Suddenly

Suddenly
Part 7



Happy Reading ☘️☘️


Jangan Lupa ngedip hehe


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ila haillallahu Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil hamd.


Suara takbir terdengar berkumandang dengan merdunya menambah kebahagiaan pada setiap orang yang mendengarnya. Terlebih pada hari yang suci dan penuh dengan keberkahan ini yakni hari raya Idul Fitri 1440 H.


Setelah Lina dan Zainal memohon maaf kepada sang Ibu. Lanjut Adik dan Kakaknya Lina memohon maaf kepada Adima. Lina adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Rizka dan adiknya bernama Anita dan tentunya mereka sudah menikah dan sudah mempunyai anak. Mereka tiba di rumah Adima 2 hari setelah Lina dan keluarga datang dan 1 hari sebelum lebaran. Jadilah mereka berkumpul di rumah Adima. Setiap lebaran memang seperti itu, kalau ditanya tentang keluarganya Zainal, papanya Aara. Kedua orang tuanya telah tiada, kakak dan abang-abangnya sudah mempunyai keluarga masing-masing dan mereka jarang berjumpa. Zainal adalah anak bungsu dari 5 bersaudara, lagian semua saudaranya jauh-jauh tak ada yang dekat.


Setelah acara maaf-maafan tak terkecuali juga Aara dan Adik kembarnya sudah memohon maaf pada Lina dan Zainal. Mereka semua pergi ke masjid untuk sholat Idul Fitri berjamaah. Setelah melaksanakan sholat mereka berkumpul di meja makan sambil menikmati masakan khas lebaran yang lebih spesial dari biasanya. Tentu saja, hari ini kan lebaran. Ada berbagai macam makanan tersedia. Ada Lontong sayur, opor ayam, rendang daging, ketupat, tape, ketan dan masih banyak lagi.


"Kenwpa gwak tiwap hawri sih lebwran biwar makawn enawk terus" Andre mulai bersuara dengan mulut penuh dengan makan.


"Aila,,, si Andre malu-maluin aja. Kayak orang sudah aja" Andra memutar bola matanya malas mendengar celotehan dari kembarannya.


"Iih,,,bang Andla jolok makan sampe pipinya gembung" ucap seorang anak berumur 5 tahun sambil memasang wajah jijik kepada Andre. Novri–– anaknya Anita adik Lina.


"Aih,,, kok gue" tanya Andra sambil menatap bocil itu.


"Gue makan dengan ganteng kok dari tadi" lanjutnya percaya diri.


Novri salah menyebut nama, gak heran lagi hal itu terjadi apabila jarang bertemu dengan si kembar. Wajah mereka sangat mirip jadi jangan heran apabila mereka susah dikenali apalagi yang jarang melihat mereka. Yang membedakan mereka hanyalah bentuk hidung. Andra memiliki hidung mancung agak sedikit lebar seperti Zainal sedangkan Andre hidungnya mancung dan runcing seperti Lina. Hanya itu saja yang menjadi pembeda bahkan tinggi badan mereka pun sama. 


Karena si bocil salah sebut nama, hal itu menimbulkan ketawak keras dari Andre


menyebabkan makanan sedikit keluar dari mulutnya dan mengenai Novri.


"Hahha,,, gue dibilang Andra. Gue Andre cil Lo gak bisa bedain gue lebih ganteng dari Andra" semua yang ada di meja makan hanya tertawa mendengar ucapan kepedean yang keluar dari mulut Andre. Walaupun Andre lebih agak pendiam dari Andra tapi Andre lebih jahil dari pada Andra.


"Huaaa,,, Bundaaaaa!!! Kena pipi aku issshhh,,, bang Andlaaa jolok isss padahal udah besar tapi makannya kayak anak keccill. Bunda jijik belsihin Bundan" Novri berteriak kesal pada Bundanya sambil menunjuk pipinya yang terkena semprot makanan dari mulut Andre. Dan lagi lagi Novri salah nama.


"Huffttt,,, gue lagi yang kena" ucap Andra dramatis.


"Iya iya ini Bunda bersihin sayang jangan teriak-teriak ahh nanti suara kamu abis loh. Mau?"


"Gak mau Bunda. Aku kessel banget sama bang Andre. Jolok gak bisa ditilu"


"Salahin aja terus gue" kata Andra. Andre tidak bisa berhenti tertawa.


"Gemes banget sih Nov, Uda lima tahun tapi bilang R belum bisa cecece" Aara menimpali setelah hanya ketawa menonton tingkah Andre yang absurd.


Meja makan yang ditempati keluarga besar itu nampak rame karena perdebatan kecil diantara mereka, adu mulut, berebut makanan dan ketawak keras menambah kebahagiaan disana.


(Kalian jangan begitu yah, apabila orang tua sudah tua. Walaupun kita sudah berumah tangga namun orang tua tetaplah tanggung jawab kita apalagi anak laki-laki yang tak akan terputus tanggungjawabnya terhadap orang tua sampai kapanpun. Kalau perlu ajak mereka tinggal bersama kita dan kita rawat mereka. Bukti bakti kita pada mereka yang telah merawat kita sewaktu kecil)


🐼🐼🐼


Aara menekan-nekan tombol keyboard laptopnya dengan kuat. Sekarang Aara sedang mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosen mereka beberapa menit yang lalu. Dia mengetik dengan perasaan dongkol. Siapa saja akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Aara. Siapa sih yang tidak kesal dikasih tugas malam-malam padahal masih suasana lebaran bahkan besok masih terhitung hari ke-4 lebaran. Yang lebih gilanya kuliah juga dimulai besok itu sebabnya dosen Aara mengirimkan tugas berupa Resume kepada mereka.


Suara dentingan dari HP Aara menghentikan jari-jari lentiknya yang bercengkrama dengan keyboard lalu memeriksa pesan masuk dari sahabatnya.


Ela Projen


"Woi Assalamualaikum, kerjaan Lo Uda slesai?"


Ela Projen adalah nama yang diberikan Aara untuk nama kontak Ela. Karena menurutnya nama Ela mirip dengan nama Elsa pemeran kartun di film Frozen hanya kurang jurus S saja. Makanya Aara mengubah Frozen jadi Projen, itu katanya.


"Lo ganggu gue! Ya, belum selesai lah!"


"Jujur amat Lo Maimunah!. Gue cuma mau nyapa aja, gue yakin Lo sekarang kesel setengah mampus karena besok kita Uda masuk kuliah wkwkwk"


"Apaan, gue paling rajin ya ke kampus kalo Lo lupa"


"Hehehe,,, iya sih. Yaudah tadi gue bilang cuma nyapa aja. Sekarang lanjutin kerjaan Lo! Gak usah kesal gue tau! Udah cepet kerjain gak usah balas! Wkwkwk


"Rese emang si Ela. Hufffttt,,, kerja lagi, kerja, kerja, walaupun Uda tengah malam harus semangat" Aara terus menyemangati dirinya agar tugasnya selesai ditemani susu coklat agar tidak mengantuk katanya. Padahal kan biasanya kopi, tapi itu versi Aara karena dia tidak suka minuman kopi.


Benar saja sekarang suda pukul 23.40 10 menit lagi jam 12 pastinya Aara akan bergadang malam ini hingga tugasnya selesai.


"Satu kata untuk mu Ibu Marni cantik aduhai. MENYEBALKAN. Ya Allah ampuni hamba, hamba capek. Astagfirullahal'adzim" begitulah kerjaannya apabila dia merasa lelah dia akan mengeluh dan kemudian beristighfar hingga tugasnya selesai pukul 01.25 dini hari.


Aara merenggangkan otot-ototnya karena terlalu lama duduk di depan laptop.


"Aaaahhhh,,, Alhamdulillah selesai juga. Legah sekali ya Allah" katanya sambil mematikan laptop dan melepaskan kacamata anti radiasi itu yang melindungi matanya selama dia mengerjakan tugas.


Setelah semuanya selesai Aara langsung mengganti bajunya menjadi baju tidur hello Kitty berwarna kuning. Kemudian pergi ke kamar mandi mencuci muka dan gosok gigi. Lalu tidur nyenyak. Karena besok Aara akan kembali ke rutinitas awalnya setelah 5 hari libur lebaran. Yang tentunya sangat-sangat singkat baginya.


_____________


Terimakasih sudah baca cerita aku 💛💛


_TO BE CONTINUED_