
Tanpa berfikir dua kali.
Mbak Fara menyetujui ide sang suami.
Kecintaan nya pada putri nya membuat nya gelap mata.
Ilmu hitam yang sempat ia tolak dari almarhumah ibu nya akhirnya menjadi jalan pintas bagi nya untuk keluar dari permasalahan nya.
Mereka menunggu para pelayat terutama Marsel pergi dari makam Nur.
Sementara makam Naya tidak terlihat satu pelayat pun sejak awal prosesi pemakaman nya.
Karna sangat terpukul nya mbak Fara akan kehilangan Naya.
Ia tak membawa mayat Naya pulang ke rumah.
Ia tak mau melihat para pelayat menatap Naya dengan iba.
Karna bagi nya, Naya itu masih hidup.
Saat mereka pulang dari rumah sakit.
Pak Daren langsung membawa sang istri dan mayat Naya ke area pemakaman, yang sempat di larang oleh istri nya.
Mbak Fara bersikeras bahwa Naya anak nya masih hidup, ia hanya tertidur dalam pelukan nya saat itu.
Saat prosesi pemakaman, Daren hanya di bantu penggali kubur dan pengurus makam yang kebetulan masih kerabat mereka.
Sementara tubuh mbak Fara di pegangi paksa oleh istri penggali kubur agar tak memberontak saat Naya di semayamkan.
"Kami akan bantu kalian, lagi pula dia juga keponakan ku", ucap penggali kubur waktu itu yang masih jelas terngiang di ingatan mbak Fara.
Setelah senja tiba.
Marsel beranjak dari samping makam Nur.
Para pelayat sudah pulang sejak beberapa jam yang lalu.
Hanya Marsel yang masih menyempatkan waktu membaca surah Yasin untuk almarhumah anak nya.
"Dia sudah selesai yah..!!", ucap lirih mbak Fara.
"Kita temui dulu Sasto", ucap Daren berjalan menuju ke rumah Sasto si penggali kubur yang tak jauh dari area makam.
Daren dan mbak Fara mengutarakan niat nya itu pada Sasto.
Mereka meminta agar Sasto mau membantu nya malam ini.
Mendengar rencana mereka, bu rupi istri dari Sasto menjadi merinding ketakutan.
Ia tak menyangka rasa kehilangan mereka membuat akal pikiran mereka ikut hilang.
"Aku membantu pemakaman Naya yang mendadak dan tanpa orang lain tau karna aku menghargai rasa kehilangan kalian, tapi jika mbak Fara ingin mempraktik kan ilmu hitam ibu yang sudah sepakat kita buang, maaf, aku gak mau mbak", ucap Sastro menolak mentah mentah permintaan saudara nya itu.
"Hanya kalian yang bisa aku mintai tolong", ucap mbak Fara dan Daren memohon.
"Kami akan tutup mulut tentang masalah ini, kalian bisa gunakan peralatan yang kalian butuhkan di sini, tapi jangan bawa bawa aku untuk ikut melakukan nya", ucap Sastro pergi meninggalkan mbak Fara dan Daren bersama sang istri.
Malam itu.
Tekat mereka sudah bulat.
Mereka harus bergerak cepat agar tubuh Nur masih bisa di selamat kan.
Mbak Fara menatap batu nisan milik Nur dengan berkaca kaca.
"Nur, nama yang cantik, tapi maafkan aku ya nak, anak ku sangat butuh raga mu", ucap mbak Fara menyeka air mata nya.
Sementara mbak Fara berjaga jaga jikalau ada orang yang melintasi makam malam itu.
Tapi untung nya, Sastro masih mau menolong mereka walaupun dari jauh.
Sastro mencoba mengalihkan para warga ronda untuk menjauh dari mereka sampai mereka selesai dengan urusan pembongkaran makam.
Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Mereka menutup kedua makam itu dengan sangat rapi agar tak di curigai siapapun bahwa kedua makam itu sebenar nya telah kosong.
Mereka pun pulang kerumah tepat tengah malam.
Mbak Fara sempat mencari kembali kitab yang dulu pernah ia tolak dari almarhumah ibu nya.
Ia geledah gudang rumah nya dengan membabi buta.
Sampai akhir nya.
Ia menemukan apa yang ia cari.
Malam itu mereka habiskan untuk merapal mantra pemanggilan jiwa Naya kembali dan memasukkan nya pada raga Nur yang mulai membiru.
"Kita percepat ini...!!, raga Nur mulai membiru..!!", seru mbak Fara meletakkan tubuh Naya berdampingan dengan tubuh Nur.
Saat malam menjelang subuh.
Tiba tiba angin kencang menerpa mereka.
Tangisan jiwa Naya membuat mereka tersenyum tapi tak membuat mereka berhenti merapal mantra nya.
Cahaya Naya tepat mendarat di atas tubuh nya yang rusak.
"Anak ku Naya...., ibu punya raga baru untuk mu, kamu mau kan", ucap mbak Fara mendekati sang anak, sementara Daren terus merapal mantra.
Naya terlihat sedih dan lesu.
Ia seakan kecewa dengan sikap kedua orang tua nya yang tak bisa merelakan nya.
Karna Daren merasa Naya tak mau masuk ke dalam raga baru nya.
Daren mencoba membaca mantra yang lain yang memiliki efek pemikat.
Dengan sekali tiupan, Daren membuat cahaya Naya segera masuk ke raga Nur.
Membuat tubuh Nur berangsur angsur pulih dan kembali segar.
"Apakah kita berhasil...??", seru Daren tak percaya.
"Kita berhasil pak..!!", seru mbak Fara menggendong Naya yang telah berada di raga bayi milik Nur.
Malam itu senyum pasutri itu kembali merekah.
Meskipun sejak saat itu, tak ada suara maupun tangisan yang keluar dari raga Naya yang baru meskipun Naya telah berhasil membuka mata nya dan hidup kembali.
____
Salam semua😊.
Othor sangat berterima kasih atas dukungan kalian selama ini.
Biar othor makin semangat, mohon tinggalkan like, komen, favorit, vote dan hadiah nya ya, 😊...
~kita sukses sama sama~💞