
Sudah cukup lama Bu Rukmi tak datang ke rumah kediaman Marsel.
Ia terlalu takut karna kejadian terakhir yang menimpa dirinya di rumah sang anak.
Ia terlihat merenung di teras depan.
"Enak Zivana dong..!!, Marsel kan juga anakku, kenapa aku malah yang gak bisa nemuin dia..!!", ucap bu Rukmi sembari menikmati teh paginya.
Tiba tiba seorang wanita berdiri di depan gerbang rumahnya.
Bu Rukmi memandanginya dengan pandangan tak suka.
"Buk kalau mau ngemis jangan di sini..!!, pergi sana...!!", seru bu Rukmi, tetapi wanita itu tetap terus berada di tempatnya berdiri.
Karna kesal, bu Rukmi memanggil pembantunya untuk mengusir wanita itu.
Tapi nihil, ia masih tak mau pergi dari sana.
"Gimana...??", seru bu Rukmi.
Pembantunya hanya menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia telah gagal mengusir wanita itu.
"Maunya apa sih dia..??, udah di bilang gak terima pengemis juga..!!", seru bu Rukmi berjalan menghampiri wanita itu.
Ia pandangi wanita yang tengah berdiri di hadapannya itu.
Pakaiannya sih..!!, gak cocok ya dibilang pengemis..!!..., gumam bu Rukmi dalam hati.
"Ehhh buk..!!, kan saya udah bilang gak terima pengemis, ibuk pergi deh dari rumah saya", seru bu Rukmi membuat wanita itu tertawa.
"Ihhh..!!, gil* ya kamu..!!", seru bu Rukmi membuat wanita itu melotot.
"Bisa sopan sedikit tidak..!!", ketus wanita itu.
Bu Rukmi yang agak ketakutan masih tetap memperlihatkan kuasanya.
"Ehhh..!!, terserah saya dong..!!, rumah rumah saya", seru bu Rukmi tak terima.
Nur yang muncul tiba tiba di samping bu Rukmi langsung terkejut dan menghilang kembali.
Nur memang sering menjahili neneknya itu, karna firasatnya mengatakan ada yang tak beres dengan sang nenek.
Wanita itu yang melihat Nur datang dan langsung menghilang lalu tersenyum kecil.
"Sebenarnya kedatanganku kesini dengan niat baik, tapi jika kamu tak suka ya sudah..!!", seru wanita itu.
"Apa maksudmu..??", tanya bu Rukmi heran.
"Aku tau, banyak hal aneh di sekitarmu kan..??, dan aku juga tau kenapa ada jarak antara kamu dan anakmu", seru wanita itu membuat bu Rukmi menjadi tertarik padanya.
Bu Rukmi langsung reflek membukakan pintu gerbangnya untuk wanita itu.
"Kenapa kamu bisa tau...??", tanya bu Rukmi heran.
"Apa yang tidak aku tau...??, yang kamu takuti selama ini baru saja kabur karna melihatku", seru wanita itu membuat bu Rukmi memandang takut ke sekelilingnya.
Tanpa berkata apapun.
Wanita itu menuruti permintaan bu Rukmi.
Ia berjalan seakan itu adalah rumahnya sendiri.
Tapi anehnya, bu Rukmi tak keberatan tentang sikapnya itu.
"Perkenalkan namaku Morra, panggil aku mami, aku sudah mengawasimu sejak lama, dan entah kenapa aku ingin sekali membantumu", ucap mami Mor.
"Nama saya Rukmi mami, mami beneran kan mau bantu saya..??", seru bu Rukmi penuh harap.
"Tentu...!!", seru mami Mor tersenyum meyakinkan, membuat bu Rukmi nampak kegirangan.
"Berapa yang harus aku bayar mi..??", tanya bu Rukmi mengeluarkan cek dari dalam lacinya.
"Aku hanya meminta bayaran saat pekerjaanku berhasil, jika tidak, anggap saja itu gratis, tapi aku belum pernah gagal selama ini", ucap mami Mor percaya diri.
"Lalu mi, apa yang sebenarnya telah
mengganggu saya..??", tanya bu Rukmi penasaran.
"Dia itu cucumu...!!", ucap mami Mor.
"Cucu..!!", seru bu Rukmi terkejut, lalu satu nama muncul di benaknya.
Nur...!!, mungkinkah...??, gumam bu Rukmi dalam hati.
"Ya...!!, dia Nur, cucumu", seru mami Mor bisa mendengar kata hati bu Rukmi.
Membuat bu Rukmi tak meragukan kemampuan dari mami Morra.
"Kenapa dia masih ada di dunia mi..??, dia sudah lama meninggal, sejak ia di lahirkan", ucap bu Rukmi mengutarakan pertanyaannya yang tak pernah ia bayangkan akan keluar dari mulutnya.
"Ada beberapa alasan sebuah roh tak bisa meninggalkan dunia ini, dan itu yang harus kita cari tau terlebih dahulu", ucap mami Mor memandangi ke sekeliling rumah.
"Mami mencari apa...??", tanya bu Rukmi heran.
"Dia...!!", ucap mami Mor singkat.
"Dia pasti sudah kembali ke rumah anakku mi", ucap bu Rukmi dengan penuh keyakinan.
"Bisa kita kesana..??", seru mami Mor beranjak dari tempat duduknya.
"Enggak mi, enggak..!!, aku takut jika harus kesana lagi", ucap bu Rukmi mengingat kejadian waktu itu.
Saat ia lari terbirit birit karna banyak hantu yang menakutinya atas perintah Nur.
"Tenang..!!, selama ada aku, kamu aman", ucap mami Mor berjalan keluar dari rumah.
Bu Rukmi berangsur angsur menghilangkan rasa takutnya.
Lalu ia berjalan menyusul mami Morra dan menaiki mobil menuju ke kediaman Marsel.