
❏ #The Noble
↳ Awal dewasa #6
Karena sudah siang mereka melanjutkan perjalanan, selama perjalan Melody bercerita kepada William. Ceritanya mulai dari pelajaran yang dirinya pelajari maupun kehidupannya, Melody sempat khawatir kepada ibunya karena sudah tidak bisa membantu berjualan.
Karena itulah Melody sempat berpikir untuk segera bekerja dan menghasilkan uang agar ibunya tidak berjualan lagi, kadang juga dirinya melihat ibunya sendiri yang pulang dari tempat berjualan dengan ekspresi lelah dan membuatnya semakin khawatir.
Ibunya sudah berumur dan walaupun belum terlalu tua tapi Melody ingin ibunya menikmati hidupnya dengan tenang, mereka hidup berdua dengan penuh cobaan apalagi semenjak ditinggalkan ayahnya. Melody ingin ibunya tetap dirumah dan menikmati setiap detiknya, namun William tidak berpikir begitu.
"Mungkin itu hal baik bagimu tapi tidak dengan ibumu.. Memang baik kamu menyuruh ibumu untuk tidak berjualan, namun itu juga hal yang salah.."
"Kenapa memangnya?"
"Aku melihat ibuku menikmati waktunya saat sedang berjualan, apa kamu lupa? Aku sudah mengenal ibumu dari lama.. Jika kamu menyuruhnya dirumahnya tanpa melakukan kegiatan maka ibumu akan marah, beliau ingin membantumu senang dan tidak ingin dirimu tersiksa.."
"Begitu ya.."
"Ya gak yang bisa kamu lakukan hanya jadi lebih baik lagi.."
".... Terima kasih William."
Mereka sampai di taman bermain, Melody ingin mampir terlebih dahulu. Sementara itu William menemaninya karena dia masih ada sisa waktu sebelum masuk kerja, Melody melanjutkan ceritanya lagi termasuk kehidupannya yang tidak tau mengarah kemana.
William selalu memberi saran kepadanya harus berbuat apa, walaupun tidak semuanya Melody lakukan namun kebanyakan sarannya berhasil dan membuat kehidupannya menjadi lebih baik. William melihat jam di ponselnya, karena sudah siang maka dia berpamitan kepada Melody.
Melody juga ingin pulang maka mereka berdua berjalan bersama, William masuk kedalam rumahnya dan sedangkan Melody masih berjalan menuju kerumahnya. Setelah itu dia mempersiapkan semuanya dan segera berangkat ketempat kerja, dia berlari menuju ketempat kerjanya.
Saat sampai dia melihat kak Lia berdiri didepan pintu, William mendekatinya dan lantas bertanya. Kak Lia bilang kalau dirinya sedang menunggu tamu yang sepertinya dekat dengannya, setelah bertanya dia langsung masuk dan mengenakan seragamnya.
William bersiap siap sambil sesekali merapikan seragamnya, setelah itu tidak terlalu lama restauran mulai dibuka kembali. Mereka bekerja lagi seperti biasanya, pesanan masuk tanpa henti untuk para pekerja. Waktu berlalu dan sekarang jam tiga sore, mereka siap untuk melanjutkan tes untuk para pekerja baru.
Kak Lia mengajak William keatas karena sudah ada yang mengambil alih dan ternyata pesanan sudah sedikit lambat dari biasanya, mereka naik ke lantai atas dan saat sampai sudah melihat orang orang kemarin ada sudah duduk di depan pandan Willy. Dimulailah tes hari kedua, masih dengan posisinya masing masing dan satu persatu dinilai.
Tidak banyak perubahan untuk hari kedua walaupun ada peningkatan sedikit, setelah selesai mereka pulang dan William melanjutkan pekerjaannya. Jam restoran beroperasi sudah selesai dan ditutup, semua orang sibuk dengan bersih bersih karena kalau belum bersih maka tidak boleh pulang. Setelah selesai para pekerja mulai meninggalkan tempat tersebut, termasuk William yang juga ingin pulang kerumahnya.
Namun saat mau pulang dirinya diajak kak Lia untuk naik lagi keatas, kak Lia bilang ingin membahas tes hari ini berdua saja tanpa paman Willy. Mau tidak mau dia naik keatas, mereka duduk dan mulai membicarakan tes hari ini.
"Tiap hari menunya berganti, memang paman Willy mau menggunakan berapa banyak menu?"
"Mungkin agar para pekerja baru terbiasa.. Oh iya, kalau ada menu kue kamu yang nilai ya? Aku dan paman Willy akan diam saja.."
"Lalu bagaimana menurutmu hari ini?"
"Ya mereka ada peningkatan.. Tapi masih kurang, mungkin tiga hari lagi mereka sudah bisa.."
"Begitu ya.."
Setelah pembahasan lama akhirnya selesai, William pamit untuk pulang sedangkan kak Lia masih duduk di atas. Dia turun dari tangga dan melewati dapur, dirinya melihat kalau masih ada beberapa orang yang masih ada di dapur. Mereka yang masih ada sedang bercerita bersama, salah satu mereka mengajaknya namun William tolak dengan hangat.
Setelah itu William melanjutkan perjalannya menuju kerumahnya, saat diperjalanan dia bertanya tanya kenapa masih ada orang didapur. Dia lupa menanyakannya kepada mereka, Kareena tidak mau kembali akhirnya dia pulang saja.
Sampai didepan rumahnya Melody dan William berniat untuk mampir sebentar, tapi lampu rumah mereka sudah padam. Dia berpikir kalau Melody dan ibunya pergi ke suatu tempat, karena itulah dia melanjutkan perjalannya. Saat sampai didepan rumahnya dia melihat Melody dan ibunya, mereka saling menyapa.
"Nak William, baru pulang?"
"Iya Tante.. Melody dan Tante pergi kemana? Lampu rumahnya dimatikan.."
"Tadi pergi keluar sebentar, hemat listrik jadi Tante matikan.. Memang nggak William ingin mampir tadi?"
"Iya Tante.. Mau membicarakan sesuatu kepada Melody.."
"Kalau begitu Tante pulang dulu ya, Melody disini saja.."
Ibunya Melody meninggalkan tempat tersebut, setelah itu William mulai membicarakan tes hari ini kepadanya. Setelah pembicaraan lama tersebut Melody berpamitan kepadanya dan pulang kerumahnya, sementara dia masuk kedalam rumah. William pergi ke kamarnya dan mengambil berkas berkasnya, dia mulai membacanya dan mencatat beberapa hal dilembaran kertas baru.
Karena itu tugasnya maka dia kerjakan saat itu juga, namun sebelum itu dia harus minum kopi agar tetap terjaga. William melanjutkan pekerjaannya, berjam jam dia lewati dan akhirnya selesai. Setelah itu dia mengirimkan hal yang perlu dikirim kepada paman Willy, setelah itu dia pergi ke kamarnya.
William tidur sisirnya sambil membuka ponselnya, dia membalas pesan yang masuk sambil menikmati efek kafeinnya habis. Saat sedang melihat pesan grup dia melihat beberapa foto dari teman temannya, foto yang mereka kirim adalah kampus mereka. Ada beberapa yang mengirim fot tempat kerjanya juga, namun tidak semuanya mengirimkan karena mungkin saja ada yang malu.
Candy memanggilnya untuk keluar karena dirinya tahu kalau William masih bangun, dia lalu memakannya tidak mau. Sebelum ditanya dia sudah menjawabnya, namun ada beberapa orang digrup tersebut juga penasaran dengannya. Banyak orang mengaguminya karena selalu nomor dua dikelas dalam pelajaran, termasuk orang orang yang digrup tersebut kebanyak orang yang pintar namun mereka selalu menganggap William melebihi siapapun.
Walaupun sekolah tidak memperlihatkan rangking seluruh murid namun orang yang di grup tersebut yakin William menempati peringkat pertama dari seluruh angkatannya, namun dia selalu bilang kalau masih ada Melody diatasnya. Hal tersebut membuat mereka juga pensaran dengan Melody, lalu mereka mencoba menariknya keluar.
Namun tidak ada reaksi sama sekali, William berpikir kalau Melody sudah tidur. Lalu mereka membahas hal lainnya, karena yang dibahas tentang kekayaan maka Willian berniat untuk tidur saja.
"Semoga besok ada hal yang menarik.."
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─