The Noble

The Noble
Episode 42



Alarm pagi membuat William bangun dari tidurnya, dia menggapai ponselnya untuk mematikannya. Setelah itu dia bangun dari sofanya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk buang air kecil sekalian mencuci mukanya, saat keluar dari kamar mandi dia melihat Nia sudah duduk di ruang makan.


“Kamu sudah bangun.. Apa kamu mau ke kamar mandi?”


“Pagi kak.. Iya aku mau ke kamar mandi..”


“Silahkan..”


William berjalan menuju pintu rumahnya, dia meraih kuncinya dan membuka pintunya. Dia keluar dari rumah untuk menghirup udara segar di pagi hari, masih pukul lima pagi dan masih belum ada sinar matahari yang mengenainya. Dia duduk di depan pintunya sambil menunggu sinar matahari sampai di rumahnya, dia mendengar langkah kaki dari belakangnya. William menggeser tempat duduknya.


“Kak William ada di sini.. Aku tadi sempat mencari kakak..”


“Ah maaf.. Apa kamu sudah bersiap siap pulang? Kakakmu akan ke sini.. Paling sebentar lagi akan datang..”


“Ah iya kak.. Tadi sebelum tidur aku sudah menyiapkannya.. Jadi tinggal menunggu kak Lia datang..”


“Kamu duduk di sini saja dulu sambil menunggu kak Lia datang.. Akan aku buatkan susu panas untukmu..”


“Terima kasih kak..”


William bangun dari duduknya dan masuk ke rumahnya, dia berjalan ke arah dapur untuk membuat segelas susu panas. Dia mengambil bubuk susu yang diberikan oleh paman Willy dan menaruhnya di dalam gelas, William menaruh air panas ke dalamnya dan mengaduknya. Dia membawa segelas susu panas tersebut untuk diberikan kepada Nia yang ada di depan rumahnya yang sedang duduk.


“Nih.. Masih panas tapi.. Mungkin akan cepat dingin karean suhunya masih dingin di luar.. Kita tinggal menunggu..”


“Terima kasih kak.. Bagaimana dengan kak William?”


“Ah iya.. Aku akan membuat juga kalau begitu..”


William bangun lagi dari tempat duduknya dan bergegas membuat coffe panas untuknya, setelah itu dirinya membawa coffenya ke depan rumahnya. Saat sudah keluar dari rumahnya, William melihat Melody berada di depan rumahnya.


“Melody.. Kenapa kamu pagi pagi ke sini?”


“Ah aku cuman lewat tadi..”


“Masuk saja.. Sini duduk bersama Nia..”


“Ah tidak usah..”


“Sudah.. Tidak apa apa..”


“Iya kak Melody.. Duduk bersama Nia di sini..”


“Baiklah kalau begitu..”


Melody masuk ke pekarangannya William dan duduk di sampingnya Nia.


“Tapi kenapa kalian pagi pagi begini duduk di depan rumah?”


“Hari ini kak Lia sudah selesai dengan urusannya.. Maka dia akan menjemput Nia.. Jadi kami menunggu kak Lia datang sambil duduk di depan rumah.. Nih ada coffe panas, ambilah..”


“Ah.. Terima kasih..”


William memberikan segelas coffe panasnya kepada Melody, dia bangun lagi dari duduknya dan berjalan menuju dapurnya untuk membuat segelas coffe panas lagi untuk dirinya. Setelah itu dia membawa coffe tersebut ke tempat mereka berdua duduk, sesampainya di sana dia melihat mereka sedang mengobrol tentang sesuatu. William duduk di sana dan mendengarkan mereka berbicara.


“Apakah Nia bersenang senang?”


“Iya menyenangkan kak Melody.. Tapi hari ini aku pulang..”


“Kamu kan bisa ke sini kapan saja..”


“Iya sih.. Tapi aku juga ingin bermain bersama kak Lia.. Kak Lia sibuk sekali..”


“Begitu ya.”


William masih diam dan mendengarkan mereka berbicara satu sama lain, mereka duduk sambil berbicara dan menikmati minuman panas mereka. Satu persatu gelas mereka mulai berkurang isinya dan matahari mulai menampakan dirinya, mereka mendapatkan sinar matahari panas di pagi hari. Tidak begitu lama ada sebuah mobil berhenti di depan rumahnya William, seseorang keluar dari mobil tersebut.


“Itu kak Lia.. Nia, kak Lia sudah sampai..”


“Eh.. Benarkah.. Di mana?”


“Itu..”


“Kak Lia..”


Nia berlari menuju ke arah kak Lia berada, mereka saling berpelukan satu sama lain seperti seseoarang yang sudah tidak bertemu lama. William dan Melody menyaksikan kejadian tersebut, mereka hanya bisa terdiam dan tiba bisa berkata satu sama sekalipun. Kak Lia menggandeng Nia mendekati William.


“.. Bagaimana dengan hari harimu.. Apakah menyenangkan bersama Nia selama tiga hari?"


“..Hehe.. Begitulah kak..”


“Oh ada Melody juga.. Tumben kalian bertiga bisa bersama di pagi hari ini..”


“Aku tadi lewat kak dan William menyuruhku untuk duduk di sini..”


“Begitu ya.. Oh iya terima kasih William karena sudah menjaga Nia selama tiga hari..”


“Tidak apa apa kak.. Kami bersenang senang kok.. Kan Nia..”


“Iya kak Lia.. Aku dan kak William bersenang senang..”


“Baguslah kalau begitu.. Apa persiapanmu sudah selesai.. Ambilah barang barangmu.”


“Baik kak.. Tungu sebentar..”


“Akan kubantu..”


“Kamu di sini saja William..”


“…. E.. Baiklah.. Kalau boleh tau kak Lia pergi tiga hari ke mana?”


“Ke rumah orang tuaku.. Ada urusan..”


“…”


Mereka bertiga hanya diam sambil menunggu Nia selesai dengan persiapannya, tidak begitu lama Nia keluar dengan barang barangnya termasuk mainan yang dibelikan oleh William. Dia membawa semua barangnya menuju mobil yang terpakir di depan rumahnya, mereka menaruh barangnya ke dalam mobil sementara William dan Melody menemani di samping mobilnya. Setelah selesai mereka berdua masuk ke dalam mobil tersebut.


“Terima kasih sekali lagi William karena menjaga Nia..”


“Tidak apa apa kak.. Lain kali kita main lagi ya Nia.”


“Iya kak William.. Kak Lia bolehkan aku bermain bersama kak William lagi..”


“.. Sepertinya kalian sudah menjadi satu ya.. Baiklah..”


“Sampai jumpa Nia..”


“Dah kak.”


Mereka berdua meninggalkan rumahnya William, hanya tersisa Melody yang ada di sana sambil menunggu mobil yang ditunggangi mereka menghilang dari pandangannya.


“Terima kasih William coffenya.. Aku pulang dulu..”


“Ah iya.. Hati hati Melody.”


Melody meninggalkan rumahnya William, sedangkan William bingung harus berbuat apa. Dia ingin berangkat kerja namun dia sudah terlambat untuk masuk, dia juga sudah menerima ijin dari paman Willy. Karena tidak ada yang bisa dia kerjakan maka dirinya masuk ke dalam rumahnya, sesudah masuk dia menutup pintunya. Setelah menutup pintunya dia menuju ke kamar mandi, dia melihat pakaian kotornya Nia masih tertinggal satu. William langsung mencari ponselnya dan mengirim pesan kepada kak Lia untuk memberitaunya.


“Kak Lia.. Ada satu pakaiannya Nia yang masih tertinggal..”


Pesan tersebut langsung di balas oleh kak Lia.


“Cuci saja.. Lain kali bawa ke tempat kerja, akan kuambil nanti.”


“Baik kak.”


William meletakan ponselnya dan memulai kegiatan di pagi harinya, setelah semua selesai dia langsung duduk di sofanya. Dia istirahat sebentar sambil mengatur nafasnya, dia mencari ponselnya tersebut dan setelah ketemu dia langsung membuka ponselnya. Ada beberapa pesan yang masuk dan kebanyakan dari teman temannya kemarin.


“Nixie lagi.. Hm.. Dia bilang akan pergi keluar negri hari ini.. Begitu ya.. Hati hati dalam perjalanannya.. Dan selanjutnya.. Candy.. Akan kubiarkan kalau yang ini.. Oh iya ada pesan dari Melody.. Sepertinya dia sudah membaca pesanku dan ingin berterima kasih tadi pagi tapi dia malu mungkin karena ada Nia.. Hari ini aku ingin berbuat apa..”


William hanya terdiam sambil mengamati ponselnya sampai jam sembilan pagi, dirinya bangun dari sofa dan ingin mandi terlebih dahulu. Setelah mandi dia langsung sarapan paginya yang biasa dia makan yaitu roti lapis, masih ada beberapa makanan ringan yang masih tersisa dan dirinya memakana makanan ringan tersebut.