The Noble

The Noble
Episode 8



Candy ikut membantu mereka untuk berjualan di tenda ibunya Melody, dia diberi tugas oleh William dari hal merapikan maupun menata makanan. Karena dia ingin memakan manisan lagi, Candy tidak butuh waktu yang lama untuk menata dan mengemas semua makanan yang ibu Melody jual. Akhirnya mereka mendapatkan bantuan tambahan hanya bermodal manisan. Ibunya melody menyuruh mereka untuk beristirahat supaya mereka tidak terlalu capek. Candy mendapat ide untuk beristirahat sambil mencari hal yang baru yang mungkin saja mereka temui.


“Yaa bisa ditebak.. dia hanya ingin mencari manisan, bukan beristirahat.. istirahat di kamus Candy adalah makan manisan..” kata William.


“Haha.. biarlah.. dia mungkin juga capek membantu ibu dari tadi.. karena aku cuman memberi dia sebuah permen saja.. mungkin hadiah selanjutnya lebih dari permen..” jawab Melody.


Namun mereka berdua merasa buthuh istirahat dan tidak bisa berjalan menemani Candy untuk berkeliling. Karena mereka berdua lelah, Candy memutuskan untuk berkeliling sendiri sedangkan yang lainnya beristirahat di tenda ibu melody. Ibunya lupa sesuatu barang dan memutuskan untuk menyuruh Melody untuk megambilnya di rumah. Sembari Melody kembali kerumah untuk menagmbil barang yg ketinggalan, Ibunya melody memutuskan untuk bercerita sana sini dan bertanya kepada William soal Melody yang dari kemarin dekat dengan William dan apa yang mereka lakukan, William bingung apakah dia akan bercerita kepada ibunya Melody secara jujur atau kebohongan.


“Awas ya kalau berbohong.. tante bisa tau loh kalau kamu berbohong.” Katanya.


“Heheh.. Melody sedang belajar tante.. dia ingin masuk kuliah jadi belajar.” Jawabnya


“Jadi begitu ya.. jadi nak William juga mau masuk kuliah?” tanyanya.


“Iya tante tapi tidak tau dimana.. Melody juga tidak bercerita mau kuliah di mana.. Mungkin saya akan memilih yang dekat dengan rumah.” Jawabnya.


Mereka bercerita ke sana ke mari, di tempat Melody yang sedang menuju ke rumahnya melihat beberapa orang yang sedang berjalan ke lapangan acara tersaebut. Dia langsung buru buru untuk mengambil barang yang ketinggalan oleh ibunya. Dia sampai di rumah membuka pintu namun dia lupa kuncinya di bawa ibunya, dia teringat ada kunci cadangan yang selalu ditaruh dibelakang pot bunga. Melody mengambilnya dan membuka pintunya, dia mencari di dapur maupun di lemari tidak ada dan memutuskan untuk menghubungi ibunya menanyakan di mana barangnya. Ibunya menjawab kalau barang tersebut ada di kamar ibunya dan ada di dalam kotak. Dia menuju kamar ibunya dan membuka kotaknya, Melodu melihat sebuah kue yang masih utuh dan ada sebuah kertas surat didalamnya. Dia membaca surat tersebut.


“Semoga cita citamu bisa tercapai.. selalu semangat dan terimakasih mau menemani ibu sepanjang hidup Ibu… oh iya selamat ulang tahun anakku, dimakan kuenya itu dari ibu.”


Dia menangis dan tersenyum di saat yang bersamaan, dia mnedapat pesan dari ibunya.


“Oh iya barangnya emang beneran ketinggalan, ada di samping kuenya.. Kalau sudah dapat barangnya segera kemari karena ada beberapa pelanggan yang datang.”


Dia menghapus air matanya dan membalas pesannya, Melody membawa barang tersebut berjalan kembali ke tempat Vestival. Sesampainya di tempat tersebut sudah banyak orang orang yang datang lagi memanandakan masih ada yang menarik di Vestival tersebut. Saat ingin berjalan kembali ke tenda ibunya dia bertemu dengan Candy.


“Oh kenpa dengamu Melody? Apa kamu habis menganis? Oh iya itu apa.. kue yaaaa aku bisa menciumnya.” Tanyanya.


“Ah bukan.. aku tadi berlari jadi terkena debu.. oh iya tebakanmu benar, ini kue.. kamu mau? ayo kita makan bersama di tenda.” Jawabnya.


Candy dan Melody memutuskan untuk kembali menuju tenda ibunya, dia melihat dari kejauhan William dan ibunya saling bertuka cerita dan sesekali tertawa. Dia merasa senang karena mendapat teman teman yang bisa berteman dengannya, karena dari kecil dia tidak punya teman sama sekali. Seringnya berpindah tempat membuat hubungan dengan seelilingnya terbatas. Merka berjalan mendekat ke tenda ibunya.


“Oh kamu sudah sampai.. di mana barangnya nak.. ibu membutuhkannya.” Kata ibunya.


“Ini Ibu dan terima kasih.” Jawabnya dan langsung memeluknya.


“Loh kamu ini kenapa.. Sudah sudah.. ada temanmu apa kamu tidak malu?” tanyanya.


“Tidak apa apa ibu.. maaf akan kubalas perbuatan ibu nanti.” Jawabnya sambil melepas pelukan.


“Oh iya ini ada kue.. di makan yaa… apalagi kamu candy ambil saja sepuasmu.” Kata Melody sambil membua kotak kuenya.


“William juga makan kuenya.” Kata Melody ke William.


Karena mereka bertiga sudah membantu, ibunya Melody mempersiapkan makan siang mereka dan mengucapkan terima kasih karena membantu dirinya dalam membuka tenda tersebut.


Dia menaruh makan siang di atas tenda dan menuang beberapa barang ke dalam wadah kaca. Benda yang ketinggalan tadi di buka dan ternyata barang tersebut berisi manisan dari kampung halaman Melody. Candy yg melihat ada manisan tersebut langsung menoleh sambil dia memakan kuenya.


“Apa nak Candy mau ini.. ini dari desa tante.” Tanyanya.


“Mau tante..” jawabnya dan langsung pindah dari kue ke manisan.


Acara yang masih berjalan tersebut walaupun keadaan siang masih banyak orang yang berjalan di sana. Dari warga lokal maupun luar bermain ke sana, ibunya Melody mendapat pembeli lagi di siang hari dan melayani mereka. Karena mereka bertiga sedang makan siang, ibunyalah yang harus berjualan. Karena merasa kasihan dengan ibunya Melody, William memutuskan untuk menyelesaikan makan siangnya dan membantu ibunya Melody lagi. Dia berteriak dia depan tendanya dan mempromosikan tenda tersebut secara meriah, Candy dan Melody terkejut bahkan ibunya juga terkejut. Warga yang mendengar suara tersebut satu pertsatu mulai berdatangan dan membeli jualan ibunya Melody.


\=\=\=\=\=\=\=\=\= TIME SKIP \=\=\=\=\=\=\=\=\=


Walaupun banyak yg datang ke sana namun jualan mereka belum habis karena semua orang memilih kebutuhan mereka masing masing. William lupa kalau dirinya membawa barang barangnya, dia mengeluarkan barang barangnya yang dibawa dengan tasnya tadi dan menaruhnya di atas meja. Dia membawa kue untuk teman temannya dan kue tersebut merupakan kue dibuat bersama melody. Mereka mulai tertarik dengan kuenya William bahkan ibunya Melody, mereka memakan kue tersebut dan menyuakinya. Waktu mulai sore dan keadaan mulai sepi karena panas dan ada yang sebagian pulang maupun beristirahat di bawah pohon untuk berteduh. Ibunya Melody memutuskan untuk pulang sebentar untuk mengurus beberapa hal, Melody ingin membantunya tapi ibunya menolak. Ibunya menyerahkan tendanya kepada mereka lalu pergi dari tempat tersebut, William bilang Kepada Candy dan Melody.


“Jika ingin bermain pergilah.. Akan ku jaga tendanya.” Katanya.


“Apa kamu tidak apa apa di tinggal?.” Tanya Candy.


“Tidak usah William aku juga mau disini.” Kata Melody.


“Candy apakah kamu menemukan hal yang menarik?” tanya Melody.


“Iya ada tapi tadi aku ditarik duluan oleh William.. jadinya belum jadi ke sana..” jawabnya.


Mereka akhirnya pergi untuk menuju tempat yang mau di datangi oleh Candy, sedangkan William menjaga tenda tersebut sambil memeriksa dan menghitung persediaan. Saat dia sedang memeriksa barang, seseorang datang ke tedanya. Dia menghentikan kegiatannya da menatap pelanggan tersebut, tetapi saat dia melihat pelanggan tersebut wajahnya familiar baginya dan orang tersebut adalah paman Willy.


“William apa yang kamu lakukan di sini? Apakah ini tendamu?” tanyanya.


“Oh paman Willy kenapa anda di sini.. Ahh tidak.. ini tenda temanku.. aku membantu teman ibuku..” jawabnya.


“Oh iya.. kukira kamu mendirikan sendiri.. apakah kamu tidak pernah melihat paman ke vestival ini?” katanya.


“Aku baru tau paman sering ke sini.. dulu aku hanya datang sebentar jadi tidak terlalu lama bermain di sini.. oh iya paman mau beli seseuatu?” tanyanya.


“Boleh.. paman sedang lapar jadi siapkan yaa.. apa paman boleh duduk di situ?” jawabnya sambil menunjuk kursi kosong.


“Oh iya paman silahkan.. tunggu saja, aku akan menyiapakan untuk paman..” katanya.


Paman Willy duduk di kursi yang ada di sampingnya William sambil menunggu dirinya menyiapkan makanan untuk pamannya. William memilih banyak makanan untuk pamannya dan memberikan makanan terasebut kepada pamannya, setelah menerima makanan tersebut paman Willy langsung memakan makanannya sambil menikmati suasana yang ada di sana. William kaget dengan caranya paman Willy yang sangat cepat tersebut, dia berpikir bahwa paman Willy sangat lapar atau mungkin karena makanannya enak. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk paman Willy menghabiskan makananya, dia menaruh piring kosongnya di atas meja. William yang melihat paman Willy selesai menghabiskan makanan tersebut langsung mengambilkan segelas air untuknya.


“Ini paman air.. gratis untuk paman..” katanya sambil memberikan segelas air.


“Kamu yakin ini gratis.. bukannya harus bayar..” tanyanya.


“William yang traktir paman.. jadi tidak apa apa paman.. nanti aku masukan uangku kedalam penyimpanan..” katanya.


Paman Willy hanya bisa tersenyum dengan kebaikan William, dia menerima segelas air tersebut dan meminumnya. Mereka mulai berbincang bincang tentang restoran yang akan dibuka 2 hari lagi, walaupun masih lama mereka membahasnya setiap ada waktu dan entah dimanaun demi kemajuan restoran tersebut. Dengan itulah kenapa restorannya paman Willy bisa bertahan lama karena pegawainya di ajari dengan giat dan selalu cepat tanggap, bahkan pegawai yang bekerja di restorannya dia pilih sendiri dan mengawasinya ketika mereka sudah bekerja di sana. Kak lia juga dulu seperti pegawai yang lainnya namun sekarang dia bertanggung jawab yang mengawasi para pegawai sekarang.


“Oh iya William.. bagaimana dengan alat yang kamu pinjam.. apakah sudah kamu gunanakan?” tanyanya.


“Sudah saya gunakan paman.. dan terima kasih sudah mau meminjami alatnya.” Jawabnya sambil menunduk.


“Baguslah.. dan lagi pula kamu bekerja di sana.. jadi kamu bisa memakainya sesuka hati namun harus membersihkannya dan menatanya dengan rapi.. Yaudah paman mau pergi lagi karena ada urusan yang mau paman lakukan di wilayah ini.. ini uangnya sisanya untuk temanmmu.” Kata paman Willy sambil berdiri dan memberikan uangnya.


“Terima kasih paman karena mau membelinya.. akan kuberikan kepada temanku nanti.. selamat jalan.” Jawabnya.


Di tempat lain Candy dan Melody berkeliling ke sana kemari, karena Candy tau diaman letak tempat tersebut akhirnya menemukan apa yang dia inginkan. Melody dapat menebak apa yang mau dibeli oleh temannya tersebut yaitu manisan, mungkin manisan yang diinginkannya tersebut belum pernah dia makan. Melody melihat manisan tersebut dan ternyata manisan tersebut pernah dia makan waktu kecil bersama ibunya.


“Ini manisan yang pernah ibu belikan pada waktu kecil dulu.. akan aku beli untuk ibu.”


Melody membeli manisan tersebut dan mengeluarkan uangnya, dia memberikan uangnya dan mengambil 2 manisan. Melody yang kebingunan bertanya kepada Candy karena tingkah lakunya yang penasaran tersebut. Candy ternyata belum pernah makan manisan tersebut dan setiap perilakunya dapat dia keluarkan saat melihat hal baru.


“Oh bibi aku mau beli ini 10.. ini 10 dan ini 10..” katanya sambil mengeluarkan uangnya yang paling besar.


Bibi penjual manisan tersebut terkejut karena Candy mengeluarkan uang besar yang seharusnya uang kecil pun sudah cukup untuk membeli manisan itu, sedangkan Melody menggelenkan kepalanya karena perilaku temannya tersebut. Saat Candy sedang sibuk memasukan manisannya kedalam wadah Melody melihat sesuatu di samping kedai tersebut adalah minuman. Dia ingin membelikannya untuk William dan Ibunya. Dia berjalan ketenda yang ada di samping dan membeli minuman tersebut, tepat selesai membeli minuman Candy sudah selesai dengan manisannya.


“Kita lebih baik kembali ke tenda.. kita sudah terlalu lama.. kasihan William menunggu sendirian.”


“Yah padahal aku masih ingin keliling..” jawabnya.


“Nanti kamu bisa berkeliling lagi..” katanya sambil menarik Candy yang sedang memakan manisannya.


Mereka berjalan kembali ke tenda dan saat sampai mereka melihat William sedang berbicara dengan sesorang. Melody menanyakan kepada Candy apakah dia tau siapa yang diajak bicara oleh william, Candy menjawab tidak tau sambil memakan manakannya. Karena mereka berdua saling tidak tau akhirnya menunggu untuk orang tersebut meninggalkan tenda. Saat orang tersebut sudah pergi dan dengan rasa keingintahuan mereka mendekati William dan bertanya kepadanya. Wiliam menyadari Candy dan Melody yang sedang mendekatinya.


“Apakah keliling kalian menyenangkan.. dari kulihat sepertinya kalian berdua bersenang senang.” tanyanya.


“Lumayan menyenagkan dan Candy masih ingin bermain tapi karena kamu sendirian di sini jadi aku menyeretnya ke sini.” Jawabnya.


“Oh iya William orang tadi siapa? Kelihatannya orang itu dekat denganmu.. apa kamu mengenalinya?.” Tanyanya.


“Orang tadi? Itu paman Willy.. dia yang punya restoran.” Jawabnya.