
"Adek Sanum sudah boleh pulang hari ini", seru Dokter pagi itu membuat semuanya bahagia.
"Bunda dengar...!!, aku pulang .....!!!, yeeee..!!!", seru Sanum kegirangan.
"Iya sayang...!!, kita akan senang senang nanti di rumah", ucap Zivana memeluk Sanum.
"Ihhhh..!!, kok bunda aja sih yang di peluk...??, ayah sama nenek gimana...??", seru Marsel cemberut.
Seketika Sanum langsung memeluk semuanya satu persatu dengan girangnya.
Tapi saat tiba di giliran nenek Rukmi, nenek Rukmi malah menghindar dari pelukan Sanum dan segera keluar dari ruangan itu tanpa sepatah katapun.
"Gpp sayang.., yuk pamitan sama dokter...!!", ucap Zivana mencoba menghibur Sanum dari sikap bu Rukmi sang nenek.
"Dokter, terima kasih..!!, Sanum pulang dulu ya", ucap Sanum mencium punggung tangan dokter yang selama ini merawatnya.
"Sehat sehat ya anak manis..!!, entah kenapa Tuhan sangat menyayangimu hingga mukzizat seperti ini bisa terjadi, tapi pak dokter sangat bahagia dengan kesembuhanmu", ucap dokter itu sembari mengantar keluarga Sanum meninggalkan rumah sakit.
Di sepanjang jalan Sanum nampak tak sabar untuk pulang kerumah, menikmati masakan bunda yang lezat dan kamarnya yang nyaman.
"Sanum..!!, coba tebak..!!", ucap bu Sara.
"Apa nek...??, pasti nenek kasih kejutan ya sama Sanum..??", seru Sanum penuh harap.
"Kamu tau aja...!!, itu masih rahasia dong ya", seru bu Sara meledek Sanum.
Setelah percakapan itu, Sanum semakin tak sabar ingin mengetahui kejutan dari sang nenek.
Begitu mobil mereka berhenti di teras rumah.
Sanum segera berlari dan mencari cari apa hadiahnya.
Tapi yang ia temukan hanya bu Rukmi yang sedang jengkel keluar dari dapur.
Segera Sanum berlari menuju ayah dan bundanya.
"Eh....!!, tunggu...!!, ngapain kamu...??", seru bu Rukmi sembari berkacak pinggang.
"Kenapa lagi sih mi....??, mami kan udah janji mau berubah", ucap Marsel berjalan masuk ke dalam rumah bersamaan dengan Zivana dan bu Sara.
Saat itu Sanum sudah memeluk erat nenek Sara nya.
"Mami udah capek capek ya nuruti permintaan kamu...!!, mami rela masak, ehhh dia malah lari saat ketemu mami", ucap bu Rukmi kesal.
"Masak sayang...??", ucap lirih Zivana di samping Marsel.
"Ya gimana lagi cobak, cara buat mami deket sama kita..??", ucap lirih Marsel membalas keterkejutan Zivana.
"Tapi kan kamu tau sendiri masakan mami tuh enak kalau delivery di resto", ucap lirih Zivana.
"Ehhh...!!!, kuping mami gak bisa denger kalian ngomong ya...!!, gak sah bisik bisik kenapa sih...!!", seru bu Rukmi membungkam percakapan Zivana dan Marsel.
"Maaf mi", ucap Zivana menundukkan pandangannya.
"Oh ya...!!, mami dah selesai masak tuh...!!, sana makan..!!", seru bu Rukmi malah membuat raut wajah Sanum pucat.
Dengan kedua tangan menutup mulutnya, bersamaan dengan gelengan kepala.
Sanum langsung berlari menuju kamarnya.
"Ehhhhh...!!, dasar.....!!", ketus bu Rukmi makin cemberut.
"Udah lah mi, namanya juga anak anak", ucap Marsel duduk di kursinya dan mengambil makanannya.
Bu Rukmi terus saja ngedumel di meja makan, ia marah karna Sanum tak menghargai masakannya.
"Kalau bukan karna permintaanmu..!!, mami gak mau ya repot kayak gini, terus direndahin kayak gini", seru bu Rukmi sembari mengambil nasi dan lauk pauk di depannya.
Yang lain hanya terdiam tak menjawab ocehan dari bu Rukmi.
Saat suapan pertama masuk ke mulutnya.
Ternyata itu cukup ampuh untuk membuat ocehan bu Rukmi berhenti.
Lambat laun raut wajahnya berubah, membuat yang lain tidak jadi memakan suapan pertamanya.
"Kenapa mi..??", tanya Marsel heran.
Seketika bu Rukmi berdiri dari tempat duduknya dan bergegas melepas celemek masaknya.
"Mami mau pulang..!!", seru bu Rukmi berusaha menelan suapan pertamanya.
Setelah bu Rukmi melewati pintu depan.
Zivana, Marsel dan bu Sara saling berpandangan.
Lalu ketiganya saling mencicipi suapan pertama mereka karna penasaran.
Dalam sekejap mereka terdiam, saling pandang dan kemudian tertawa.
Yang paling kencang tertawa dari ketiganya ialah bu Sara.
"Persis seperti rasa masakan yang aku ingat..!!", seru bu Sara terus saja tertawa.
"Sayang...!!, ini rasa masakan mami sebenarnya...??", ucap Zivana menahan tawanya.
"Persis masakan yang ku tolak waktu kecil dulu, ku kira masakan mami udah membaik, jadi aku suruh masak", ucap Marsel tertawa.
"Pantes Sanum langsung lari..., pasti dia juga udah tau rasa masakan mami Rukmi", ucap Zivana.
"Asin banget...!!, sampai pahit rasanya", ucap bu Sara mendorong piring di hadapannya.
"Sudah buk...!!, biar Zivana beresin, Zivana bakal masak lagi, kasian semuanya pasti laper", ucap Zivana membereskan meja makan.
"Stop...!!", kamu panggil aja Sanum ke sini", ucap Bu Sara.
"Kenapa mi...??", seru Zivana heran.
"Udah...!!, nanti kamu tau sendiri, okee ...!!", seru bu Sara langsung bergegas masuk ke dapur.