih beberapa yang dia suka dan William memberikan sepiring makanan tersebut kepadanya, karena Nia selesai dengan makanannya William mencoba memberika segelas air yang diambilnya tadi untuknya. Setelah memberikan segelas air dia kembali ketempatnya, dia mencari kue yang dibawanya tadi dan ingin diberikan kepada Nia. Dia menemukan masih ada beberapa dan memberikan semuanya kepada Nia, anak kecil tersebut memakan kuenya perlahan.


“Sepertinya Nia menyukai kuemu William..” kata Melody datang dari belakangnya.


“Yahh mungkin.. oh iya dimana ibumu Melody.. dari tadi belum kembali..” tanyanya.


“Aku juga tidak tau.. akan kuhubungi nanti..” jawabnya.


“Oh iya ini uangnya Melody.. dari pelanggan yang sebelumnya juga..” katanya sambil memberikan uang.


“Tapi sepertinya kelebihan… uangnya siapa William?” tanyanya.


“Mungkin karena enak jadi mereka memberi uang lebih..” jawabnya.


Melody kebingunan dengan uang yang melebihi dari makanan yang masih tersisa. Kak Lia yang selesai dengan makanannya tadi menyuruh William untuk mengambilkan segelas air untuknya, dia langsung pergi dan mengambil segelas air. Kak Lia menerima segelas air tersebut dan meminumnya, setelah dia meminum air tersebut dia bertanya berapa yang harus dia bayar untuk makanannya dan Nia. William menunjuk ke arah Melody, karena kak Lia sadar tenda tersebut milik ibunya Melody langsung menanyakan kepadanya.


“Oh iya Melody.. jadi semuanya berapa? Termasuk milik Nia..” katanya kepada Melody.


“… Oh ahh… maaf kak.. aku melamun.. hmm tidak usah kak.. tidak apa apa..” jawabnya.


“Tidak bisa begitu… nih ambil saja.. sisanya untuk ibumu karena kamu rela membantu ibumu..” katanya sambil memberikan uang kepada Melody.


“Oh iya William.. kemarin kamu meminjam alat yang ada di dapur untuk apa? Paman Willy memberi tauku..” tanyanya.


“Itu kak.. Melody ingin belajar membuat kue.. karena aku melihat dia benar benar ingin membuat kue jadinya aku bilang kepada paman Willy..” katanya.


“Oh jadi Melody yang menggunakan alatnya.. kukira Wiliam sudah gila meminjam alat untuk dirinya sendiri.. karena dia tidak punya teman sama sekali..” katanya sambil mengejek William.


“Maaf kak karena aku meminjam alat alatnya tidak bilang ke kak Lia.. dan hanya melalui William dan pamannya saja.. walaupun begitu William mengajariku membuat kue dengan senang hati..” kata Melody yang tiba tiba ikut pembicarann mereka.


“Kue? Dimana kuenya?.” teriak Candy yang dari tadi diam sambil memakan manisannya.


“Tidak ada.. sudah habis.” jawab William.


“William mengajarimu? Aku baru tau William bisa membuat kue.. apakah jadinya enak?.” Tanya kak Lia.


“Aku bisa kak.. cuman aku tidak pernah membuat di depan kak Lia saja.. Oh iya kak Lia maukah membantu Melody belajar membuat kue? Kakak kan hebat dalam membuat kue.” Katanya.


“Ehh.. tidak usah kak.” Kata Melody.


“Bisa aja.. tidak apa apa Melody.. lagian juga restoran masih libur.. baiklah ke sana saja nanti akan aku awasi.. William juga ikut.. aku mau melihat kemampuanmu..” kata kak Lia sambil menunjuk William.


William terkejut karena terseret oleh perkataannya, dia hanya bisa mengangguk dan mengikuti perintah dari kak Lia. Melody merasa senang karena ada orang hebat lagi yang mau mengajarinya, satu langkah kedepan lagi untuk masa depannya tercapai. Candy yang tadi tiba tiba ikut pembicaraan mereka berbicara lagi, dia ingin ikut dalam membuat kue. William mengingatkan kepada Candy untuk tidak usah ikut, karena dia sudah tau jadwalnya Candy pada waktu pagi hari dan dia tau bahwa dia tidak akan sampai ke sana. Candy tersadar dan hanya bisa merenung di kursinya sambil memakan manisannya yang masih ada, karena dia tidak bisa ikut dia mengingat paman Willy koki terkenal yang datang ke tenda tersebut dan karena kak Lia bekerja dibawahnya mungkin dia tau tentang koki tersebut pergi dari Restoran BBB.


“… Kak Lia bekerja di restorannya William kan? Jadi tau Chef Willy.. kenapa Chef Willy berhenti memasak di restoran BBB dan memilih bekerja di restoran kecil?” kata Candy.