
Zivana nampak termenung di ruang keluarga beserta Sanum dan Nur.
Sembari memegang kotak musik yang tak lain adalah milik mami Morra.
"Kalian yakin dengan apa yang kalian katakan..??", seru Zivana masih tak percaya dengan penuturan anak anaknya tentang kotak musik yang ada di tangannya.
Sanum dan Nur hanya mengangguk.
Mereka yakin sekali kotak itu bisa membuka tabir alasan Nur masih tertahan di dunia ini.
Zivana lalu mencoba meraba kotak musik itu.
Ia berniat membuka kotak musik dihadapannya.
"Bunda yakin...??", tanya Nur.
"Jika kita tak mencobanya, kita tak akan tahu hasilnya", ucap Zivana mencoba membuka kotak itu.
Tetapi, sepertinya kotak itu tak mau dibuka.
"Susah bunda...??", seru Sanum heran.
"Iyaa...!!, coba kalian bantu..", ucap Zivana mencoba dengan sekuat tenaga membuka kotak musik itu.
Bahkan dengan tenaga tiga orang, kotak musik itu tetap tak mau terbuka.
"Sebenarnya apa maumu...??, bukannya kamu bilang mau menolongku..??", ucap Nur mengambil kotak itu dari tangan Zivana.
"Tapi saat itu, kotak itu terbuka dengan mudah saat kita berada di rumah mami Morra, bahkan tanpa di perintah dia menunjukkan pada kita masa lalu mami Morra dan Fitri", ucap Sanum keheranan.
"Lalu maksudnya, kotak musik itu akan terbuka saat dia menginginkannya sayang...??", tanya Zivana.
"Mungkin bunda", ucap Sanum.
"Benarkah buk...??", tanya Nur menatap tajam kotak itu.
Seketika kotak itu terbuka dan menghembuskan sebuah angin kencang lalu kemudian tertutup lagi.
"Astagfirullah..!!, apa itu tadi..??", seru Zivana mendekap Sanum dan Nur.
Lalu pandangan mereka tertuju pada foto Marsel bersama bu Rukmi yang telah jatuh dari tempatnya saat angin kencang itu datang.
Sanum kemudian mengambilnya dan menyerahkannya pada Nur.
"Apa mungkin dia menunggu ayah buk...??", ucap Nur.
Tepat saat itu, Marsel pun baru pulang dari kantor.
"Aku pulang...!!, wah pada ngapain nih..??", seru Marsel membuka pintu depan dan berjalan mendekat ke arah Zivana dan Sanum.
Melihat raut wajah Zivana dan Sanum yang nampak gelisah, Marsel mengerti ada yang tak beres sedang terjadi.
"Kenapa...??, ada apa lagi sekarang...??, ada roh baru..??, atau ada paranormal lain yang muncul selain mami Morra", ucap Marsel menebak.
"Bukan gitu mas", ucap Zivana menunjukkan foto Marsel dengan Bu Rukmi yang pecah.
"Apa artinya ini...??", tanya Marsel heran.
Kemudian, Zivana menceritakan semuanya pada Marsel.
Dengan perasaan takut, ia terus mendengarkan cerita dari Zivana yang tak masuk di akal manusia.
"Jadi maksudnya, aku yang dia cari...??", seru Marsel menelan ludah sembari menatap kotak musik yang sekarang berada di tangan Zivana lagi.
Untuk mengetahui pastinya, Zivana mendekatkan kotak musik itu pada suaminya.
"Bukalah mas", ucap Zivana.
Dengan memberanikan diri, Marsel mencoba mengulurkan tangannya dan mencoba membuka kotak musik itu.
Tapi nyatanya.....
"Tak bisa...!!", seru Marsel membuat yang lain terkejut.
"Tak bisa yah..!!", tanya Sanum heran.
"Sudah dipastikan bukan ayah yang ia cari", ucap Nur menatap sang bunda.
Zivana lalu menatap figura yang pecah di hadapannya.
"Apakah mami Rukmi...??", ucap lirih Zivana makin penasaran.
"Siapa..??, katakan...??", tanya Sanum mengguncang kotak musik itu.
Lalu tanpa berkata apapun, Zivana menarik tangan Marsel dan menariknya memasuki mobil diikuti Sanum dan Nur.
"Kita mau kemana..??", seru Marsel bingung.
"Kita temui mamamu", ucap Zivana bergegas melajukan mobilnya menuju kekediaman bu Rukmi.