
❏ #The Noble
↳ Hari perlombaan #5
Tanpa sadar para pekerja lainnya juga naik ke atas dan sedang menikmati udara di sana, mereka juga ikut duduk di kursi sambil membawa sebuah minuman. William melihat nenek Widia di depan pintu saat sedang melihat ke sekitar, lalu dia melambaikan tangan ke arahnya. Nenek Widia sadar dan berjalan menuju ke arahnya, saat sudah dekat dia melihat nenek Widia membawa sebuah piring penuh dengan makanan. Lalu nenek Widia menaruh piring makanan tersebut di atas meja, setelah itu nenek Widia berjalan menjauh dari mereka.
“… Kenapa nenek Widia pergi setelah memberi ini..”
“Oh itu, aku yang memesannya tadi..”
“Nenek Widia sudah tua kak Lia…”
“Itu kemauannya, aku ingin menyuruh orang lain.. Nenek Widia mendengarnya dan ingin mengantarkannya..”
William mengambil makanannya sambil mendengarkan penjelasan dari kak Lia, karena merasa dingin dia mulai meletakan tangannya di perutnya. Walaupun sudah ada penutup atas namun angin dari samping bisa masuk ke sana, dia ingin juga membuatnya merasa tertutup.
Namun dia merasa kalau sama saja jika tertutup semua maka idenya tidak akan pernah William buat, dia ijin kepada kak Lia untuk turun ke bawah untuk mengganti pakaiannya dan sekalian mengenakan jaketnya. Setelah itu dia kembali ke atas dan duduk kembali ke tempat duduknya.
Mereka berbincang bincang mengenai tempat tersebut sekaligus membahas kehidupan William yang sudah masuk kuliah, namun dia tidak mau membahasnya terlalu jauh dan membuat kak Lia semakin penasaran. Kak Lia sadar kalau pertanyaannya tadi siang belum semuanya terjawab olehnya.
“Soal lombanya tadi..”
“Itu.. Baiklah, aku cuman membantunya.. Besok dia akan bersama temannya..”
“Kamu membuat apa?”
“Kue buatanku..”
“Hm.. Bagaimana dengan jurinya?”
“Kurasa mereka menyukainya..”
Saat sedang berbincang bincang paman Willy datang dari belakang mereka dan menepuk pundaknya William, dia langsung terkejut dan berbalik. Paman Willy duduk bersama mereka dan melanjutkan pembicaraan mereka tentang tempat tersebut, paman Willy menjelaskan semua kepadanya dan akhirnya William paham. Tidak terasa sudah malam dan udara semakin dingin, para pekerja juga mulai pulang satu persatu.
“Aku pulang dulu kalau begitu..”
“Hati hati..”
William bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu, dia menuruni tangga dan keluar lewat pintu belakang. Dia melihat nenek Widia di sana dan menyapanya, setelah itu dia melanjutkan perjalannya kembali menuju rumahnya. Seperti biasa dia melewati rumah temannya dan nampak ada Melody di sana sedang duduk, lalu dia bekeinginan untuk berhenti dan berbicara kepadanya.
“Malam…”
“Oh William.. Malam, kamu baru pulang?”
“Iya.. Ada tempat baru di lantai atas, jadi aku memeriksanya..”
“Wah.. Tempat baru ya? Seperti apa?”
“Kamu datang saja ke sana..”
“Lain kali hehe..”
Mereka berbincang bincang lama, karena sudah malam William berpisah dengan Melody dan melanjutkan perjalanannya. Dengan menahan udara dingin tersebut dia akhirnya sampai di depan rumahnya, dia langsung saja membuka pintunya dan masuk ke dalam rumah. Setelah melepas sepatu dan mencuci kaki dia langsung saja pergi ke kamarnya, William meletakan ponselnya di atas kasur dan kembali ke ruang depan. Dia melihat keadaan rumahnya dan memeriksanya sebelum dirinya pergi tidur, setelah aman dia pergi lagi ke kamarnya.
Saat berada di kamar dia langsung saja duduk di kasurnya, William mengambil ponselnya dan membukanya. Seperti biasa dia akan membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya, dia melihat sebentar dan ada banyak pesan yang masuk ke sana. Terlebih lagi temannya yang bernama Candy mengirim foto kue buatannya ke dalam grup, banyak temannya yang takjub dengan kue buatannya dan ingin memakannya juga. Namun dia menjawab tidak dan jangan harap, William tidak mau mengungkapkan di mana dia bekerja dan lalu mengirim pesan kepada Candy.
“Hehe.. Tenang saja.. Aku juga tidak mau tempat rahasiaku terbongkar..”
“Rahasia apanya, kamu cuman makan..”
“Oh iya, aku besok akan pergi ke kampus.. Akan ada acara di sana.. Bagaimana denganmu?”
“Tadi ada lomba untuk para senior.. Aku cuman ikut membantu, besok masih ada..”
“Eh… Kamu buat apa?”
“Kue..”
“Mana!!!”
“Tidak ada..”
William langsung menutup ponselnya dan mengatur alarmnya, setelah itu dia memasang posisi tidur. Dia berpikir sejenak sebelum memulai tidurnya, hanya ada beberapa hal yang ingin dia pikirkan sebelum tidur. Terutama tentang para pekerja di sana dan dia juga ingin bekerja di dapur atau di lantai atas, dia kebingungan dengan pilihannya. Lama kelamaan dia mulai mengantuk dan tertidur di kasurnya.
Alarm pagi membangunkannya, pagi hari yang dia tidak ketahui sama sekali. William bangun dari tidurnya dan mematikan alarmnya, dia bangun dari kasurnya dan berjalan ke arah jendelanya. Tampak gerimis di luar dan awan yang masih banyak di atas sana, setelah itu dia kembali ke kasurnya dan mencoba untuk tidur lagi karena masih gerimis.
Dia juga tidak bisa melakukan apapun di pagi hari yang sedang gerimis tersebut, dia mulai tertidur lagi.
William tiba tiba bangun karena ponselnya berbunyi, langsung saja dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang memanggilnya. Dengan pandangan yang samar dia melihat ke arah ponselnya, paman Willy memanggilnya.
Lalu dia menerima panggilan tersebut dan mendengar kata kata dari paman Willy, sesudah selesai dia menaruh ponselnya lagi dan pergi tertidur lagi. Namun saat ingin tidur ponselnya berdering, kali ini ada pesan yang masuk ke dalam ponselnya. William mengambil ponselnya dan melihat pesan siapa yang masuk di pagi hari itu, nama Melody yang tertera di layar ponselnya tersebut.
“Hm.. Melody… Ada apa?”
“Sepertinya aku akan ikut ke kampus.. Ibu menyuruhku.. Aku ingin berangkat bersamamu..”
“Baiklah, tapi tunggu nanti ya.. Aku bangun terlalu awal dan masih mengantuk, mungkin karena capek..”
“Oh maaf mengganggumu, selamat tidur..”
William meletakan ponselnya kembali dan mulai tidur lagi, tanpa sadar dia bangun dari tidurnya dan langsung saja mengambil ponselnya. Dia melihat jamnya sudah berada di pukul tujuh, langsung saja dia bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke kamar mandi. Selesai dengan urusannya dia langsung membuat sarapan, setelah sarapan dia bersiap siap dan menunggu waktunya dengan menonton televisi sambil duduk di sofanya.
Tidak lama Melody mengirim pesan kepadanya, dia dalam perjalan menuju ke rumahnya. Setelah menerima pesan tersebut langsung saja dia keluar dari rumah dengan pesiapannya, saat di luar dia melihat kalau sudah tidak gerimis lagi dan langit sudah agak cerah. Melody sampai di depan rumahnya dan dia mendekat ke arahnya, mereka berjalan bersama menuju ke kampus mereka dengan jalan kaki. Sampailah mereka di jalan raya, banyak orang yang sudah berlalu lalang karena cuaca sudah semakin membaik.
“Hari ini kamu cuman lihat kan?”
“Iya.. Aku capek kemarin dan tidak mau lagi..”
“Hehe.. Oh iya, aku dapat pesan dari Amelia.. Dia mau ikut lihat juga..”
“Baguslah kalau begitu, jadi kita berkumpul di mana?”
“Aku bilang di depan gedung tahun ke dua..”
“Hm, tiba tiba perasanku hari ini aneh..”
“Mungkin saja kamu di suruh masak lagi..”
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─