
Mereka berjalan bersam sama berbicara berberapa hal yang menurut mereka itu lucu untuk menghibur diri sebelum mereka sampai di tempat Vestival. William bertanya kembali kepada Nia apakah dirinya tau apa yang di lakukan kak Lia di rumah pada waktu luang ataupun waktu dia tidak melakukan apapun. Nia menjawab bahwa kakaknya sering ketiduran di meja makan setelah dia memakan makanannya, jadi dia sering membangunkan dirinya maupun membawakan selimut untuk kakanya jika kakaknya tidak bangun bangun. William sadar bahwa di kehidupan seseorang yang dari luar tegas dan penuh dengan semangat jika di rumah pun pasti memiliki karakter yang berbeda, dia juga tau bahwa kak Lia wanita yang hebat yang mampu mengurus semua hal bahkan dari cerita Nia dia tau kak Lia jarang tidur karena banyak urusan yang dia kerjakan.
Dia menanyakan beberapa pertanyaan kepada Nia tentang kakanya lagi dan kebanyakan yang Nia ceritakan adalah kehebatan maupun kekonyolan kakanya tersebut, William tertawa bersama Nia yang sedang berjalan menuju ke Vestival. Tidak begitu lama karena mereka saling berbagi tertawa akhirnya sampai di tempat Vestival. Mereka melihat sekeliling mereka dan nampaknya sudah banyak orang lagi yang ingin melihat kembang api pada waktu malam hari.
“Nia kita pergi ke tempat kakak Melody terlebih dahulu ya.” Katanya.
“Kakak Melody?” jawabnya.
“Tadi siang bukannya kamu melihatnya.. yang memberikan makanan gratis untuk nia.” Katanya.
“Ah iya kak Melody. Iyaa aku mau ke sana bertemu dengan kak Melody..” jawabnya dengan senang.
Mereka berjalan menuju ke tenda ibunya Melody, ketika sampai di dekat tenda tersebut terlihat Melody sedang berada di tendanya sendiri. Mereka menghampirinya dan menyapanya.
“Halo lagi kak Melody..” sapanya Nia.
“..Ohh halo Nia.. kamu ke sini lagi yaa.. dan halo William..” katanya sambil membalas sapanya Nia.
“Sore Melody.. kamu sendirian? Di mana ibumu?” tanyanya.
Melody menceritakan kenapa ibunya tidak ada di sana, ibunya Melody pulang terlebih dahulu untuk mandi dan beristirahat, karena ibunya menyuruh Melody untuk beristirahat namun diriya tidak mau makanya ibunya menyuruh untuk bergantian. Sekarang giliran Melody untuk menjaga tendanya dan ibunya pulang, karena mendengar cerita tersebut William langsung membantu Melody dan mengajak Nia juga untuk membantu. Mereka berdua membantu Melody berjualan sedangkan Melody beristirahat sejenak di belakang, waktu berlalu cepat dan malam hari datang tidak terasa. Semakin malam semakin banyak pengunjung yang datang ke sana karena pada waktu malam akan ada pertunjukan kembang api, William ingat dulu pernah ada orang orang yang terliaht konyol saat perayaan kembang api.
Mungkin karena ingin menunjukan rasa cinta terhadap pasangnnya atau hal lain mereka melakukan hal konyol di sana saat pertunjukan kembang api tersebut di mulai. William merinding, dia berpikir apakah akan ada hal konyol seperti tahun kemarin lagi dan dia berharap tidak sama sekali. Dia melanjutkan membantu berjualan kembali, dan ada beberapa orang yang mampir ke tendanya. Dia melayani para pembeli dengan penuh senyuman dan perilaku yang ramah, tidak pernah ada satupun pembeli yang kecewa dengan makanan ibunya Melody sehingga dia ingin semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan ibunya melody. Tidak begitu lama ibunya Melody datang kembali.
“Oh nak William.. kamu sudah datang ke sini, tapi di mana Melody?” sapanya sambil bertanya.
“Melody ada di..? Kok tidak ada ya… tadi di sini mungkin dia ke suatu temat dan ada kepentingan tante.” Katanya.
“.. Mungkin saja Melody ke kamar mandi.. dan anak kecil ini siapa namanya.. aku baru melihatnya?” tanyanya.
“ini namaya Nia.. adiknya dari senior saya di tempat kerja.. dan Nia ini tante.. ibunya Melody..” jawabnya sambil mengenalkan satu sama lain.
“Halo Nia, apa nia lapar? Tante ada cemilan kecil yang sempat tante beli tadi sebelum ke sini.. nih bagi ya sama kak Wiliam juga.. oh iya nak William.. tante bisa minta tolong untuk mencarikan melody?.” Tanyanya.
“Baik tante akan saya cari Melody, nia kamu disini dulu ya bersama tante.. nanti kak William akan membelikan sesutau yang manis untuk Nia..” katanya.
“Baik kak..” katanya.
Dia meninggalkan tenda tersebut dan mulai menyari keberadaannya Melody, dia mulai mencari di kamar mandi yang disediakan oleh para panitia acara. Sesampainya di kamar mandi banyak orang di sana yang sedang mengantri ingin menggunakannya, William agak kesulitan berjalan di sana dan akan sulit untuk mencari melody karena dia melihat Melody dengan pakaian yang berbeda. Karena dia berpikiran Melody menggunakan kamar mandi, dia memutuskan untuk menunggu di luar. Lima menit berlalu dia menunggu di depan kamar mandi dan belum ada tanda tanda Melody keluar, sepuluh menit menit berlalu dan masih belum keluar. William yang sedang menunggu menerima sebuah pesan, dia melihat ponselnya dan pesan tersebut dari ibunya Melody.
“William apakah kamu bersama Melody saat ini? Dia belum ke sini sama sekali.” Tanyanya.
“Belum tante.. saya cari di kamar mandi juga tidak ada, akan saya cari di tempat lain.” Katanya.
Dia mulai mencari diberbagai tenda yang lain dan tidak menemukan keberadaannya Melody sama sekali, dia berjalan menuju pintu depan dan mencarinya namun juga tidak ada. Karena dia bingung harus mencari di mana lagi, dia memutuskan untuk mencarinya di taman yang dulu pernah mereka kunjungi. Ide tersebut muncul entah dari mana dan mungkin saja Melody ada di sana pikirnya. William langsung menuju ke tempat tersebut, sesampainya di sana dia mendengar suara ayunan sedang berayun. Dia mendekat ke suara tersebut dan semakin dekat dia tuju terlihatlah ada seseorang yang sedang bermain di sana. William mendekatinya dan seseorang tersebut adalah Melody. Dia duduk di ayunan yang berada d sampingnya.
“Kenapa kamu di sini? Ibumu mencarimu.. Apa kamu ada masalah dengan ibumu atau yang lainnya?.” Tanyanya.
“Hmm bukan begitu.. Aku tidak pernah marah ataupun punya masalah dengan ibuku, namun aku hanya bingung dengan perkataan ibu tadi.” Jawabnya.
“Emang perkataan tante apa? Kalau kamu mau bercerita.” Kata William.
“Ibu bilang bahwa kalau aku ingin berkuliah maka berkuliahlah, karena ibu melihat aku ingin berkuliah, namun aku bingung mau melanjutkannya atau membantu ibu saja, walaupun aku mendapat beasiswa dari sekolah namun beasiswanya hanya bisa di pakai di kampus yang terikat bisnis dengan sekolah itu, jadi walaupun begitu itu masih bisa dipakai di kampus lain, namun hanya setengahnya saja yang bisa dipakai jadi masih perlu beberapa uang.” Jawabnya sambil mengayunkan ayunannya.
“Oh maka dari itu kamu mau belajar membuat kue dan ingin menjualnya karena bingung karena masalah ini?” tanyanya.
“Ya begitulah.. walaupun aku sudah punya kampus yang ingin kumasuki namun aku masih bingung.. bagaimana dengamu william.” Tanyanya.
“Aku juga tidak tau.. mungkin saja aku akan berkuliah sambil bekerja..” jawabnya.
“Begitu ya? Baiklah, ayo kembali ke ibuku mungkin ibu sedang menunggu kita berdua. Karena batrai ponselku juga habis jadi tidak bisa menjawab pesan ibu..” jawabnya sambil berdiri dari ayunan.
Mereka bangun dari tempat duduknya dan mulai berjalan kembali ke tempat Vestival, karena masih ada yang ingin Melody tanyakan, makan dia tanyakan saat mereka sedang berjalan bersama. Hal hal yang perlu dia lakukan untuk menjual kue yang sering dia tanyakan dan harus bagaimana, karena Melody tidak membawa buku catatannya dia menghapalnya. Mereka akhirnya sampai di gerbang depan, William ingin membeli sesutau maka dia menyuruh Melody untuk duluan. Melody langsung pergi ke tenda ibunya untuk menolongnnya, semakin banyak membuat William susah berjalan menuju tempat yang ingin dia tuju. Orang yang datang ke sana berjalan menuju ke tempat kembang api akan di adakan, mereka terlihat berburu buru untuk datang tepat waktu.
Melody datang ke tenda ibunya dan langsung meminta maaf kepada ibunya, dia bilang ingin mendinginkan kepalanya dan beristirahat. Ibunya tidak mempemasalahkannya namun dia ingin anaknya tersebut ijin terlebih dahulu jika ingin pergi dari pandangannya. Melody juga meminta maaf karena batrai ponselnya habis jadi tidak bisa mengirimkan pesan dan berjanji tidak akan menghilang lagi tanpa meminta ijin. Nia yang melihat Melody datang tanpa ada William di sampingnya menannyakannya kepada Melody.
“Kak William kemana? Kok kak Melody datang sendiri?” tanyanya.
“Tadi katanya William pergi ke suatu tempa sendiri dan akan kembali ke sini.. jadi tunggu saja ya Nia.” Jawabnya.
William yang sudah selesai dengan urusannya langsung kembali menuju tenda ibunya Melody dan menemuinya, dia datang di saat mereka bertiga sedang beres beres tempat tersebut. Nia yang melihat kedatangannya William langsung berteriak memanggilnya.
“Kak William…” teriaknya.
William langsung mendekat ke tenda tersebut dan meminta maaf ke Nia maupun ibunya Melody. Ibunya Melody tidak mempermasalahkannya dan bilang sesuatu kepada William, dia membicarakan tentang tempat duduk untuk melihat kembang api. Dia meminta tolong kepada William untuk mencarikan tempat duduk untuk mereka ber empat. William langsung menerima perintah tersebut dan langsung berlari meninggalkan tempat tersebut karena awal tadi dia melihat semua orang terburu buru ke tempat kembang api dan takutnya dia tidak mendapatkan tempat untuk duduk. Sesampainya di tempat kembang api, dia melihat sudah banyak orang yang sedang duduk dan ada yang sedang mengatur tempat duduknya. Sudah banyak tempat yang sudah di pakai dan hanya tersisa tempat yang lumayan jauh dari panggung.
William lupa dengan alas duduk mereka dan langsung berlari ke tenda panitia untuk meminjam alas yang sudah di sediakan jika orang orang lupa membawa alas mereka, sesampainya di sana ternyata semua alas sudah di pinjam. Dia bingung harus berbuat apa dan memutuskan untuk berbicara kepada ibunya Melody, dia berjalan kembali ke tendanya Melody. Dia menemui ibunya Melody dan berbicara tentang tempat duduk dan alas yang sudah tidak tersedia, ibunya Melody tersenyum dan mengambil sesuatu dari belakang. Dia mengambil alas duduk yang sangat besar dan memberikannya kepada William.
“Ibu akan menutup tendanya.. nak William ajak saja Melody dan Nia ke sana dan atur alasnya untuk kita..” katanya sambil membersihkan tendanya.
“Baiklah tante..” jawabnya.
Mereka bertiga berjalan ke tempat kembang sedangkan ibunya Melody membersihkan tendanya, mereka berjalan kesana sambil membawa beberapa makanan untuk di makan saat kembang api di nyalakan. Sesampainya di sana William masih bingung untuk menaruh alasnya dimana, saat dia sedang mencari tempat tiba tiba Nia menarik bajunya.
“Kak di sana.. dibawah pohon itu…” katanya.
Mereka bertiga langsung melihat tempat kosong tersebut, karena William tidak mau tempat tersebut dipakai orang terlebih dahulu makanya dia langsung lari sambil membawa alasnya. Dia sampai dahulu dan langsung menaruh alasny sementara Melody dan Nia berjalan ke arahnya. Sementara mereka berdua berjalan ke arahnya, William mencoba untuk membentangkan alas tersebut. Pada saat membentangkannya dia melihat bahwa alas tersebu sangat besar dan sanggup menampung hingga sepuluh orang. Dia ingin langsung tidur di atasnya karena biasanya dia hanya bisa duduk di alas biasa, namun alas kali ini membuatnya ingin tidur di atasnya sambil menikmati suasanya yang berbeda.
Mereka berdua akhirnya sampai di sana dan ketika melihat William langsung tertawa karena tingkah laku William yang sedang membayangkan sesuatu. Nia langsung duduk di alas tersebu sementara Melody menaruh beberapa makanan di tengahnya, dia juga duduk sedangkan William masih berdiri dan membayangkan sesuatu. Melody memanggil William.
“William…” katanya.
William langsung sadar dan ketika dia kembali sadar yang dia lihat dua orang tadi yang tertinggal jauh sudah duduk di alasnya. Dia pun langsung ikut duduk di alasnya, karena merasakan suasana yang berbeda William ingin tidur di atasnya. Tiba tiba ponselnya berbunyi, dia mengambil ponselnya dari sakunya dan membukanya ternyata panggilan dari kak Lia. Dia langsung menjawab panggilan tersebut.
“Halo William.. apakah acaranya sudah dimulai? Aku ada di gerbang dan nampaknya sudah sepi.. kalian dimana ya?.” Tanyanya.
“Halo kak Lia, masih belum dimulai kok.. kami di lapangan dan sedang menunggu di bawah pohon..” jawabnya.
“Baiklah.. aku akan ke sana..” jawabnya dan langsung mematikan ponselnya.
William menyimpan ponselnya dan memberi tau kepada kedua orang tersebut tentang kedatangannya kak Lia, Nia merasa senang karena kak Lia bisa ikut bermain dengannya tanpa harus di tinggal tidur lagi. Sambil menunggu kedatangannya kak Lia, Nia mengajak Melody untuk bermain berasama.
“Sepertinya kalian ini kakak dan adik yang terpisah ya seperti di film film.” Katanya.
“Eh benarkah? Aku anak tunggal jadi tidak tau bagaimana punya adik, apakah begini rasanya punya adik.?” Tanyanya.
“Bagaimana denganmu Nia?” tanya William.
“Ahh kak Lia selalu sibuk, jadi tidak bisa bermain dengan Nia.” Jawabnya.
“Baiklah aku akan istihat dan tidur sebentar.. bangungkan aku kalau sudah mau mulai ya.” Katanya.
William ingin tidur untuk sementara sambil menunggu acaranya dimulai, seketika ada suara seseorang terdengar di telinganya. William bangun acaranya sudah selesai jadi ayo pulang. Dia bangun dari tidurnya dan lngsung melihat sekitarnya, namun masih banyak orang disana dan nampak acaranya belum di mulai. Dia melihat ke dua tersebut orang yang masih bermain bersama, mungkin saja itu halusinasinya saja. Dia melanjutkan tidurnya dan tidak begitu lama ada suara seseorang lagi yang terdengar.
“Loh ini William kenapa tidur di sini.. bukannya harusnya kamu tidur di kamar saja? Sana di sini dingin loh tidak ada selimut.. ya walaupun begitu aku pulang dulu ya.” Kata seseorang tersebut.