
❏ #The Noble
↳ Hari Pembukaan #1
Suhu dingin mulai merambat ke tubuhnga, kini William bangun dengan tubuh yang sudah tidak terselimuti. Dia terkejut karena semalam tidurnya terlalu banyak tingkah dan membuat selimutnya terjatuh dari sofa, dirinya mengambil selimut tersebut dan mengenakannya kembali.
Dia bangun dari sofa sambil mengenakan selimutnya dan berjalan menuju ke pintu rumahnya, William melihat keluar dari jendelanya. Masih tampak gelap dengan air hujan yang masih mengguyur rumahnya, matanya masih belum terbuka semua dan pikirannya masih belum kembali seperti semula.
William tanpa berpikir kembali lagi ke sofanya dan memasang kembali posisi tidurnya, dia langsung tertidur tanpa berpikir. Setelah beberapa jam berlalu akhirnya dia bangun kembali, namun kali ini dia bangun karena alarm paginya. Dia mematikan alarm tersebut namun tidak bangun dari tempat tidurnya, William membuka ponselnya terlebih dahulu.
Namun saat ingin bermain ponsel dia lupa kalau hari ini senin dan dirinya harus mengantarkan Nia untuk masuk sekolah, William langsung bangun dan berlari ke kamarnya. Saat di kamar dia melihat kalau Nia baru bangun dari tidurnya, Nia sedang merapikan tempat tidurnya.
"Pagi kak William.."
"Pagi Nia.. Mandi, nanti aku buatkan sarapan.."
"Baik kak.."
Dia pergi meninggalkannya dan berjalan menuju ke dapur untuk membuat sarapan untuk mereka berdua, setelah selesai William meletakan sarapannya di atas meja. Dia kembali ke sofanya untuk mengambil ponselnya, setelah itu dia membuka pesan yang diterimanya. Kak Lia mengirim pesan kepadanya kalau punya hadiah untuknya, dia penasaran hadiah apa lalu menanyakannya.
Namun kak Lia tidak mau menjawabnya dan menyuruhnya untuk mengantarkan Nia ke sekolahnya saja, William bilang kalau Nia baru mandi. Dia juga sudah membuatkan sarapan untuknya, kak Lia bertanya dia buat apa untuk Nia. Dia bangun dari sofanya dan berjalan menuju ke meja makan untuk memotret makanannya, namun saat sampai di sana dia melihat Nia keluar dari kamar mandi.
Tanpa berbasa basi dia langsung memotretnya dan mengirimkannya kepada kak Lia, setelah itu William menyuruh Nia untuk memakan makannya dan sementara dia membaca terlebih dahulu pesan yang dia terima. Setelah membalas dia pergi ke meja makan lagi, dirinya melihat Nia sedang memakan makanannya.
William duduk di kursinya dan mulai memakan makanannya, setelah selesai dia membawa piring kotornya dan mencucinya. Nia juga selesai dengan makanannya dan membawa piringnya untuk di cuci, namun dia menyuruh Nia untuk bersiap siap saja sambil mengambil piringnya.
Nia pergi ke kamarnya untuk bersiap siap, sementara itu William selesai dengan piringnya dan menaruhnya di tempat semula. Dia juga harus bersiap siap juga karena harus berangkat ke kampusnya, semua persiapannya selesai dan Nia juga sudah ada di depan pintu sambil membawa tasnya lengkap memakai seragamnya.
Mereka keluar dari rumah dan William mengunci pintunya, setelah itu mereka berjalan menuju ke sekolahnya Nia. Selama perjalanan dia menanyakan bagaimana di sekolahnya setiap hari kepada Nia, jawabannya berbagai ragam dan sering kali Nia juga mendapat rangking di kelasnya. William berpikir kalau kepintarannya sama seperti kakaknya, namun Nia lebih tenang daripada kak Lia.
"Apa kak Lia pernah memberikan Nia sesuatu jika mendapat rangking?"
"Hm, dulu pernah.. Namun sudah jarang, kata kakak jangan boros.."
"Bagaimana kak William, Nia dengar dari kakak kalau kak William juga pintar dalam sekolah.."
"Biasa, cuman belajar giat saja.. Biar tidak membebani orang orang di sekitar, apalagi keluarga.."
Perjalanan yang menyenangkan dan membuat mereka tanpa sadar sudah sampai di depan sekolah, Nia berpamitan kepada William dan masuk ke dalam. Setelah itu dia kembali lagi untuk pulang ke rumahnya dan bersiap siap untuk masuk kuliah, karena berjalan sendiri dirinya merasa bosan.
Saat sedang berjalan dia melihat sebuah poster tertempel di papan pengumuman yang ada diperjalanannya, William berhenti untuk membacanya terlebih dahulu. Poster tersebut berisi pemberitahuan kepada masyarakat kalau ada kerja bakti minggu depan di daerah tersebut dan tampaknya sampai di daerah sekeliling rumahnya, dia terkejut karena jaraknya yang lumayan dari situ ke rumahnya.
Namun karena melihat tanda tangan dari kepala daerahnya William pun akan ikut untuk bekerja bakti minggu depan, dia juga harus membersihkan tempat lain selain rumahnya agar tidak menimbulkan masalah juga untuknya. Setelah itu dia memotretnya dan mengirimkannya kepada Melody, namun sebelum mengirimkannya dia mendapat pesan darinya.
"William, aku akan menuju ke rumahmu.."
Saat membaca pesan tersebut William langsung menaruh ponselnya di saku dan berlari menuju ke rumahnya, dia berlari dengan kencang karena mungkin saja sudah di tunggu oleh temannya tersebut. Dia akhirnya sampai di depan rumahnya, namun belum ada temannya di dana. Dia langsung masuk ke dalam rumah dan bersiap siap, setelah selesai William keluar dari rumahnya.
Ternyata Melody sudah ada di depan rumahnya, dia langsung mendekatinya dan menyapanya. Setelah itu mereka pergi bersama menuju ke kampus mereka, saat di perjalanan William menceritakan hari kemarin dengan Nia kepadanya. Melody sangat tertarik dengan ceritanya, saat sampai di jalan raya dia lupa kalau ingin memberitahukan sesuatu kepadanya.
"Oh iya, apa kamu tahu kalau Minggu depan akan ada kerja bakti di sini?"
"Aku belum tahu? Mungkin ibuku tahu sesuatu dan tidak memberitahukan kepadaku."
William memberitahukan semuanya kepada Melody, dia memberitahunya sambil berjalan menuju ke kampus mereka. Mereka sudah sampai di depan kampus mereka, sudah banyak mahasiswa yang masuk dan sedang berjalan menuju ke gedung mereka. Melody dan dirinya juga berjalan menuju ke gedung mereka, setelah sampai di depan gedung mereka melihat teman barunya.
Melody menyapanya dan Amelia membalas sapaannya, William juga tidak lupa menyapanya karena sudah lama tidak bertemu. Mereka berjalan bersama menuju ke kelas mereka, tampaknya banyak mahasiswa yang sedang menunggu di depan lift untuk naik ke atas. Akhirnya William memberi saran kepada mereka untuk naik lewat tangga saja, melihat situasi tersebut mereka berdua setuju.
William berjalan duluan di depan sambil diikuti Melody dan Amelia di belakangnya, mereka menaiki tangga tersebut satu persatu sampai di lantai empat di mana kelas mereka berada. Cukup melelahkan bagi kedua temannya, namun bagi William itu pemanasan saja. Setelah itu mereka cepat cepat pergi ke kelasnya untuk istirahat di sana, saat di kelas mereka berdua langsung duduk.
Mereka bertiga berbicara bersama dan orang orang di kelas juga satu persatu duduk di kursi yang kosong, walaupun tidak harus menduduki tempat yang sama namun orang orang lebih suka duduk di kursi yang pernah mereka duduki sebelumnya dari pada kursi orang lain. Hal tersebut mempermudahkan orang orang agar merasa nyaman, namun ada beberapa orang yang suka bertukar tempat dengan orang lain.
Sambil menunggu dosen datang mereka bermain bersama, hanya permainan kecil dan bisa membutuhkan tiga pemain saja. William selalu menjuarai permainannya dan mereka berdua selalu kalah kepadanya terlebih lagi Melody, tidak lama akhirnya seorang dosen masuk ke dalam kelas mereka.
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─