
"Gak pak..!!, saya gak sanggup..!!", seru seorang laki laki bergegas keluar dari rumah Marsel dan Zivana dengan raut wajah ketakutan.
"Tapi pak...!!, pak..!!, tunggu...!!, saya naikkan komisinya ya...!!", seru Marsel berusaha mengejar petugas makam yang ia suruh untuk memakamkan ayah Rain.
"Gimana mas ..??", seru Zivana penasaran dengan apa yang terjadi.
"Tuh...!!, lihat sendiri...!!, semuanya pada kabur sampai terbirit birit setelah melihat mumi itu, entah sudah berapa orang yang aku mintai tolong, tapi nihil...!!", ucap Marsel putus asa.
"Trus gimana mas...??, kasian juga kalau kita biarkan", ucap Zivana tak tega melihat kondisi Rain.
Marsel hanya menggelengkan kepala, pertanda ia tak ada ide lagi untuk menyelesaikan masalah itu.
Tiba tiba, seorang lelaki paruh baya menegur mereka.
"Assalammualaikum", ucap seorang lelaki yang tiba tiba telah berdiri di teras rumah, hingga mengejutkan Marsel dan Zivana yang tengah mengobrol.
"Walaikumsalam, astaga pak...!!, bikin kaget aja", seru Marsel sembari mengelus dadanya.
Nampak lelaki itu seperti seorang kyai.
Ia memakai sorban dan pakaian serba putih.
"Maaf, bapak ini siapa ya...??", ucap Zivana mempersilahkan Lelaki itu duduk.
"Panggil saja saya hamba Allah, kebetulan saya lewat di daerah sini, dan saya tertarik dengan pembicaraan warga yang mengatakan ada mumi di rumah ini, apakah betul...??", ucap lelaki itu.
"Benar pak, dan kami ingin sekali menguburkannya sesuai syariat islam", ucap Marsel.
"Alhamdulillah, niat kalian baik, jika kalian berkenan, saya akan membantu menguburkannya", ucap lelaki itu menawarkan bantuannya.
Nampak Marsel dan Zivana sangat lega mendengarkan, akhirnya ada orang yang mau menolong mereka.
"Alhamdulillah, terima kasih pak", ucap Marsel.
"Bisa saya melihatnya..??", tanya lelaki itu.
"Mari silahkan", ucap Zivana dengan senang hati.
____
"Siapa lagi itu Nur...??", ucap Fitri melihat kedatangan Marsel, Zivana dan seorang lelaki yang tak ia kenal.
"Entah...!!, kerabat kita kah Kak..??", tanya Nur.
"Aku juga tak mengenalnya", ucap Sanum.
"Pasti pengurus makam lain lagi, bosan aku lihat orang datang kesini cuma berakhir lari terbirit birit dan ketakutan melihat ayah Rain, gak sekalian aja mereka ngompol disini..!!, cemen...!!", ketus Fitri kesal.
"Assalammualaikum", ucap lelaki itu saat pintu gudang dibuka oleh Marsel.
"Walaikumsalam", ucap Sanum beserta yang lain.
"Anak anak pintar", ucap lelaki itu membuat Sanum dan lainnya terkejut.
"Ia, 4 anak yang luar biasa, mereka kuat di garis takdirnya masing masing", ucap lelaki itu membuat Fitri, Rain dan Nur tahu bahwa lelaki itu bisa melihat mereka.
Lelaki itu pun mendekati patung mumi dihadapannya.
Ia meraba almari kaca itu dan berhasil melepas segel pintunya.
Yang selama ini tak pernah bisa dibuka selain mami Morra sendiri.
Di lain tempat.
Dalam semedinya, mami Morra merasakan segelnya telah dirusak.
"Sayangku...!!, siapa yang bisa membukanya..??", seru mami Morra kesal.
Ia kemudian menutup kembali matanya dan mencoba memantrai almari itu dari kejauhan.
Tapi nampaknya ia kalah kuat dari lelaki itu.
"Apa ini....??, siapa dia...??", ucap mami Morra kembali bersemedi untuk mendapatkan kekasihnya lagi.
Sementara di dalam gudang.
almari kaca itu telah terbuka.
Membuat mumi itu lebih nampak jelas terlihat detailnya.
"Assalammualaikum anakku...!!, kau bisa mendengarku...??", seru lelaki itu.
Beberapa saat kemudian mumi itu seakan bergerak, membuat Marsel dan Zivana ketakutan.
"Pulihkanlah dirimu atas izin Allah, niscaya semua orang akan berbondong bondong menyemayamkanmu", ucap lelaki itu mengusap wajah sang mumi.
Lalu kejadian di luar nalar manusia pun terjadi.
Tali pengikat Mumi itu berangsur angsur terlepas.
Anehnya, bukan tulang belulang yang mereka lihat, tetapi tubuh lelaki yang masih utuh seperti sedang tertidur.
"Itukah ayah Rain...??, pantas mami Morra sangat terobsesi dengannya", ucap Nur tak percaya.
"Tampan bukan...??", ucap Fitri dan Rain tersenyum saat melihat orang dari masa lalunya nyata di depan mereka.
"Ayah...!!", seru Rain langsung memeluk sang ayah dengan eratnya.
"Bagaimana bapak...", ucap Marsel langsung di sela oleh lelaki itu.
"Semua karna pertolongan Allah", sela lelaki itu.
"Jika keadaannya begini, kita tak akan kesusahan lagi untuk menyemayamkannya", ucap Zivana merasa bersyukur.
"Kita makamkan ia besok, panggil seluruh warga agar membantu", ucap lelaki itu.