Nur

Nur
Usaha melarikan diri.



Saat Zivana mencoba menerka nerka apa yang sebenar nya terjadi.


Orang tua Naya mengetahui keberadaan mereka yang menguping pembicaraan rahasia Daren dari balik semak semak.


"Siapa kalian...??", teriak Daren membuat bu Sukma dan yang lain nya ketakutan.


Daren mendekati mereka dan menarik mereka keluar satu persatu dari dalam semak semak.


Sontak Daren dan mbak Fara terkejut, pasal nya tindakan mereka 10 tahun silam bisa saja terbongkar hari itu.


"Seharusnya aku yang bertanya...!!!, kenapa wajah anak kalian bisa mirip seperti anak anak ku...!!, dan ya, rumah sakit mana yang bisa menghidupkan seseorang yang telah mati..??", seru Zivana mendekati mbak Fara dan menatap nya dengan tajam.


Mbak Fara menelan ludah nya dengan susah payah.


Kegugupan nya saat itu menunjukkan bahwa ia telah menyembunyikan sesuatu.


"Cukup....!!, siapa kamu mau menekan istri dan anak ku...!!", teriak Daren mencoba menjadi benteng bagi Naya dan mbk Fara.


"Kenapa kau begitu ketakutan...??, apa ada yang kalian sembunyikan...??", tanya Zivana mengitari mereka bertiga.


Saat itu, pak Sastro dan sang istri seakan tak kuasa untuk menyimpan rahasia itu semakin lama lagi.


Mereka berniat memberitahukan kenyataan itu pada ibu dari raga bayi yang telah di ambil paksa Daren dan istri nya.


"Saya akan kasih tau semua nya mbak..!!", seru pak Sastro mendapat dukungan dari sang istri.


Mendengar ucapan itu, Zivana merasa ada peluang diri nya mendapatkan jawaban dari teka teki Naya.


Sementara Daren dan mbak Fara amat ketakutan dan marah akan ucapan dari Sastro.


"Jangan kata kan apapun...!!, atau kau akan menyesal", seru Daren memperingatkan.


"Pak...", ucap istri pak Sastro ketakutan dengan ancaman Daren.


"Saya sudah capek buk..!!, menyembunyikan kebenaran ini selama bertahun tahun lama nya...!!, karna cuma untuk ambisi mereka menghidupkan Naya kembali", ucap pak Sastro tanpa takut dengan ancaman Daren.


"Aku mendengarkan", ucap Zivana mengusap air mata nya dan mulai menguatkan diri mendengar cerita dari pak Sastro.


"Hentikan...!!", teriak Daren tak di hiraukan oleh pak Sastro.


"Sebenar nya ada apa ini pak...??", tanya Zivana masih penasaran dengan maksud ucapan pak Sastro.


"Dia mengambil raga Nur anak ibu untuk menjadi raga pengganti bagi Naya mereka yang telah meninggal..!!", seru pak Sastro menangis tersedu sedu.


Membuat Zivana, bu Sukma, dan yang lain nya amat syok di buat nya.


Sementara Nur memberanikan diri mendekati Naya dan memegang nya.


"Jadi Raga ku belum musnah...??", seru Nur mendapat balasan tetesan air mata dari wajah pucat Naya.


"Dasar saudara tak berguna...!!", teriak Daren menancapkan sebuah pisau kecil ke perut Sastro.


"Ya ampun...!!, bapak...!!", teriak istri pak Sastro menangis memeluk tubuh pak Sastro yang sudah tersungkur penuh darah segar.


"Biadab kalian....!!", teriak Zivana terisak isak sembari menolong menutupi luka pak Sastro dengan syal nya.


Daren dan Mbak Fara seketika berlari membawa Naya dan pergi entah kemana.


"Jangan lari...!!, kembalikan raga anak ku...!!", teriak Zivana menangis terisak isak.


"Sudahlah bunda, kita tolong pak Sastro lebih dulu", ucap Sanum membuat bu Sukma dan Zivana mencoba mengangkat tubuh pak Sastro masuk ke mobil mereka.


"Ayo buk..!!", seru Zivana meminta agar bu Sukma mempercepat laju mobil nya karna khawatir dengan kondisi pak Sastro saat itu.


Sementara istri pak Sastro hanya menangis melihat kondisi suami nya yang terus melemah.


"Sudah lah buk, saya gak apa apa, saya lega karna kalaupun saya mati saya sudah menceritakan semua nya pada ibuk", ucap pak Sastro terbata bata dengan nafas yang terenggal enggal.


"Jangan tinggalkan ibuk pak..!!", seru istri pak Sastro memeluk erat suami nya.


"Maafkan bapak buk", ucap pak Sastro di penghujung nafas nya.


Membuat bu Sukma mengerem mobil nya secara mendadak saat melihat pak Sastro menutup mata.


Zivana hanya menangis tak berdaya saat itu.


"Entah berapa nyawa lagi yang harus dikorbankan", ucap Zivana menutup tubuh pak Sastro dengan sebuah selimut.