
❏ #The Noble
↳ Hari Pembukaan #2
Dosen tersebut berjalan menuju ke mejanya dan menaruh setumpuk kertas di atas meja, para mahasiswa penasaran dengan setumpuk kertas tersebut. Setelah menaruh kertas dosen tersebut memberi salam kepada para mahasiswa baru, para mahasiswa membalas salamnya dan saat itulah kehidupan kampus mereka di mulai.
Banyak informasi yang di berikan oleh dosen tersebut kepada mahasiswa terutama pada mahasiswa yang kekurangan dalam ekonominya, William jadi paham dengan perkataan dari kak Dea kalau banyak mahasiswa yang bekerja di kampus. Ada beberapa mahasiswa yang bertanya kepadanya dengan pekerjaan tersebut, dosen pun menjelaskan pekerjaan apa saja yang bisa di ambil oleh para mahasiswa baru di sana.
"Begitu, ada yang mau di tanyakan lagi?.. Kurasa tidak ada, ah maaf tadi belum memperkenalkan diri.. Nama saya Rara, saya dosen yang akan memberikan pelajaran tentang bahan pastry dan sebagainya kepada kalian nanti.. Sekaligus yang akan menjadi wali kelas ini, karena sudah tidak ada yang bertanya maka kita bisa lanjut untuk memilih posisi untuk kelas ini.. Seperti sekolah lama kalian, pasti ada ketua dan sebagainya.. Jadi ada yang berminat? Ada keuntungannya nanti.."
Setelah mendengar perkataan dari Bu Rara membuat banyak mahasiswa yang ingin mencalonkan diri mereka sebagai ketua maupun yang lainnya karena keuntungan yang mereka tidak ketahui namun membuat mereka tertarik, banyak mahasiswa yang mengusulkan membuat Bu Rara membuat voting untuk siapa yang akan menjadi ketua kelas tersebut.
Bu Rara menuliskan nama nama siapa saja yang ingin menjadi ke tua kelas, ada sembilan mahasiswa yang ingin menjadi kelas dan satu persatu mahasiswa memberi satu suara kepada nama mahasiswa tersebut. Untuk yang lainnya juga begitu dan akhirnya hampir semua posisi sudah terisi dan ada dua posisi lagi yang masih kosong, posisi tersebut dirahasiakan nama dan tugasnya membuat tidak ada yang berani menunjuk diri mereka sendiri.
"William, kamu tidak mau?"
"Aku tidak tahu posisi apa itu dan juga aku harus bekerja, jadi tidak ada waktu.. Coba tanya Amelia?"
"Iya juga, aku juga bekerja nanti.."
Melody menanyakannya kepada temannya, namun jawabannya sama dengan William. Bu Rara menunggu selama dua menit dan tidak ada yang mau menunjuk diri mereka, setelah itu Bu Rara akhirnya memberitahukan posisi apa tersebut.
"Dua posisi terakhir akan membantu ibu untuk mengajar kedepannya, seharusnya ibu harus melihat kemampuan kalian.. Namun karena tidak tahu kemampuan kalian dan juga tidak ada yang menunjuk diri maka kita akan mencari orang untuk posisi tersebut di kemudian hari saja.. Kita lanjutkan."
Bu Rara melanjutkan pembicaraannya dan menjelaskan apa saja kelas yang akan mahasiswa baru terima nanti, karena kelas mereka Pastry maka pelajaran tentang hal tersebut saja yang akan mereka dapat. Namun ada kelas tambahan yang bisa mereka datangi jika memang para mahasiswa sukai, ada beberapa kelas tambahan di luar Pastry.
William melihat kesekelilingnya banyak mahasiswa yang tertarik dengan kelas tambahannya, mungkin karena banyak mahasiswa awam yang tidak tahu apa apa dan mengambil jurusan tersebut karena namanya keren saja. Bu Rara selesai menjelaskan hal yang perlu mahasiswa baru pahami, setelah itu kelas mereka selesai di hari tersebut.
Namun sebelum Bu Rara meninggalkan kelas beliau membagikan setumpuk kertas tadi kepada ketua kelas dan menyuruhnya untuk membagikan ke seluruh mahasiswa baru, setelah itu Bu Rara meninggalkan kelas. Ketua membagikan kertas tersebut di bantu wakilnya, baru saja terpilih sudah mendapatkan pekerjaan.
William dan teman temannya juga mendapatkan kertas, dia melihatnya dan ternyata hanya berisi perkenalan saja. Dia hanya harus mengisi nama dan sebagainya, namun ada bagian keahlian yang harus diisinya termasuk hobi. Dia menanyakannya kepada Melody dan Amelia, mereka kebingungan untuk mengisinya.
"Kita harus isi seperti biasa?"
"Kurasa tidak.. Melody, kamu pintar membuat kue bukan.. Tulis saja seperti itu, semenarik mungkin jika kamu mau menarik perhatian dari Bu Rara.."
"Aku kan baru belajar.. Amelia bagaimana denganmu?"
"Mungkin idenya William tidak begitu buruk, kalau kita mau mendapatkan perhatian dari dosen maka itu keputusan bagus.. Bu Rara juga bilang kalau untuk mendapatkan posisi tadi harus punya kemampuan dan siapa tahu kemampuanmu bisa menarik minat dari Bu Rara.."
"Aku juga bekerja nantinya, jadi tidak bisa.. Bagaimana denganmu?"
"Aku juga bekerja di tempat orang tuaku, kita menyerah saja.. Tulis seperti biasa saja hehe.."
Setelah itu mereka bertiga menulisnya secara biasa, mereka menjelaskan hobi dan kemampuannya biasa saja agar tidak menarik perhatian. Semua mereka isi dan William mengambil kertas mereka untuk diserahkan kepada ketua kelasnya, dia bangun dari tempat duduknya menuju ke tempat duduk ketua kelasnya. Ketua kelas mereka duduk di seberang tempat duduknya, dia memberikan kertas tersebut kepada ketua kelas.
"Permisi.."
"Iya? Sudah selesai?"
"Baik."
Setelah memberikan kertas tersebut William kembali lagi ke tempat duduknya, dia duduk lagi dan berbicara kepada mereka bertiga. Ada beberapa mahasiswa yang keluar entah pulang atau bermain terlebih dahulu, namun masih banyak mahasiswa baru yang masih ada di dalam kelas. Mereka berkenalan satu sama lain ataupun memang tidak ada kegiatan setelahnya, satu persatu para mahasiswa sudah berkenalan satu sama lainnya.
"Melody, hari ini pembukaan.. Kamu datang bukan?"
"Iya aku datang, tapi aku tidak tahu jam berapa.."
"Bukanya nanti malam, jam tujuh di mulai.. Jadi datang sebelum jam tersebut.. Apa aku ke rumahmu nanti?"
"Boleh kalau begitu.."
"Kalian membicarakan apa?"
"Bagaimana kalau kita ajak Amelia?"
William memikirkannya sejenak karena Amelia teman baru mereka, namun karena melihat Melody yang antusias kepada pembukaan nanti membuatnya setuju dengan keputusannya. Setelah itu Melody menceritakannya kepada Amelia, sementara William membaca buku catatannya.
"Permisi.."
"Iya?"
Seseorang tiba tiba menyapanya saat sedang membaca buku catatannya, William melihatnya dan ternyata ketua kelasnya.
"Maaf mengganggu, di kertasmu belum ada namanya.."
"Belum ya, kalau begitu aku isi terlebih dahulu.."
Setelah itu William mengisi namanya di kertasnya dan memberikannya kepada ketua kelasnya, ketua kelas menerima kertas tersebut dan membawanya kembali ke tempat duduknya. Dia melihat dari seberang kalau ketua kelas sedang menyusun kertas para mahasiswa sesuai urut nama, dirinya melihat setumpuk kertas dengan rapi di meja ketua kelasnya.
William kembali lagi fokus dengan buku catatannya, dia membacanya lagi dan kadang mengisinya dengan catatan baru entah itu tentang makanan atau hal lainnya. Melody dan Amelia masih sibuk berbicara dan kemungkinan mereka pulang masih lama, maka dirinya menghabiskan waktunya untuk membaca buku catatannya.
Tidak lama ada seseorang lagi yang datang kepadanya, seseorang tersebut ketua kelas mereka lagi.
"Permisi lagi, minta maaf karena mengganggu lagi.. Yang di sampingmu itu Melody dan Amelia?"
"Tidak apa apa, iya mereka. Ada apa?"
"Tidak, aku hanya ingin mengingat seseorang.. Kamu William bukan?"
"Iya, namaku William.."
"Perkenalkan namaku Natasya, sepertinya kamu sudah kenal dari papan tulis tadi.. Salam kenal ya."
Mereka saling berkenalan namun tidak terlalu lama karena salah satu temannya memanggil, Natasya pergi meninggalkannya dan kini William bisa fokus lagi membaca buku catatannya.
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─