Nur

Nur
Sudah menjadi hal yang wajar



Seperti biasa, Zivana tengah berberes rumah membantu pekerjaan bibi Zaenab asisten rumah tangganya.


Biarpun ia istri seorang pebisnis handal, ia selalu cekatan jika berurusan dengan rumah.


"Sanum...!!,, hati hati jatuh ya nak..!!, mbak pegangin Sanum terus ya...!!" seru Zivana mengelap meja sembari memperhatikan Sanum yang tengah bermain dengan baby sisternya.


Ia tersenyum melihat tumbuh kembang Sanum yang sangat baik.


Bahkan saat kondisi paru parunya belum dinyatakan sembuh total oleh dokter, ia tak pernah sakit sakitan seperti anak anak yang sedang mengidap sebuah penyakit.


Tiba tiba bantal sofa melayang menimpuk Zivana.


Ia hanya berhenti sejenak dan kemudian meneruskan mengelap meja.


Kemudian Nur kembali menjahilinya.


Ia menarik kain lap yang dipegang oleh Zivana sampai terpelentang ke lantai.


Lagi lagi, Zivana hanya diam dan berjalan ke arah dapur.


Baby sister itu memungut kain lap itu dan memberikannya pada Zivana.


"Ibuk gpp..??, kain lap nya terjatuh di lantai", ucap Baby sister itu.


"Mmmm gpp kok mbak, saya gak ngeh kalau kain itu terjatuh.


Merasa tak dihiraukan oleh Zivana, Nur berusaha merecoh Baby sister Sanum.


Ia mencoba memegang boneka milik Sanum hingga melayang di udara.


Membuat si baby sister terkejut dan histeris.


"Masyaallah..!!, apa itu buk..!!", seru Baby sister itu bersembunyi di belakang majikannya.


Zivana hanya terdiam tak bisa menjawab.


Mustahil ia bicara terus terang pada baby sister itu.


Nur kemudian menggemakan tawanya hingga bulu kuduk baby sister itu berdiri.


"Suara apa itu buk..??", seru baby sister itu sangat ketakutan.


Sementara Sanum yang mendengar suara Nur malah tertawa memandanginya melayang layang di atasnya.


Di saat baby sister itu ketakutan, ia sadar bahwa ada hal yang aneh pada Zivana dan Sanum.


Zivana terlihat bersikap wajar dengan semua yang terjadi.


Baby sister itu mulai menjauh dari tempat Zivana berdiri.


Ia menatapnya dengan penuh kecurigaan.


"Buk...!!, apakah ibu tau semua ini akan saya alami di sini...??, apakah ibu tau tentang hal hal aneh ini..??", seru Baby sister itu terus mundur menjauhi Zivana.


"Tenang mbak..!!, saya bisa menjelaskan semuanya", ucap Zivana mencoba mendekatinya dan menenangkannya.


Seketika Vas di sampingnya pecah dan terjatuh.


Membuatnya terkejut untuk yang berulang ulang kali.


"Sudah buk..!!, saya gak jadi kerja di sini, belum satu hari saya di sini, jantung saya seakan mau lepas dari tempatnya, permisi..!!", seru Baby sister itu berlari keluar dari rumah Zivana.


Zivana pun seakan geram dengan ulah Nur.


Tetapi seketika ia berubah tenang kembali setelah menarik nafas panjang.


"Yank..!!, baby sister itu..??", ucap Marsel berpapasan dengan baby sister itu dihalaman rumah saat ia pulang kerja.


"Ya seperti biasanya mas, ia kabur terbirit birit", ucap Zivana mencium punggung tangan suaminya.


"Nur lagi..??", ucap Marsel mengajak Zivana duduk di sofa bersamanya.


"Siapa lagi...??, sudah 20 baby sister yang tak sanggup di rumah ini, bahkan untuk sehari saja mas", seru Zivana kesal sambil memandang Sanum yang sedang asyik bermain.


Zivana tau, Sanum pasti sedang bermain dengan Nur, ia saja yang tak bisa melihat wujud Nur.


"Sabar...!!", ucap Marsel melepas jas dan dasinya.


"Ya..!!, cuma itu yang bisa kita lakukan bukan..??, lagian ini semua sudah menjadi hal yang wajar bagi kita, semua tingkah Nur sudah tak berpengaruh pada kita, hanya saja aku mengkhawatirkan Sanum, ia sangat akrab dengan Nur, padahal ia hanya sebuah Roh di dunia ini, dan emosinya juga tak stabil", ucap Zivana meluapkan kegundahan hatinya pada sang suami.


"Kita sama sama jaga Sanum ya..!!", ucap Marsel mengecup dahi Zivana.


"Iya mas", ucap Zivana merebahkan kepalanya di dada Marsel.


Seakan hanya itu yang bisa mengobati rasa lelahnya dalam menghadapi Nur.


Terkadang, Zivana juga merasa iba dengan apa yang tengah dirasakan Nur.


Nur juga anaknya, tetapi tuhan telah berkehendak lain padanya.


Zivana sudah mencoba ikhlas melepasnya, tetapi kenapa Nur belum bisa meninggalkan dunia ini...??.


Apa yang tengah Nur cari dan apa yang tengah ia perjuangkan..??