
❏ #The Noble
↳ Hari Persiapan #2
Setelah beberapa menit mereka berbicara datanglah seseorang ke atas, seseorang tersebut mengenakan pakaian yang rapi dan terlihat mewah, William membawa Nia untuk menjauh karena dirinya tidak mau mengganggu pembicaraan mereka. Dia mengajak Nia untuk melihat ke sekeliling tempat tersebut, mereka berdua juga mencoba tempat duduknya satu persatu dengan perlahan dan hening.
William sesekali melihat kearah paman Willy berada, dia berpikir kalau pembicaraan mereka sangat penting karena dirinya melihat beberapa orang membawa makanan dan minuman ke atas. Setelah itu mereka makan dan minum di atas sambil melanjutkan pembicaraannya, setelah cukup melihat lihat di atas William mengajak Nia untuk turun ke bawah.
Mereka turun ke bawah tanpa memberitahu paman Willy, saat sampai di bawah William mengajak Nia untuk pulang karena dia rasa akan menggangu para pekerja yang sedang menata tempat tersebut. Nia mengikuti perintahnya, namun sebelum pulang mereka berpamitan dengan nenek Widia terlebih dahulu dan setelah itu mereka keluar dari lingkungan tempat tersebut. Mereka berjalan menuju rumahnya William, saat di perjalanan mereka menemukan sebuah poster yang di tempel di dinding. Nia mendekati poster tersebut dan membacanya.
William yang melihatnya juga mendekati poster tersebut dan ikut membacanya, setelah dia baca tampaknya poster tersebut berisi acara yang akan datang di tempat yang sudah di tandai. Namun karena jauh dari tempat tinggal dia memutuskan untuk tidak datang ke acara tersebut, karena dia juga sekarang susah untuk mengatur waktunya setiap hari karena ada kuliah dan pekerjaannya. William juga tidak bisa ijin libur terus menerus, itu hal yang bisa membuat poin bekerjanya mengurang dan tidak mendapatkan bonus.
Setelah membaca William menyuruh Nia untuk melanjutkan perjalanan mereka, karena hanya ada satu poster saja yang terpampang di sana dirinya merasa kurang bersemangat. Dulu sangat banyak poster ataupun kertas yang selalu menempel di sana dan kadang dia membacanya jika lewat jalan tersebut, sekarang tidak ada satupun atau tepatnya jarang ada yang memasang poster di tempat tersebut.
Mereka akhirnya sampai di depan rumahnya William, namun sebelum masuk dia bertanya kepada Nia kalau ingin makan siang terlebih dahulu. Nia mengangguk dan dia membawanya ke tempat ibunya Melody berjualan, selama perjalanan mereka melewati tempat bermain dan berbagai toko yang masih buka di jalan tersebut. Masih ada banyak toko yang buka di jalan tersebut dan masih banyak juga orang yang membeli, mungkin karena banyak anak anak di daerah tempat tinggalnya William makanya banyak toko yang masih buka.
Makanya banyak orang yang mendirikan tenda di vestival yang pernah di adakan dulu dan kebanyakan orang yang mendirikan tenda adalah orang orang yang mempunyai toko di jalan tersebut, Nia sempat mampir ke taman terlebih dahulu untuk bermain beberapa saat, William hanya melihatnya sambil duduk di ayunan. Setelah selesai mereka melanjutkan perjalannya menuju ke jalan raya, sampailah mereka di jalan raya. Banyak mobil dan motor lewat di sana karena jalan tersebut menuju ke kota, setelah ith mereka berjalan kembali ke arah tujuan mereka.
William bisa melihat tempat tujuannya dari kejauhan dan tempat tersebut sangat ramai, banyak orang di sana yang sedang mengantri. Mereka mempercepat jalannya agar tidak mengantri paling belakang dan tidak mau kehabisan, setelah sampai mereka langsung mengantri sambil menunggu giliran mereka. Sambil menunggu mereka bermain bersama menggunakan tangan mereka, permainan yang sering dimainkan oleh anak kecil namun mereka berdua membuat permainannya sendiri. Setelah menunggu lama mereka sampai di giliran mereka, ibunya Melody menyambut mereka.
"Nak William, Nia juga.. Mau makan?"
"Iya tante, Nia juga.."
"Baik, makan di sini bukan? Kalau begitu duduk dulu.."
"Nia duduk aja.. Aku mau beli minuman, Nia mau apa?"
"Terserah kak William.."
"Maksudnya kak?"
"Ah, tidak apa apa... Tunggu ya.."
William meninggalkan Nia yang sedang duduk menunggu makanannya datang, sementara itu dia pergi ke toko terdekat dan membeli minuman untuknya dan Nia. Karena cuaca panas dia mengambil yang dingin, setelah membayar dia kembali ke tempatnya Nia. Dia melihat Nia sudah memakan makannya dan sementara itu Melody memegang sepiring makanan.
"William ini punyamu.."
"Terima kasih, tapi aku tidak melihatmu tadi?"
"Tadi aku beli sesuatu.. Ini baru kembali.."
Setelah tahu William menerima makanannya dan duduk dikursinya, tanpa basa basi dia memakan makanannya dan setelah habis dirinya ingin membicarakan sesuatu dengan temannya. Namun Melody sedang sibuk membantu ibunya, dia menunggunya senggang sambil menunggu Nia selesai dengan makan siangnya. Setelah melayani beberapa pelanggan akhirnya Melody senggang, lalu William memanggilnya.
Melody mendekat dan duduk di kursi, setelah itu William mulai membicarakan apa yang ingin dia sampaikan. Pembicaraan mereka sangat serius dan panjang, namun pembicaraannya sangat mudah untuk dipahami oleh Melody. Setelah pembicaraan yang panjang tersebut akhirnya mereka selesai dan Melody harus membantu ibunya lagi karena banyak pelanggan yang datang ke tempat tersebut, setelah itu Nia selesai dengan makan siangnya.
William menghampiri melody dan memberikan uang makan siangnya, setelah itu mereka berpamitan dengan kedua orang tersebut dan pulang ke rumah. di perjalanan mereka melewati taman lagi dan Nia ingin bermain lagi, dia mengikutinya dan ikut bermain bersama. Setelah beberapa menit bermain akhirnya Nia merasa lelah, William menyadarinya dan mereka pulang bersama menuju ke rumahnya.
Sampailah mereka di depan rumahnya William dan setelah itu mereka duduk terlebih dahulu di teras yang ada di depan rumahnya, mereka beristirahat sebentar di sana sambil menikmati angin yang sekarang sedang berhembus sangat pelan namun membuat nyaman. Setelah beristirahat mereka memutuskan untuk masuk ke dalam rumah, Nia langsung duduk di sofa sementara William pergi ke kamar mandi untuk buang air.
Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan pergi untuk mengambil air minum, dia membawa satu gelas air dan ingin memberikannya kepada Nia. William memberikan segelas air tersebut kepada Nia dan dia juga duduk di sofanya, mereka meminum segelas air tersebut dan setelah habis Nia menyalakan televisinya. Mereka sama sama beristirahat lagi sambil duduk di sofa tersebut dan menonton acara televisi, mereka menikmati waktu mereka bersama. Namun mereka lama kelamaan mereka merasa mengantuk dan ketika William melihat ke arah Nia, Nia sudah tertidur pulas di sampingnya.
Karena tidak mau mengganggu tidurnya Nia, William mematikan televisinya dan bangun dari sofa tersebut. Dia berjalan ke arah dapur dan duduk di meja makan, dia mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan yang dia dapatkan di hari tersebut. Ada beberapa pesan yang masuk termasuk dari kak Lia, dia membacanya secara perlahan dan setelah itu membalasnya.
"Baik kak.. Nia aman saja kok, ini dia tertidur habis main tadi.. Besok bagaimana kak? Apakah akan baik baik saja? Besok Nia akan masuk apa kak Lia sudah membuat ijin tidak masuk?"
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─