Nur

Nur
Kenapa kau mengusikku..??



Zivana dan Marsel sedang menghabiskan weekend mereka dengan Sanum di taman depan rumah mereka.


Tak ketinggalan Nur juga ikut bergabung dengan mereka.


Meskipun banyak terjadi cekcok antara Nur dan kedua orang tuanya, tetapi ia akan selalu dianggap anak oleh Zivana dan Marsel.


Walaupun keduanya tak bisa melihat wujud dari Nur.


Hanya lewat Sanum dan Sekar lah Zivana dan Marsel dapat berinteraksi dengan Nur.


Tiba tiba mobil berwarna hitam masuk ke halaman rumah mereka.


"Mami...??", seru Marsel beranjak dari tempat duduknya.


"Akhirnya mami mau kesini juga setelah kejadian yang waktu itu", ucap Zivana merangkul Sanum.


"Nur...!!, dengarkan Ayah..!!, ayah tau kamu masih di sini, bersikaplah baik pada nenekmu..!!", seru Marsel mencoba memperingatkan Nur.


Nur hanya mengangguk menuruti perintah ayahnya.


Sanum yang bisa melihatnya, tersenyum senang karna Nur mau menuruti permintaan permintaan kecil keluarganya yang selama ini selalu ia tentang.


"Nur menurut kok yah, ayah gak usah khawatir", ucap Sanum menggandeng tangan Nur.


Mereka pun bersama sama berjalan ke arah mobil itu, mereka berniat menyambut kedatangan bu Rukmi.


Begitu terkejutnya Nur saat bu Rukmi turun dari mobil bersamaan dengan Mami Morra.


Seketika Nur ketakutan dan menghilang entah kemana.


Sanum yang kebingungan dengan tingkah Nur mencoba memandangi kesekelilingnya.


Kemana Nur pergi...??, gumam Sanum dalam hati.


"Sayang..!!, kamu kenapa..??", ucap Zivana melihat tingkah Sanum yang seakan mencari sesuatu.


"Nur pergi bunda", ucap Sanum.


"Nanti pasti dia datang lagi sayang", ucap Zivana mencoba mengembalikan senyum Sanum.


"Pagi mi..!!", ucap Marsel mencium punggung tangan bu Rukmi diikuti dengan Zivana dan Sanum.


"Nenek apa kabar...??", seru Sanum meraih tangan bu Rukmi.


"Ih...!!, gak usah pegang pegang..!!", ketus bu Rukmi membuat Marsel dan Zivana saling berpandangan.


Seakan dalam hati, mereka saling berucap bahwa ternyata sikap mami masih tetap sama.


"Ini siapa mi..??", tanya Zivana melempar senyum pada mami Morra.


"Ini teman mami, bersikaplah baik kepadanya, ia akan membantu mami mengusir roh jahat dari rumah ini", ucap Bu Rukmi membuat Zivana dan Marsel terkejut.


Bahkan Sanum pun tak percaya ada yang berniat mengusir Nur dari rumahnya sendiri.


"Nenek gak boleh...", ucap Sanum seketika mulutnya langsung didekap oleh Zivana.


Saat masuk ke dalam rumah, ia memejamkan matanya dan merasakan aura yang ada di rumah Zivana dan Marsel.


Nur memandanginya dari balik jendela luar.


Ia mengeluarkan semacam aura pekat untuk sengaja menarik mami Morra agar menemuinya.


Ternyata perkiraan Nur tepat.


Mami Morra terpancing akan undangan dari Nur.


"Gimana mi..??", ucap bu Rukmi memandang kesekeliling rumah.


Ia masih trauma akan kejadian menakutkan yang menimpanya waktu itu.


"Tunggulah di sini..!!", seru mami Morra berjalan menuju taman belakang rumah.


Zivana dan Marsel yang amat takut akan sesuatu terjadi pada Nur mencoba membujuk bu Rukmi mengakhiri apapun yang akan dilakukannya.


"Enak aja...!!, kalian sih gak ngrasak.in rasanya di hantui oleh roh itu...!!", seru bu Rukmi kesal.


Sementara Mami Morra semakin dekat dengan tempat Nur berada.


Nur terlihat sedang berayun di halaman belakang.


Sambil bersenandung riang, ia mengayunkan pelan ayunannya.


"Apa alasanmu masih tertahan di sini..??", seru Mami Morra.


Nur pun tersenyum.


"Bahkan aku saja tak tau alasanku ada di sini..!!, justru aku yang harus bertanya, kenapa kamu mengusikku..??", seru Nur menghentikan ayunannya.


"Kamu sudah banyak mengganggu manusia", ucap mami Morra.


"Tau apa kamu tentang ku..!!", seru Nur memandang mami Morra dengan raut wajah tak suka.


"Lebih baik kamu pergi dari sini..!!", seru mami Morra mengusir Nur.


"Aku tak akan pergi sampai masalahku di dunia selesai", ucap Nur lantang.


"Beraninya kamu...!!", seru mami Morra mengeluarkan kalungnya di hadapan Nur.


Nur yang menatap kalung itu seketika silau akan cahayanya.


Ia merasakan kulitnya terbakar secara perlahan.


"Awhhhh..!!", seru Nur menghilang dari hadapan Mami Morra.


"Rasakan itu..!!", seru mami Morra tersenyum senang.


"Ingat..!!, aku akan kembali..!!", seru Nur bergema di telinga Mami Morra.