Nur

Nur
Semakin gila



Mengetahui bahwa sang kekasih telah dimakamkan.


Mami Morra semakin marah dan gila.


Ia mengamuk tak kenal tempat.


Ia kemudian bergegas menemui bu Rukmi.


Dengan secepat kilat, ia berpindah dari rumahnya menuju kekediaman bu Rukmi.


"Rukmi....!!!", teriak mami Morra saat muncul di hadapan bu Rukmi yang tengah asyik bersantai di rumahnya.


"Astaga...., ya ampun...!!", seru bu Rukmi terjingkat dari tempat ia duduk.


Begitu syok nya ia sampai detak jantungnya bahkan bisa didengar oleh mami Morra.


"Aku butuh bantuanmu..!!", seru Mami Morra tak basa basi.


"Bantuan ...??", ucap bu Rukmi heran.


Kenapa harus aku sih...!!, males banget sih berurusan dengan hal hal aneh lagi..!!, gumam bu Rukmi merasa keberatan tapi tak berani mengungkapkannya.


"Kamu kira aku tak bisa mendengarmu ..!!!", seru mami Morra mengobrak ngabrik kekediaman bu Rukmi.


"Iyaaa..!!, iyaaa maaf...!!, tolong hentikan, apa yang bisa kubantu..??", seru bu Rukmi tak mau rumahnya ambruk karna kemarahan mami Morra.


"Kemari..!!", seru mami Morra mengulurkan tangannya.


Dengan penuh rasa takut, bu Rukmi mendekati mami Morra dan memegang tangannya.


Dalam sekejap, mereka telah berada di tengah pekuburan.


"I, iiiini.....", seru bu Rukmi menelan ludah dan seketika meringkuk di dekat mami Morra.


Terlebih banyak suara burung hantu dan hewan lainnya, yang membuat bu Rukmi semakin ketakutan.


"Ini hanya kuburan Rukmi..!!", seru mami Morra.


"Mataku juga masih jernih mami...!!, tapi ngapain malem malem ke kuburan ..??, waktu siang aja aku takut, ini lagi...!!, malam", ucap bu Rukmi menutup matanya.


"Gak usah lebay ....!!, ambil nih ...!!", seru mami Morra memunculkan sebuah cangkul di tangannya.


"Buat apa mami...??", ucap bu Rukmi merasa curiga.


"Ih ..........!!, ampun mami..., jangan ya.., aku sanggup kok nglakuin apa aja ketimbang ini", ucap bu Rukmi memohon di kaki mami Morra.


"Pilih gali atau mati...!!", teriak mami Morra membuat bu Rukmi bergegas mengambil cangkul di tangan mami Morra.


Dengan tangan gemetar, ia mengayunkan cangkulnya ke pusaran ayah Rain.


Tapi tiba tiba .....


Klekkkkk....


"Yahhhh...!!, mami...??, kokk patah...??", seru bu Rukmi semakin gemetar tak karuan.


Mami Morra yang sangat berambisi, terus saja tak menyerah.


Ia kembali memunculkan cangkul dari tangannya secara terus menerus.


Dan terus saja menyuruh bu Rukmi mengulang pembongkaran makam di depannya.


Setelah cukup lama, bu Rukmi nampak ngos ngosan sambil mengelap dahinya yang basah akan keringat.


"Saya menyerah mami...", ucap bu Rukmi langsung terduduk di tanah karna amat sangat kelelahan.


"Dasar lemah....!!!", seru mami Morra mengambil cangkul dan mencoba membongkar makam itu sendiri.


Tapi seperti yang di alami bu Rukmi, ia juga tak bisa membongkar makam ayah Rain.


Segala upaya ia lakukan tetapi hasilnya nihil.


Tiba tiba terdengar sebuah suara yang menggema di sekeliling mereka.


"Ia merupakan hamba Allah, dan pertolongan Allah sudah sampai kepadanya, lakukan semaumu, ia sudah tenang di alamnya", ucap suara itu lalu menghilang digantikan kembali oleh suara hewan hewan malam yang ada.


Suara itu membuat bu Rukmi berlari tunggang langgang meninggalkan mami Morra yang terus saja berteriak tak terima dan mengobrak ngabrik area makam.


Tapi anehnya, hanya pohon dan tanah kosong yang rusak karna serangannya.


Satu makam pun tidak ada yang rusak meskipun diserang berulang kali oleh mami Morra.


"Aki tua....!!!, siapa sebenarnya kau...!!, tunggu pembalasanku..!!", teriak mami Morra seketika menghilang dari sana.