The Noble

The Noble
Episode 7



Pagi hari yang cerah tanpa awan sedikitpun dan udara mulai menjadi hangat yang membuat William terbangun dari tidurnya, dia seketika bangun dan langsung merapikan tempat tidurnya. Sebelum menuju ke dapur dia mengambil ponsel dan pakaian bersih untuknya. Dia keluar dari kamarnya dan mencoba berjalan keluar rumah untuk melihat sekeliling rumahnya, tampak sepi dan tidak ada seorangpun yang lewat di depan rumahnya. Karena sudah cukup untuk melihat sekeliling rumahnya dia memutuskan masuk ke rumah dan sambil membuka ponselnya. Sebuah memo terpampang di depan layar ponselnya, dia lupa kalau hari ini ada vestival di dekat lapangan yang berada tidak jauh dari rumahnya dan karena itulah di sekeliling rumahnya tampak sepi ketimbang hari biasanya. Karena lupa dengan vestival itu dia mencoba mengirimkan sebuah pesan kepada melody untuk menanyakan apakah dia hari ini tau tentang vestival tersebut.


“Apa kamu ingat hari ini ada Vestival? Jika kamu tau apakah kita akan melanjutkan belajar membuat kuenya berlanjut atau di tunda terlebih dahulu? Karena vestival ini hanya satu tahun sekali jadi kamu yang memutuskannya” pesan William kepada Melody.


“Ah iya aku ingat kok.. kurasa tidak apa apa dan aku juga sangat ingin melanjutkan belajar membat kue.” Balasan dari Melody.


William memutuskan mandi terlebih dahulu sebelum dia meyakinkan dengan keputusan Melody, setelah mandi dia berencana membuat sarapan dan membuat kopi yang sempat dia beli dulu di mini market. Dia memasak sarapannya dan tidak membuat begitu banyak karena bahan yang ada sudah tinggal sedikit karena dirinya tidak membeli terlalu banyak dulu. Setelah memasaknya selesai dia langsung memakan makanannya sambil meminum kopi yang dibawanya dari rumah pamannya. Saat dia sedang memakan sarapannya banyak suara orang yang lewat di depan rumahnya, suara tersebut menunjukan bahwa vestival tidak lama lagi akan dimulai. William yang sedang makan tiba tiba menerima sebuah pesan masuk ke ponselnya, pesan tersebut berasal dari melody. Melody mengirimkan pesan bahwa dia sudah ada di depan rumahnya.


“Tunggu sebentar atau kamu masuk aja sekalian.” Balasannya.


Dia bergegas menyelesaikan sarapannya dan bersiap siap untuk keluar dari rumah. Semua persiapannya sudah selesai dan dia mengecek sekali lagi apakah ada barang atau alat yang tertinggal maupun yang masih hidup di rumahnya. Karena dirasa sudah cukup dan aman akhirnya dia keluar rumah untuk menemui melody. Melody yang menunggu di depan rumah menyapa William dan nampaknya dia bersemangat sudah siap untuk belajar.


“Pagi William.. aku sudah siap untuk belajar..” sapanya sambil tersenyum semangat.


“Pagi.. Aku akan tanya sekali lagi.. Apakah kamu tidak apa apa jika harus melewati Vestival setahun sekali ini dengan hanya belajar mmbuat kue saja?”. Tanyanya.


“Hehe.. Kalau masih ada waktu aku akan ke sana dan mungkin bisa di malam hari.” Jawabnya.


“Bukannkah akan sangat lelah jika sehabis belajar langsung datang ke sana? Aku menyarankan agar kamu ke vestival tersebut saja karena sepertinya kamu juga ingin ke sana.. Bisa aja kamu juga dapat ide dan untuk menyegarkan tubuhmu kemabli dari belajar yang cukup lelah kemarin.” Tanyanya dengan kebingungan.


Melody memikirkan beberapa saat dan akhirnya menyetujui idenya William dan ingin pergi ke vestival tersebut, tapi karena merasakan kesepian dan dari pada datang sendiri dia memutuskan untuk mengajak William agar ikut saja supaya beban pikirannya tidak banyak dan mungkin bisa mengeluarkan banyak emosi yang dipendamnya saat di sana. Wiilliam hanya bisa menerima ajakan dari Melody karena dia juga tidak tau mau berbuat apa jika hanya ada di rumah saja seharian. Seketika William teringat akan sesuatu, dia lupa bilang bahwa temannya Candy berencana mengunjungi tempat kerjanya karena dia bilang ingin merayakan ulang tahunnya. Candy merupakan satu satunya yang tau tentang hari ulang tahun William dan dia juga diperintah untuk menjaga rahasia tersebut. Karena William pergi ke Vestival dan Candy akan datang ke tempat kerjanya, dia mengirim pesan untuk Candy kalau janjinya hari ini batal karena ada Vestival didekat rumahnya.


“Maaf Candy.. sepertinya hari ini tidak bisa.. karena ada Vestival didekat rumahku dan Melody mengajakku kesana.. lagian juga tempat kerjaku libur selama 3 hari..” pesannya kepada Candy.


Candy membalas pesannya.


“Eh… tapi kamu bilang bisa… baiklah tapi sebagai gantinya ajak aku juga ke vestival yang ada didekat rumahmu yaa…” balasannya.


William tidak bisa berbuat apa apa dan diam beberapa detik sambil memikirkan jawaban atas pesan yang ingin dia kirimkan.


“William kamu sedang apa? Setelah kamu melihat ponsel kamu tiba tiba jadi terdiam” tanya Melody.


“Oh ini.. Candy mau ke tempat kerjaku, karena masih hari libur dan aku juga akan ke vestival jadinya aku membatalkan rencanannya.. namun sebagai gantinya dia ingin aku mengajaknya ke vestival.” Jawab William ke Melody.


Melody menyetujui untuk mengajak Candy ke vestival tersebut karena dia rasa semakin banyak temannya yang datang semakin meriah vestivalnya. William akhirnya mengajak Candy pergi bersama ke Vestival tersebut. Vestival setahun sekali itu hanya dirayakan dalam satu hari untuk memperingati kedamaian yang warga biasa yang mereka alami dalam satu tahun belakangan. Walaupun Vestival tersebut disenggelarakan oleh para semua warga, namun pada saat malam hari mereka akan dipisah setiap lingkup lingkungan rumah seperti halnya RT per RT. Jadi saat malamnya mereka saling bertukar kesenangan dan peristiwa apa saja yang setahun ini terjadi. Karena sudah waktunya mau mulai mereka memutuskan untuk berjalan ke tempat vestival diadakan, tempat tersebut tidak jauh dari rumah mereka berdua dan nampaknya sudah banyak orang yg melewati rumahnya William.


“Haruskah kita berangkat sekarang?” tanya William.


Melody mengangguk dan berjalan duluan ke tempat tersebut, Wiliam melihat Melody dari belakang dan nampaknya dia ingin pergi ke sana karena mungkin saja dia sudah lama tidak pegi kesana. William menanyakan ke Melody.


“Oh iya Melody.. sepertinya kamu ingin pergi ke sana.. tapi ada apa di sana yang membuatmu bahagaia seperti itu?” tanyanya.


“Aku ingin membantu ibu berjualan di sana.. setiap tahun ibu akan berjualan di sana karena sepertinya jualan ibu banyak orang yang membelinya.” Jawabnya.


“Oh iya Melody.. di mana letak tenda ibumu.. lebih baik aku membantu ibumu saja daripada bermain seharian.. aku juga tidak ada kerjaan.” Tanyanya.


“Tenda ibuku ada di tengah tengah.. kurasa ibu beruntung mendapatkan letak yang bagus.. ahh kalau begitu terima kasih.. sebelumnya aku juga mau minta maaf, karena aku ingin menemani ibuku berjualan dan tidak bisa menemani bermain di sini.. tapi terima kasih William atas bantuannya.. ayo menemui ibuku..” jawabnya sambil berjalan menuju tenda ibunya.


Mereka berjalan menuju tenda ibunya secara perlahan karena masih ada beberapa orang yang masih mempersiapkan barang yang akan di jual pada tenda masing masing, namun ibunya Melody sudah mempersiapkan dari pagi hari dan tinggal menyusun di tendanya. Karena Melody sudah tau tempat tenda ibunya, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk menemukannya. Mereka berdua menemui ibunya Melody dan William menyapanya.


“Permisi.. Ibu tahun ini jualan apa yaa..” kata William.


“Oh iya silahkan.. saya hari ini jualan makanan.. loh bukannya ini nak William.. ibu kira pelanggan tadi..” jawabnya bingung.


“Iya ibu William aku aja ke sini… Aku ingin membantu ibu saja hari ini.. dan William katanya juga ikut membantu..” Kata Melody.


“Tidak usah nak… biar ibu saja yang bekerja.. kalian bermain saja..” katanya.


“Tidak apa apa tante.. William di sini mau membantu tante saja.. dari pada saya di rumah tidak berbuat apa apa.. bukan begitu Melody..” kata William sambil melihat lihat jualan ibunya Melody.


“Yaudah terima kasih.. tapi kalau sudah capek jangan di pakasain ya..” jawabnya.


Mereka berdua akhirnya membantu ibunya Melody dengan menata peralatan dan makanan yang ingin di jualnya. Karena ibunya Melody sudah menyiapkan semua peralatan maupun jualannya membuat pekerjaan mereka berdua jadi lebih mudah. Setelah selesai menyiapkan semuanya, akhirnya tenda jualan tersebut bisa dibuka. Mereka beristirahat sejenak dan berbincang bincang banyak hal, 15 menit kemudian Vestival tersebut dibuka. Banyak pelanggan yang datang ke tenda ibunya Melody, seharian mereka membantunya dan banyak yg datang ke sana dari kalangan umur berbagai wilayah.


William teringat sesatu bahwa Candy ingin datang ke vestival tersebut namun dia lupa untuk mengirimkan alamatnya. Dia mengirimkan alamat tempat tersbut kepada Candy supaya dia dapat membantu dalam penjuakan makanan dari tenda ibunya Melody. William melihat lihat dagangan bahwa ibunya Melody berjualan makanan dan minuman dari daerah mereka. Dia meminta perintah untuk melaksanan apa yang kurang dan harus bagaimana, ibunya Melody hanya menyuruh untuk menaruh barang barang yang habis ke atas meja. Karena cuaca mulai panas tidak banyak orang yang datang lagi ke tenda tersebut, William yg merasa cuaca akan sangat panas meminta ijin pulang untuk mengambil kursi yg biasa digunakannya untuk kemah untuk ibnya melody agar dia bisa beristirahat. Dia berlari pulang untuk mengambil kursinya, karena jarak yang dekat dia langsung mengambil kursi kemahnya yang berada di depan rumahnya dan berlari kemabli ke tempat Vestival. Saat baru sampai di gerbang Vestival William melihat seorang perempuan sendang kebingungan seperti mencari sesuatu. Dia lantas menghampirinya dan berbicara kepadanya.


“Tidak ada makanan manis di sini dan jika kamu ingin bermain silahkan masuk saja” katanya sambil berjalan masuk ke tempat Vestival.


William berjalan kembali ke tenda ibunya melody dengan suara dari belakangnya dan suara tersebut mengikutinya.


“Ihh kamu yaa.. kenapa tidak menungguku di sana malah mengirim alamat saja.. dan katanya ingin ke Restoran kenapa malah ke vestival.” katanya sambil marah marah.


“Lebih baik kamu ada di sini, Restoran sedang tutup.. kamu juga tidak dapat apap pun di sana jika kamu ingin kesana. Di sini ada manisan” jawabnya.


Candy yg mendengar kata manisan langsung menoleh mencari keberadaan manisan. William yang sadar akan perkataannya langsung berhenti dan meliahat kebelakang. Dia melihat Melody sedang melihat tenda yang ada di sampingnya seperti mencari keberadaan manisan. Dia langsung menghampirinya.


“Mending kamu bantu aku terlebih dahulu.. manisan bisa belakangan..” katanya sambil menarik lengan Candy yang tiba tiba melihat sekeliling.


Candy terseret oleh William sampai di depan tenda ibunya Melody, dia terkejut melihat Melody ada di sana.


“Kenapa kamu ada di sini melody? Apakah kamu juga suka manisan.” tanyanya ke Melody.


“Aku di sini membantu ibuku berjualan.. apa kamu mau makan manisan.. nihh ..” jawabnya sambil mengulurkan sebuah permen.


“Oh kalau begitu apa aku boleh membantu juga.” Tanyanya sambil mengambil permen yang ada di tangan Melody.