The Noble

The Noble
Hari Persiapan #1



❏ #The Noble


↳ Hari Persiapan #1


Suara Nia membangunkan William dari tidurnya, dia melihat ke sekitarnya dan matanya tidak sengaja melihat ke arah jendela. Sontak dia langsung mengambil ponselnya, dia terlihat khawatir tadi namun sekarang sudah tidak apa apa. Nia melihatnya kebingungan, lalu dia menyuruhnya untuk menunggunya di depan. William sempat khawatir kalau hari ini dia bekerja, namun saat melihat ponselnya bahwa hari ini minggu.


Setelah bangun dari kasurnya dia berjalan menuju ke depan, dia melihat Nia sedang duduk di sofanya sambil menonton televisi. Lalu William pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil dan membasuh mukanya, setelah keluar dari kamar mandi dia mendekati Nia. Dia bertanya kepadanya mau sarapan dengan apa, Nia menjawab apa saja asal buatannya. Setelah itu dia langsung mengambil bahan masakannya dan membuat sarapan, tidak butuh waktu lama untuk membuat suatu sarapan.


William hanya membuat roti panggang dan telur mata sapi, dia memanggil Nia setelah jadi dan mengajaknya untuk sarapan terlebih dahulu. Dia juga meminta maaf kepadanya karena hanya sarapan tersebut yang bisa dirinya buat, namun Nia tidak merasa keberatan karena tidak butuh banyak makanan di pagi hari. Setelah sarapan William pergi keluar rumah untuk mengecek keadaan sekitar rumahnya, Nia mengikutinya dari belakng.


Setelah melihat kiri dan kanan tidak ada satupun yang berubah ataupun hal aneh, dia memutuskan untuk duduk di lantai dan menikmati udara pagi hari sambil menikmati sinar matahari langsung. Nia mengikutinya dan duduk di sampingnya, namun Nia tidak bisa lama lama karena terlalu panas untuknya. William selesai dengan kegiatannya dan setelah itu mengecek tanamannya, dia lupa untuk membeli bunga baru untuk ditanam.


"Nanti aku beli sekalian.. Sebulan sekali tidak masalah untuk ibu, seharusnya aku menanam yang banyak dan memetiknya satu persatu.. Karena bunganya special maka setelah dipetik tidak berbunga lagi, sebab itu harga tanamannya mahal.."


Sudah tidak ada lagi yang dia lakukan di luar, William masuk ke dalam rumahnya. Saat di dalam dia melihat Nia sedang menikmati acara paginya di televisi, dia tidak mau mengganggunya dan pergi ke kamarnya. Dia mengambil ponselnya dan membawanya ke meja makan, William melihat ada bangak pesan yang masuk ke ponselnya. Lalu dia membukanya dan membacanya satu persatu, kebanyakan dari teman sekolahnya.


Dia membaca pesannya satu persatu dan setelah membalasnya dirinya menemukan satu pesan yang menarik baginya, Cecile membalas pesannya kalau kantornya masih di tempat yang sama dan akan menyambutnya. Setelah membaca pesan tersebut William membalasnya kalau dia kesana tidak terlalu lama dan hanya mampir saja, karena sudah di baca semua dia menaruh ponselnya dan pergi ke kamarnha. Dia siap siap untuk mandi, William bilang ke Nia untuk mandi juga setelahnga.


Setelah mandi William menyuruh Nia untuk mandi, Nia langsung bangun dan pergi mengambil bajunya. Sedangkan William pergi keluar rumah lagi namun kali ini membawa ponselnya, saat diluar dia duduk di terasnya dan membiarkan pintunya terbuka. Dia ingin membiarkan udara masuk ke dalam rumahnya, setelah itu dia membuka pesannya lagi untuk mengirim pesan kepada kak Lia.


"Tapi, apa kak Lia masuk hari ini? Pesanku juga dijawab nanti jika dia masuk.."


"Apa kak William mencari kak Lia?"


"Oh Nia.. Iya, aku ingin bertanya kepada kak Lia.. Tapi aku tidak tahu apa dia masuk hari ini?"


"Kak Lia hari ini libur, dia pergi ke suatu tempat.."


"Apa kamu tahu di mana tempatnya?"


"Tidak, kakak tidak memberitahuku.."


Setelah bersiap siap mereka berangkat ke restoran, mereka berjalan bersama melewati rumah rumah yang ada di sana. Wilayah tempat tinggalnya William cukup padat penduduk karena jalur menuju ke kota mudah dan udaranya segar yang membuat orang orang tinggal di sana, namun masih banyak lahan kosong di sana dan kebanyakan dijual oleh pemiliknya. Masih bisa menanpung banyak orang di sana namun tidak banyak orang yang tahu lokasi tempat tersebut, orang orang yang makan ke tempat kerjanya tidak melalui jalan yang William tempuh setiap hari.


Tidak lama akhirnya mereka sampai di depan tempat kerja, banyak orang yang sedang bekerja di sana dan tampaknya restoran sedang ditutup. Setelah tahu mereka mendekat ke tempat tersebut dan melihat lihat siapa tahu bida membantu, mereka masuk ke dalam dan William ingin mencari paman Willy terlebih dahulu. Namun dia tidak bisa menemukannya di manapun, lalu dia memutuskan untuk naik ke atas.


Saat di atas dirinya menemukan paman Willy, paman Willy sedang sibuk mengatur persiapan untuk pembukaan besok dengan para pekerjanya. Karena tidak mau mengganggu William mengajak Nia untuk turun ke bawah, dia ingin membuat kue untuk Nia di dapur. Nia mendengar hal tersebut langsung senang dan berlari menuju ke dapur, setelah sampai dia langsung mengeluarkan bahan bahannya dan sementara itu Nia duduk di kursi dekat kakaknya.


William mulai membuat kuenya dengan perlahan dan fokus, satu persatu selesai dan tinggal dipanggang. Dia duduk di samping Nia sambil menunggu kuenya matang, sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama. Oven berbunyi dan William langsung saja mengeluarkan kuenya, dia menaruh kuenya di atas meja dan mendinginkannya sebentar. Setelah agak dingin dia mengambil satu dan mencobanya, masih enak seperti biasanga.


Dia menyuruh Nia untuk mengambil dan memakannya, sementara itu William mengumpulkan semua kuenya dan di masukan ke dalam sebuah wadah. Lalu dia memberikan wadah penuh kue tersebut kepada Nia, setelah itu dia mengajaknya naik kembali untuk menemui paman Willy. Dia rasa waktu membuat kue sudah terlalu lama dan paman Willy mungkin saja sudah selesai dengan para pekerjanya, sesampainya di atas mereka melihat paman Willy sedang duduk sambil memegang sebuah gelas berisi minuman. Mereka mendekatinya perlahan dan menyapanya.


"Paman.."


"William, Nia juga.. Kenapa kalian ke sini?"


"Aku ingin bertanya untuk besok paman, siapa tahu bisa membantu juga.."


"Tidak usah... Kamu sama Nia duduk saja.."


"Kalau begitu untuk para pekerja barunya gimana paman?"


"Itu sudah selesai, banyak pekerja baru karena paman akan membagi dua tim.. Pagi dan sore, apalagi Lia sudah masuk setiap hari tanpa libur.. Jadi dia sepertimu, hari minggu libur untuknya.. Pekerja lain menggantikannya."


"Memang ada yang bisa menggantikan kak Lia?"


"Ada.. Teman paman akan bekerja di sini nanti dan Lia akan bekerja di sore hari.. Mungkin dia tidak bisa meninggalkanmu sendirian.."


─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─