The Noble

The Noble
The start of adult life #5



❏ #The Noble


↳ Awal dewasa #5


William menikmati malam yang tenang tersebut dengan bersantai di teras rumahnya, dia duduk menatap langit sambil menikmati minumannya. Saat memandang ke arah langit dia teringat kalau ayahnya dulu suka mengajaknya melihat bintang diberbagai tempat yang sekiranya bisa melihat bintang dengan jelas.


Setelah memandang terlalu lama dan minumannya habis dirinya merasa mengantuk, William berdiri sambil membawa gelasnya dan masuk ke dalam rumah. Dia menaruh gelasnya di tempat cucian dan setelah itu pergi ke kamar mandi, setelah dari kamar mandi dirinya pergi ke kamar untuk bersiap siap untuk tidur.


Saat sampai di kamar William membuka tirai dan jendela kamarnya, dia masih ingin melihat ke angkasa yang gelap penuh bintang tersebut. Namun lama kelamaan udara dingin membuat dirinya tidak nyaman, dia menutup jendela beserta tirainya.


Dia merasa harus dan keluar kamar untuk minum air putih terlebih dahulu sebelum tidur, namun rasa posts gigi yang William dapat saat minum air. Karena baru saja dirinya menggosok gigi membuat apa yang masuk ke dalam mulutnya terasa hanya pasta gigi, setelah itu dia pergi ke kamarnya kembali.


William duduk di kasurnya dan membuka ponselnya, dia melihat pesan terlebih dahulu sebelum tidur seperti biasanya. Namun kali ini pesan yang masuk dan yang ada di grup tidak sebanyak hari hari biasanya, tampak sepi dan hanya ada beberapa pesan saja.


Dia heran lalu mencoba untuk melihat pesan di groupnya, hanya ada beberapa kata tentang masuk kuliah dan bekerja saja. William berpikir kalau teman teman lamanya sudah sibuk dengan urusannya masing masing, karena itu dia memutuskan untuk tidur juga untuk bisa beraktivitas besok hari dengan penuh energi.


Alarm berbunyi dan William mematikannya, dia bangun dari kasurnya dan membuka jendelanya. Matahari sebentar lagi akan naik dan di saat itulah dia ingin duduk santai melihat matahari terbit, dia langsung bergegas ke depan sambil mengenakan jaketnya.


William membuka pintunya dan keluar dari rumahnya, dia duduk di tanya sambil menunggu matahari terbit. Karena masih lama dia memutuskan untuk masuk untuk membuat minuman panas untuk menghangatkan tubuhnya di pagi hari tersebut, setelah itu dirinya membawa minuman tersebut ke luar rumah.


Dia menaruh minuman tersebut dan duduk kembali, Wulan menunggu lagi sambil menikmati minumannya. Setelah sekian lama menunggu akhirnya matahari terbit, lalu dia duduk di lantai untuk menikmati sinar matahari.


"... Damai dan tenang."


Setelah lama duduk di bawah sinar matahari William mulai merasa kepanasan, dia bangun dari duduknya dan masuk ke dalam rumah sambil membawa gelas kotornya. Dia melihat ada dua gelas yang belum di cuci, maka dari itu dia menyempatkan untuk mencuci gelasnya.


Tidak lama setelah itu dia pergi ke kamarnya dan mengambil baju bersih, William terus pergi ke kamar mandi. Setelah mandi dirinya bersiap siap untuk berangkat kuliah, semua persiapan selesai dan dia mengecek kembali persiapannya.


Karena sudah semua maka dia keluar dari rumah, William melihat temannya sudah ada di depan rumah. Mereka pergi bersama ke kampus mereka, selama perjalan Melody menanyakan banyak hal kepadanya. Karena hari ini masih latihan dan Melody harus melihat melihat dengan benar benar setiap pekerjaan orang agar tidak dimarahi, William hanya tertawa menanggapinya.


"Kamu kenapa?"


"Tidak.. Apa kamu akan jadi Chef nantinya?"


"Hehe, aku tidak tahu.."


"Berjuanglah."


Mereka sebentar lagi sampai di kampus, namun saat sudah dekat William teringat sesuatu dan menghentikan langkah kakinya. Dia lalu menanyakan sesuatu kepada temannya tersebut, namun kekhawatirannya ternyata sia sia karena hanya hal sepele yang membuatnya terlalu banyak berpikir.


Sampailah mereka di depan gerbang kampus, banyak orang yang masuk ke dalam lingkungan kampus. Setelah itu mereka melanjutkan perjalannya menuju ke kelas mereka, selama perjalan menuju gedung mereka bertemu dengan teman barunya.


Mereka bertiga pergi bersama menuju ke kelas, sampailah mereka di depan kelas. Sudah ada beberapa mahasiswa yang datang dan duduk di kursinya, mereka juga langsung duduk dirinya masing masing.


"Jadi kemarin bagaimana Melody?"


"Aaa.. Itu? Begitulah.."


"Kenapa?"


"Haha, itu sudah bisa.. Nanti juga akan terbiasa.."


"Aku kan baru pertama kali bekerja di restoran.. Kamu punya restorannya sendiri bukan?"


"Milik orang tuaku, aku juga kerja di sana.. Jadi soal belajar bersama bagaimana?"


"Kita bahas nanti saja.."


Karena dosen masuk mereka menghentikan pembicaraan, dosen hari ini Bu Ratna. Beliau menjelaskan materi pelajarannya dari awal dan mulai menanyakan pengalaman kepada beberapa mahasiswa, ada yang sudah dapat dan ada juga yang belum termasuk Melody.


William mencatat aja semua yang Bu Ratna jelaskan karena tidak mau keindahan satu pun hal yang penting, setelah itu Bu Ratna menjelaskan materi kedua dan ketiga sampai selesai. Tidak terasa sudah jam sebelas siang, sia satu jam lagi. Namun Bu Ratna menghabiskan satu jam tersebut untuk mengenal lebih jauh para mahasiswanya.


"Disini keluarganya ada yang punya tempat makan atau toko maupun sejenisnya?"


Banyak mahasiswa yang mengangkat tangan termasuk Amelia, satu persatu di tanya dan sekarang gilirannya Amelia.


"Untuk kamu Amel, seperti apa tempat orang tuamu?


"Restauran kecil Bu, kebanyakan hanya orang orang bisa saja yang datang.. Menunya juga bisa, tidak terlalu banyak.."


"Lalu kenapa kamu masuk Pastry?"


"Aku suka Pastry dan menu yang ada aku yang membuatnya semua."


"Hebat ya."


Setelah itu Bu Ratna menunjuk mahasiswa lain dan menanyainya kembali, William diam diam mencatat informasi yang diberitahu kepada para mahasiswa yang ditunjuk untuk berbicara. Dia memanfaatkan kesempatan kali ini untuk lebih tahu dunia luar dan sebagai persiapan untuk membuka tokonya di masa depan, jam kelas selesai berbunyi dan pada dengan mahasiswa terakhir di tanyai.


Bu Ratna berpamitan dan pergi meninggalkan kelas, para mahasiswa juga mulai meninggalkan kelas. Namun mereka bertiga masih ada di sana, mereka melanjutkan pembicaraannya tadi pagi soal belajar bersama. William menyarangkan untuk menundanya beberapa hari lagi karena Melody harus fokus, Amelia hanya bisa setuju.


Setelah selesai mereka meninggalkan kelas tersebut dan keluar dari gedung, seperti biasa Amelia selalu berpisah dengan mereka berdua. Sementara itu Willian bersama Melody pergi ke gerbang kampus bersama, saat di depan gerbang mereka berhenti sebentar.


"Oh iya William, kita jarang melihat kak Dea?"


"Aku juga sudah lama tidak mendapat pesan maupun bertemu dengannya, mungkin tahun kedua sibuk karena mempersiapkan banyak hal apalagi kompetisi yang di bicarakan oleh Amelia.. Oh iya, apa kamu nanti tahun kedua juga ikut kompetisi Melody?"


"Aku.. Kuasa aku akan kalah di kampus ini dan tidak mungkin bisa sampai keluar.."


"Coba saja siapa tahu bisa.."


".. Lalu bagaimana denganmu?"


"Aku ikut, kesempatan bagus untuk menarik banyak pelanggan ke restorannya paman Willy.."


"Promosi terus kamu ya?"


─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─