Suddenly

Suddenly
Problem



Gadis itu menghela nafas saat dosen didepan disana menyebutkan nama teman sekolompoknya, rasa-rasanya gadis itu ingin menendang apapun yang ada dihadapannya kalau saja suasana sedikit mendukung untuk melakukannya.


Jeon Jungkook, well bahkan Ara malas sekali mengucap namanya itu, terakhir kali mereka bekerja sama laki-laki itu sama sekali tidak berkontribusi apa-apa selain mengeprint laporan yang dibuat Ara hingga tengah malam, benar-benar mengesalkan karena dia kembali lagi hari ini menjadi partner Jungkook.


Gadis dengan rambut panjang yang hampir menyentuh pinggangnya itu berjalan sedikit cepat sebelum mangsa nya lagi-lagi melarikan diri dari kejarannya. Jungkook tidak masuk kelas hari ini dan Ara harus mencari lelaki itu untuk memberikan tugasnya.


" Jeon " panggil ara sambil menendang kursi yang diduduki oleh Jungkook, bisa-bisanya laki-laki itu tertawa sambil makan dan tidak masuk ke kelas pagi ini. memang luar biasa Jungkook itu


" Oh Bae ada apa? " Ara hampir saja kehilangan kesabarannya mendengar panggilan Jungkook, oke itu memang marga nya tapi rasa-rasanya ara jadi malas mengakui marganya kalau lelaki itu yang memanggilnya


" Kita satu kelompok,Lagi. Aku sudah merampungkan apa yang perlu kau cari, aku tidak mau tau Jeon print an nya harus ku terima malam ini jam 7 " Jungkook terkekeh melihat ara yang selalu memandangnya dengan sengit itu


" Jeon kau fik ...


" Kook " Ara mengalihkan atensinya saat mendengar suara berat dan serak memanggil makhluk dihadapannya, matanya bertemu dengan pemilik suara yang memandangnya dengan alis terangkat, Ara berdecak pikirnya laki-laki itu sungguh menggangu


" Jeon kau dengar? " Tanya ara


" Iyaiya,aku harus mengantarkan isi materi ini pukul 7 malan dalam bentuk print an "


" Kuharap kau benar-benar melakukannya, karena kalau tidak aku tidak akan mencantumkan namamu " Ucap Ara sambil memberikan selembaran kertas berisi materi bagian Jungkook. Sebelum gadis itu melangkah lebih jauh suara kencang Jungkook memberhentikannya


" Tinggalkan nomor ponselmu, bagaimana aku akan menghubungimu jika ini sudah selesai "


" Aku yang akan menghubungi mu "


" Astaga kau jual mahal sekali "


" Terserah, aku menunggu tugasmu " ucap ara sambil berlalu, Jungkook mendengus sebal saat ara meninggalkan kantin dengan cepat, bisa-bisanya gadis itu menolak memberikan nomornya saat gadis di luar sana berlomba-lomba menyerahkan nomornya yang sudah pasti tidak akan Jungkook hiraukan,menyebalkan.


" Temanmu? " Tanya lelaki dihadapannya yang tengah menyedot milkshake strawberry, dia Kim Taehyung kakak tingkat Jungkook.


" Ya, kami satu jadwal dikelas bisnis " Taehyung mengangguk dan tersenyum


" Menarik, kalau dia sudah menghubungimu beri aku nomornya " Jungkook memandang ngeri Taehyung


" Kau tertarik dengannya Hyung? Serius? Bukankah sikapnya sungguh menyebalkan? Kau lihat sendiri kan tadi? "  Taehyung mengangguk dan tersenyum jenaka


" Yang menyebalkan lebih menantang daripada yang penurut " Jungkook dibuat ternganga, Kakak tingkatnya itu benar-benar.


" Oke oke aku akan memberikannya nanti, ingat ini tidak gratis "


" Katakan saja kau mau apa? Hyung mu ini sangat kaya kau tau? "


" astaga kau sombong sekali, aku yakin gadis itu tidak akan menyukaimu " Taehyung hanya terkekeh


" traktir minum malam ini bagaimana? " Tawar Jungkook


" oke baiklah hanya beberapa botol tidak akan membuatku bangkrut "


" brengsek "


**


" aku sudah dilobby apartemen mu cepatlah " gadis itu mendengus saat Jungkook mematikan sambungannya sepihak, dengan sabar gadis itu menyambar kardigan hitamnya dan turun menemui Jungkook.


Tanpa basa-basi gadis itu mengulurkan tangannya saat melihat Jungkook dan temannya yang tadi siang duduk di sofa lobby.


" Astaga apa kau tidak bisa basa basi " ucap Jungkook jengkel sambil meminta tugas yang dipegang Taehyung


" Aku sibuk, cepatlah sedikit " Jungkook menyerahkan papernya dengan dengusan


" Aku cek nanti, kalau ada kesalahan aku akan menghubungimu dan kau harus siap menggantinya "


"  Oh jangan hubungi aku, hubungi Tae Hyung . Dia yang membuat tugasku " Ara dibuat ternganga, lelaki ini benar-benar bagaimana bisa dia menyuruh kakak tingkat mereka mengerjakan tugasnya.


" Kau benar-benar, baiklah terimakasih " gadis itu memutar tubuhnya untuk kembali masuk


" Ingat kalau ada kesalahan hubungi Tae hyung aku akan mengirimkan nomornya " gadis itu hanya mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan gestur mengusir dan posisi yang masih membelakangi


" yakkk!!! " teriak Jungkook saat gadis itu sudah memasuki lift, Taehyung yang ada disebelahnya terkekeh


" Bagaimana bisa ada gadis yang sangat menyebalkan seperti dia "


" sudah sudah ayo Aku traktir minum "


" Omong-omong kau mengerjakan tugasnya dengan baik kan Hyung ? " tanya Jungkook memastikan sebelum mereka bangkit dari sofa


" Aku banyak melakukan kesalahan dan melenceng dari topik, kalau aku melakukannya dengan sempurna bagaimana dia akan menghubungiku sesuai rencana " Jungkook memijit batang hidungnya


" Astaga sebelum dia menghubungimu aku yang akan disemprotnya ya tuhan "


" Sudah tenang saja saat dia mengomel cukup kau kasih kontakku dan abaikan pesannya, itu sangat mudah Kookie. Cah ayo kita minum "


**


Ara menahan erangan kesalnya saat mengoreksi paper yang baru diterimanya, dari 10 topik yang Ara berikan yang benar hanya 1, dasar bedebah sinting.


Me


Cepat berikan nomor yang mengerjakan tugasmu, aku tidak percaya yang benar hanya 1, serius Jeon bagianku sudah banyak dan aku tidak akan sudi membenarkan punyamu


*Jeon


+82765489067 Kim Taehyung


Me


Sialan kau benar-benar merepotkan Jeon*