The Noble

The Noble
Episode 47



Satu persatu potongan kue tersebut dimakan oleh mereka dan tidak perlu lama untuk kue tersebut menghilang dari pandangan mereka, Nia dan William memakan semua kue utuh tersebut. Mereka berdua saling memandang satu sama lain karena sudah tidak ada kue yang tersisa dan setelah itu mereka tertawa bersama, Melody yang melihat mereka tertawa kebingungan karenanya.


“Kenapa kalian malah tertawa? Oh kuenya sudah habis ya?”


“Haha.. Tidak ada apa apa kak Melody.. Iya kuenya habis..”


“Haha.. Apa kamu sudah selesai membungkusnya?”


“Sudah.. Kurasa ini sudah cukup.. Terima kasih ya William karena sudah meminjami dapurnya..”


“Tidak masalah.. Dapur ini sudah kuanggap rumah sendiri, walaupun miliknya paman Willy.. Kalau begitu.. Hm.. Apa Nia mau ikut merayakan ulang tahun untuk tante Melody?”


“Tante Melody?”


Nia memasang muka kebingungan sambil melihat ke arah Melody.


“Maksudku ibunya Melody.. Nama mereka sama..”


“Oh.. Nia kira kak Melody sudah..”


“Eh… Belum ya..”


“Hehehe.. Kalau boleh Nia mau ikut saja.. Kak Lia pulangnya paling besok..”


“Hm.. Kalau begitu kita rayakan nanti malam.. Bagaimana denganmu Melody?”


“Oke.. Nanti malam akan aku kirim pesan..”


Mereka selesai dengan urusan mereka, setelah itu mereka keluar dari dapur tersebut dan William mengunci dapurnya kembali. Mereka berjalan bersama kembali ke rumahnya masing masing, Nia dan Melody saling bersenang senang saat perjalan mereka pulang. William berpikir kalau mereka seperti adik dan kakak, karena mereka bisa sedekat itu menunjukan kalau Nia sangat mudah bersahbat dengan orang lain. William hanya mendengarkan mereka berdua berbicara satu sama lain karena tidak mau mengganggu pembicaraan mereka dan membuatnya canggung.


“Kenapa kamu diam saja William?”


“Ah.. Tidak apa apa.. Aku hanya tidak tau mau berbicara apa..”


“…”


Melody melanjutkan pembicaraannya bersama Nia kembali, William merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak bisa bergabung dengan pembicaraan mereka. Tanpa sadar rumah Melody sudah di depan mereka, Melody berpamitan dengan mereka dan masuk ke dalam rumahnya. William dan Nia melanjutkan perjalanan mereka ke rumahnya William, karena hari ini ada kejutan untuk ibunya Melody makan Nia akan menginap di rumahnya William. Mereka sampai di depan rumahnya William, Nia bilang kepada William agar dirinya bisa menginap di rumahnya lain kali.


“Tapi bagaimana dengan kak Lia?"


“Kak Lia mengijinkan kok kak… Boleh ya..”


“Yaa.. Kalau kak Lia mengijinkan maka boleh boleh saja..”


“Terima kasih kak.”


Mereka berjalan ke arah pintu rumah, William membuka pintunya yang terkunci dan setelah itu mereka masuk ke dalam rumah. William menyuruh Nia untuk melepas sepatunya dan mencuci kakinya, dia menunggu Nia sambil duduk di sofanya. Sambil menunggu Nia kembali, William mencoba untuk membuka ponselnya. Dia mendapat pesan dari kak Lia dan lantas membukanya.


“William.. Nia ada di situ? Kalau ada aku titip dia di sana semalam.. Besok aku akan kembali, jangan lupa antar dia ke sekolah besok pagi.. Untuk bajunya kamu beli saja.. Aku sudah mengirimkan uang ke rekeningmu.. Nia juga ingin membeli baju baru jadi kamu saja yang menemaninya.. Sudah begitu saja..”


“Hadeh.. Kalau begitu ke mana? Apa ke mall kemarin?”


“Mall? Kak William mau ke mall? Aku mau ikut..”


“..Baiklah kalau begitu.. Sekarang atau nanti?"


“Terserah kak William..”


“Kata kata itu muncul.. Kalau begitu kita makan siang terlebih dahulu.. Kita ke tante Melody saja.."


“Baik kak.”


“Ini untuk Nia dan nak William.. Oh iya Melody ada di mana? Bukannya kalian bersama?”


“Tadi kita pulang bersama.. Kemungkinan dia ada di rumah tante..”


“Begitu ya.. Hm.. Kalian hari ini bersama lagi.”


“Aku di suruh untuk menjaga Nia sehari..”


“Tante pergi dulu.”


Setelah ibunya Melody pergi, mereka memakan makanan tersebut. Mereka memakannya secara cepat dan akhirnya selesai. Sesudah itu William membayar makanannya dan menunggu taksinya datang, sebuah mobil berhenti dan mobil tersebut taksi mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mobil berjalan ke arah pusat kota, tampak gedung gedung tinggi mereka lewati. William takjub dengan pemandangan tersebut dan tidak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan mereka, Nia dan William turun dari mobil.


“Wah..”


“Oke.. Kita ke sana Nia..”


“Baik kak.”


Mereka berdua berjalan ke arah mall dan masuk ke dalamnya, William mengajak Nia untuk ke lantai tiga karena lantai tersebut menjual berbagai kebutuhan pakaian. Mereka sampai di lantai tiga dan banyak pakaian yang terpampang di sana, William mengajak Nia pergi ke salah satu tempat yang biasa dia beli pakaian di sana. Dia mengajak Nia masuk dan membiarkan Nia untuk memilih pakaiannya.


“Aku tunggu di sini ya.”


“Oke kak.”


Nia pergi meninggalkan William yang sedang duduk di sebuah kursi yang di sediakan oleh toko, dia menunggu Nia untuk kembali membawa pakaian pilihannya. Beberapa menit berlalu dan Nia kembali membawa baju dan celana pilihannya, William menanyakannya kepada Nia apakah itu pilihannya dan Nia mengangguk. Lalu William membawa pakaian tersebut ke kasir dan membayarnya, setelah itu mereka berdua berjalan jalan di dalam mall tersebut sambil bersenang senang sebelum pulang. Mereka bersenang senang sampai sore hari, sudah pukul empat dan William menyuruh Nia berhenti dan mengajaknya pulang.


“Mari kita pulang.. Sudah jam empat.”


“Hm.. Baik kak..”


“Kita bermain di rumah saja.. Aku punya mainan yang kusimpan..”


“Eh.. Beneran kak?”


“Iya.”


“Ayo kita pulang..”


“…”


Mereka berjalan keluar dari mall tersebut dan William mencari taksi, mereka masuk ke sebuah taksi dan William menyuruh sopir tersebut untuk mengantarkannya. Mereka pulang ke rumahnay William, masih dengan jalan yang sama dan pemandangan yang sama. Akhirnya mereka sampai di depan rumahnya William, mereka keluar dari mobil tersebut dan berjalan menuju pintu rumah. William membukanya dan mereka masuk, William menyuruh Nia untuk mandi terlebih dahulu dan Nia langsung membawa pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi. William menunggu dan mencoba membuka ponselnya.


“Sudah aku belikan kak.. Kurasa Nia menyukainya.”


“Aku capek.. Tapi menyenangkan..”


Nia selesai dengan mandinya dan keluar dari kamar mandi, William melihat Nia memakai baju barunya.


“Cocok untukmu..”


“Hehehe.. Terima kasih kak..”


Sekarang giliran William mandi, dia mengambil pakaiannya dan menuju ke kamarn mandi, sedangkan Nia menunggunya sambil menonton televisi. Setelah selesai William langsung menyiapkan makan malam untuk mereka, Nia ingin makan yang ada telurnya dan William langsung membuatkannya. Setelah selesai William mengajak Nia makan malam terlebih dahulu, mereka makan malam bersama. Setelah itu William mencuci semuanya dan sesudah itu dirinya berjalan menuju kamarnya untuk mengambil mainan yang dia beritahu kepada Nia tadi.