
"Nur...!!, Sanum..!!", teriak Fitri sembari bergegas menghampiri Nur dan Sanum yang sedang bermain di kamar mereka.
"Kenapa sih Fit..??, nanti kalau kesandung, jatuh, patah retak retak tuh kaki..!!", seru Nur meledek Fitri.
Sementara Fitri berhenti di depan 2 sahabat nya dengan nafas yang tak beraturan.
"Bentar, bentar...!!, aku nafas dulu, jantungku berasa mau copot", seru Fitri ngos ngosan.
"Emang kamu juga hirup oksigen Fit..??, lalu, jantung mu emang masih berfungsi..??", seru Sanum membuat Nur tertawa terbahak bahak.
"Lagian kamu...!!, bisa ngilang kok capek capek lari", seru Nur masih dengan tawa nya.
"Iya juga ya, makin hari makin kayak si Rain nih aku, los dol..!!", ucap Fitri menggaruk kepalanya.
."Emang kenapa sih kamu ..??", tanya Sanum.
"Oh ya..!!, bunda kalian..!!", seru Fitri mengingat alasan kenapa ia sampai lupa bisa menghilang dan reflek berlari mencari Nur dan Sanum.
"Bunda...!!, kenapa dengan bunda...??", seru Sanum dan Nur secara bersamaan.
"Bunda kalian di bawa pergi sama ayah kalian..!!", ucap Fitri menjelaskan.
"Oh .., mungkin mereka mau ke mall kali Fit", ucap Nur.
"Tapi ayah kalian nampak marah padanya", seru Fitri lalu menceritakan kejadian yang baru baru ini terjadi di kamar bu Rukmi.
"Apa...!!!, baru kali ini aku mendengar ayah berani memarahi bunda", ucap Sanum keheranan.
"Lebih baik kita susul mereka", ucap Fitri takut terjadi apa apa dengan Zivana.
"Tapi Sanum tak bisa mengikuti kita", ucap Nur.
"Lebih baik kalian yang pergi, aku akan di sini menunggu kabar dari kalian", seru Sanum.
"Kamu dengar sendiri kan Nur", ucap Fitri menghilang, dan tak lama di ikuti oleh Nur.
Sementara.
Di dalam mobil, Marsel amat terlihat emosi terhadap istrinya.
Ia mengendarai mobil dengan tak terkontrol.
"Mas, hati hati...!!", seru Zivana mencoba berpegangan di sisi badan mobil.
"Kamu yang hati hati...!!, kenapa kamu buat aku marah ..!!", seru Marsel meluapkan emosi nya.
"Mas...!!, memang aku salah apa..??, aku sudah bilang, aku gak lakuin itu semua sama mami, kenapa kamu gak percaya sama aku...??", seru Zivana mencoba membela dirinya.
"Alasan...!!, semua bukti mengarah pada mu..!!", seru Marsel dengan tatapan mata tajam ke arah Zivana.
"Masyaallah...!!, ini benar kamu mas...??, kasar sekali kamu, seperti bukan mas Marsel yang aku kenal", ucap Zivana tak terima dengan semua tuduhan yang di arahkan padanya.
Ia segera menarik Zivana keluar dari mobil dan membawanya ke tepi jurang.
"Lepasin mas ..!!", seru Zivana memberontak.
"Aku gak suka ya, sikap kamu ini, ke kanak kanakkan tau gak...!!, suruh rawat mami ku aja gak becus..!!", seru Marsel semakin menjadi jadi.
"Kamu kenapa sih mas...??, kenapa kamu beda banget sekarang...??, kenapa kamu nyalahin aku terus dari tadi...???", seru Zivana merasa ada yang berbeda dengan suaminya.
"Gak usah mengubah topik pembicaraan...!!, kamu harus rasakan lumpuh tak berdaya seperti yang mami ku alami sekarang..!!", teriak Marsel mengguncang tubuh Zivana dan berusaha menjatuhkannya ke dalam jurang.
"Masyaallah..!!, istigfar mas..!!, aku ini istrimu...!!, tolong....!!, tolong...!!", teriak Zivana berharap ada yang bisa mendengarnya.
"Teriak lah sekencang yang kamu bisa", seru Marsel tertawa dengan kencangnya, seakan dia telah lupa akan diri nya sendiri.
Beruntung, Nur dan Fitri muncul di saat yang tepat.
Dengan sigap mereka mencoba menolong Zivana dari tepi jurang.
"A, a, ada apa ini...??, kenapa dia melayang sendiri...??", seru Marsel ketakutan karna tak bisa melihat wujud Fitri dan Nur yang sedang memegangi Zivana.
Tanpa kenal menyerah, Marsel kembali mencoba mencelakai Zivana.
Menarik kaki nya hingga Zivana jatuh ke tanah.
"Kamu harus mati ...!!", seru Marsel mencoba mencekik Zivana.
"Lepaskan bundaku...!!", teriak Nur mencoba mengeluarkan kekuatannya dan ternyata itu berhasil menyerang Marsel.
Kini Marsel pingsan di samping Zivana yang lemas karna sempat di cekik oleh suaminya.
"Makasih anak anak", ucap Zivana sambil terbatuk batuk.
"Bunda gak apa apa...??", tanya Nur khawatir.
"Bunda gak apa apa, makasih ya", ucap Zivana memeluk Fitri dan Nur dalam dekapannya.
"Kita pulang bunda", ucap Nur mencoba memapah Zivana untuk kembali berdiri.
"Tunggu..!!, kita harus bawa ayahmu juga" ucap Zivana berjalan tertatih tatih menuju suaminya.
"Kenapa bunda masih mau menolong ayah...??, dia udah jahat bunda...!!", seru Nur tak terima.
"Kadang yang kamu lihat bukan seperti yang ada di fikiran mu Nur", ucap Zivana terus berusaha mendekati Marsel yang tengah pingsan.
"Fit...!!", seru Nur mencoba meminta Fitri untuk membujuk Zivana.
"Bunda mu benar Nur, pahamilah semuanya, baru kamu akan mengerti", ucap Fitri mencoba menolong Zivana membawa Marsel ke dalam mobil.