Nur

Nur
Hanya kalian...



Rain berlari dengan tawanya yang terbahak bahak.


Nampak Fitri sedang mengejarnya dengan wajah marahnya.


"Awas kamu...!!", seru Fitri melewati teman temannya yang lain.


Tempat favorit mereka.


Taman panti asuhan tempat mereka berkumpul.


Nampak semua anak anak roh terlihat bersendau gerau dengan sesamanya.


Mereka terlihat sama bahkan setelah 5 tahun berlalu.


Karna sejatinya, mereka telah terjebak dalam bentuk anak anak di dunia roh.


Pukul 12 malam.


Ini waktunya mereka menguasai taman bermain.


Hanya Nur dan Rain roh terbaru di sana.


Semua anak sudah berumur puluhan tahun bahkan ratusan, mereka sudah terbilang suhunya di dunia.


Nur terlihat terus berayun di ayunan favoritnya, dengan menatap bintang ia mengingat wajah bunda dan ayah yang sudah ia lihat sore itu.


Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun ini, gumam Nur dalam hati.


Rain sedikit melambatkan larinya saat melihat ada Nur di depannya.


"Hai Nur...!", seru Rain mendekati Nur.


Tanpa ia sadari sudah ada Fitri yang mengulurkan kakinya di balik pohon.


Dan seketika.


Brukkk...!!!


Tubuh Rain jatuh tengkurap, bersamaan dengan tawa Fitri dan senyum kecil dari Nur.


Wajah imut Rain kini belepotan akan lumpur.


"Hahahaha...!!, rasain..!!, kalo main tuh jangan berani berani curang ya..!!", seru Fitri melayang layang di sekeliling tubuh Rain yang masih tengkurap di tanah.


"Dah jadi roh juga.., aku masih aja kamu bully", seru Rain membersihkan badannya.


Sudah puas dengan tawanya, fokus Fitri kemudian tertuju pada Nur.


"Mikirin keluarganya yang tadi mungkin", seru Rain keceplosan dengan terus sibuk membersihkan tubuhnya.


Seketika Fitri melototinya hingga membuat Rain diam tertunduk takut.


"Sudahlah Nur, kamu bahagia kan disini..??, kita nikmati waktu kita semaksimal mungkin sebelum kita bisa menyebrang ke alam baka, okey...!!", ucap Fitri mengayunkan ayunannya.


"Kamu benar Fit, hanya kalian keluargaku, hanya kalian yang bisa membuatku tersenyum dan tertawa, terima kasih", ucap Nur mencoba tersenyum.


"Kamu gak akan nyesel bisa kenal sama roh kayak aku", ucap Rain mendekati Nur, tapi malah tersandung dan menubruk ayunan yang sedang di duduki Fitri.


Tubuh Rain pun menubruk tubuh Fitri hingga tersungkur ke tanah secara bersamaan


"Ma, maaa, maaf Fit..!!", ucap Rain panik, seketika langsung berdiri dan berlari sekencang mungkin menjauh dari Fitri dan Nur.


Nur yang melihat Fitri malah tertawa terbahak bahak melihatnya.


Pasalnya tubuh Fitri kembali bergeser tak karuan akibat tertindih Rain.


Kepangnya pun bergeser 180 derajat dari tempat aslinya.


Dengan wajah yang penuh emosi, Fitri menatap tajam ke arah Rain yang terus berlari menjauh darinya.


"Rainnn...!!!!, sini kamu...!!", teriak Fitri sekencang kencangnya hingga membuat para roh lainnya yang sedang asyik bermain berlari tunggang langgang meninggalkan taman bermain mereka.


"Hahahaha, sudah lah Fit, maafin Rain ya", ucap Nur dengan menahan tawanya sembari membantu Fitri bangun dan membenarkan anggota badannya yang bergeser.


Fitri yang melihat senyuman Nur malah membuatnya melupakan amarahnya.


"Kamu seneng Nur...??", ucap Fitri memegang kedua pipi Nur.


Nur seketika memandang wajah sahabatnya itu sambil mengangguk bahagia.


"Kalian emang yang terbaik", ucap Nur memeluk Fitri dengan eratnya.


Saat mereka berpelukan, Fitri tak sengaja melihat Rain kembali di kejauhan mengintip mereka.


Langsung saja amarah Fitri kembali. Dan langsung berdiri menghampiri Rain.


"Sini kamu...!!", teriak Fitri mengejar Rain yang kembali berlari menghindari Fitri.


Tiba tiba Rain berhenti berlari dan seakan sedang memikirkan sesuatu.


"Oh ya..!!, aku kan Roh, ngapain susah susah lari", ucap Rain lalu menghilang dari tempat itu dalam sekejam mata.