
❏ #The Noble
↳ Hari Pembukaan #3
Beberapa menit berlalu dan William masih sibuk membaca buku catatannya, namun kedua temannya meliriknya dan akan tahu sesuatu tadi. Lalu Amelia menanyakannya kepada dirinya, dia masih sibuk dengan buku catatannya.
"William?"
Ucap Melody sambil menepuk pundaknya, lalu William sadar dan memandangnya. Dia kebingungan dan menanyakannya, Melody bertanya kepadanya. Melody menanyakan apakah nanti saat pembukaan akan sangat ramai atau tidak, lalu William menjawab tidak tahu karena paman Willy yang mengundang tamunya.
Amelia juga tiba tiba bertanya kepada William, Amel menanyakan siapa perempuan tadi yang berbicara kepadanya. Lalu dia menjawab kalau perempuan tadi adalah ketua kelas mereka dan dirinya lupa mengisi sesuatu, makanya perempuan tadi bilang kepadanya untuk mengisi apa yang belum terisi.
William juga menunjuk di mana perempuan tadi duduk, mereka berdua melihatnya. Sedangkan dirinya hanya melihat kearah buku catatannya tadi dan menuliskan sesuatu, setelah menulis Melody tiba tiba menanyakan sesuatu lagi kepadanya. Melody bertanya apakah ibunya bisa ikut nanti di acara pembukaan, William menjawabnya kalau siapa saja boleh asal tidak memenuhi tempatnya.
Melody terlihat senang mendengar perkataannya, Amelia bingung karena dirinya baru saja melihat ke arah perempuan tadi. Lalu Amelia bertanya kepada Melody apa yang mereka bicarakan berdua tadi karena tiba tiba Melody berubah, mereka hanya diam saja.
Sudah terlalu lama mereka ada di kelas tersebut dan para mahasiswa baru juga meninggalkan kelas tersebut, William juga ingin pulang kerumahnya juga untuk istirahat karena nanti banyak yang harus dipersiapkan. Dia menanyakan kepada kedua temannya apakah ingin ikut pulang juga, mereka setuju dan bangun dari tempat duduknya.
Dia juga bangun dari tempat duduknya sambil membawa buku cacatnya, mereka bertiga berjalan keluar dari kelas. Saat sampai di depan lift mereka menunggu pintunya terbuka sambil berbicara bersama, Amelia juga akan ikut ke acara pembukaan cafe baru tempat William bekerja.
Lalu dia memberitahukan alamatnya lewat pesan ponselnya karena tidak mau membicarakannya lewat mulut agar orang orang di samping mereka tidak menguping, pintu lift terbuka dan semua orang masuk ke dalam. Seseorang memencet tombolnya, lift pun mulai turun menuju ke lantai dasar.
Lift sampai di lantai dasar dan pintunya terbuka, satu persatu orang keluar dari lift tersebut dan mereka bertiga juga. Mereka berjalan meninggalkan gedung tersebut, namun saat ditengah jalan Amelia berpamitan kepada mereka berdua. Sekarang hanya tinggal Melody dan William saja, namun mereka juga penasaran kenapa teman mereka sering hilang di tengah jalan.
"William... Setiap saat kita bertiga ingin pulang, kenapa Amelia selalu hilang duluan?"
"Mungkin karena dia orang kaya maka ada yang menjemputnya dari pintu masuk yang lain atau tempat parkir yang lainnya?"
"Masuk akal karena Candy juga sering melakukannya.. Oh iya, kita sudah lama tidak melihat Candy? Sekarang bagaimana dengannya?"
"Dia? Masih seperti biasanya.. Perasaanku jadi tidak enak ketika kamu menyebut namanya tadi.. Mungkin saja pandan Willy mengundangnya bersama orangtuanya.."
"Maaf.."
Mereka sampai di depan pintu gerbang kampus tersebut, William berhenti dan melihat jam yang ada di dalam ponselnya. Jam menunjukkan jam sepuluh, dia bilang kepada Melody kalau masih banyak waktu sampai acaranya dimulai. Dia melihat ke arah Melody, tampak senang dan grogi. Lalu dia menghiburnya dengan meledeknya, dia bilang ke Melody untuk memakai baju badut untuk ke acaranya karena tidak ada badut di sana.
Melody lalu mencubitnya, namun mereka tertawa karena ada pengalaman tentang badut saat mereka bersekolah bersama. Selanjutnya mereka meneruskan perjalanan mereka untuk pulang kerumahnya masing masing, perjalanan mereka penuh canda tawa karena William ingin menghilangkan perasaan Melody yang grogi tadi.
[FlashBack]
Mereka langsung saja mencari orang yang membicarakan Melody saat ulang tahun terjadi, setelah bertemu mereka langsung memasang muka merah dan ingin memakinya. Namun William menghentikan mereka, dia bilang kau hal tersebut akan membuat Melody jadi tambah tidak nyaman.
Candy dan yang lainnya melihat ke arah bangkunya Melody yang masih kosong, mereka bertanya kepada William ke mana Melody berada. Dia menjawab kalau Melody ijin tidak masuk sekolah karena sakit, mendengar perkataannya mereka marah lagi. Namun sekali lagi dia menghentikannya lagi, dia tidak mau masalah tambah besar.
William takut masalahnya tambah besar dan menyangkut keluarga mereka, dia tidak khawatir dengan keluarga teman temannya yang terpandang namun kepada keluarganya Melody yang bisa saja ikut terseret perbuatan mereka. Teman temannya langsung tenang dan hanya melihat ke arah seseorang yang membicarakan Melody, orang tersebut kebingungan.
Karena sudah mau masuk jam pembelajaran William menyuruh teman temannya untuk keluar dari kelas dan bilang akan membahasnya lagi saat pulang sekolah nanti, mereka setuju dan keluar dari kelasnya. Candy dan fauna sekelas dan sedangkan yang lainnya menuju ke kelasnya masing masing, dia kembali duduk di kursinya.
William sebenarnya juga marah melihat teman satu kelasnya membicarakan teman baiknya yang satu nasib tersebut, namun dirinya tidak mau membuat Melody kecewa kepadanya. Bel tanda masuk berbunyi dan para guru masuk ke kelasnya, guru mulai mengabsen satu persatu para murid.
Walaupun ada siswa yang tidak masuk pun tidak akan menggangu nilai mereka sama sekali karena keluarganya, agak sedikit curang namun William menghiraukannya. Pagi tadi sebelum pergi ke kelasnya, dia mengantarkan surat ijin dari Melody ke ruangan wali kelasnya bu Ratna.
Setelah itu dia pergi dari sana, sebelum meninggalkan ruangan wali kelasnya dia sekilas melihat kalau wali kelasnya benar benar membaca surat ijin tersebut. William tahu kalau wali kelasnya baik kepada siapapun muridnya dari keluarga manapun, lalu dia pergi ke kelasnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mereka akhirnya sampai di jalan utama rumah mereka, William berpamitan kepada Melody karena dia tahu lalu temannya akan membantu ibunya. Namun Melody juga ikut pulang ke rumahnya, dia kebingungan dan lalu menanyakannya kepada temannya tersebut.
"Kamu tidak membantu ibumu berjualan?"
"Ibuku bilang hari ini libur dulu, beruntung sekali tepat dengan acara nanti.."
"Baguslah kalau begitu, kamu dan ibumu bisa bersiap siap.."
"Maaf aku bertanya kepadamu, mungkin pertanyaan yang konyol.. Nanti kami harus pakai apa ke sana?"
"Pakai saja semaumu.. Ini bukan acara yang formal, bebas asal sopan saja.. Terbang saja tidak usah panik, aku bilang tadi bukan? Pakai saja kostum badut hahaha.."
"Awas kamu ya.."
William berlari meninggalkan temannya namun Melody mengejarnya juga, mereka berlari bersama tanpa sadar sudah ada di depan rumahnya Melody. Mereka berhenti berlari, karena melihat temannya lelah berlari dia menyuruhnya untuk istirahat di dalam rumahnya saja. Melody masuk ke dalam rumahnya dan William pergi menuju ke rumahnya, dia berjalan karena sudah lelah berlari.
Sampailah William di depan rumahnya, dua duduk sebentar di kursi yang ada di depan terasnya. Setelah beberapa menit dia akhirnya masuk ke dalam rumah untuk beristirahat lebih nyaman lagi, dia pergi meletakkan tasnya dan pergi ke kamar mandi. Setelah itu dia duduk di sofanya, lama kelamaan dia tertidur.
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─