My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 94



🍁🍁🍁


Malam pun tiba akhir pekan segera berakhir. Terlihat Nayra sudah mempersiapkan dirinya untuk tidur karena malam ini ia terasa begitu capek dan mengantuk.


Sedangkan Andrian masih bergelut dengan laptop untuk mengerjakan pekerjaan kantornya. Ketika sedang fokus bergelut dengan laptopnya ada notif masuk dari ponselnya membuyarkan fokusnya bekerja.


[Tuan tolong saya!!! Saya sedang dihadang oleh para penjahat, dia ingin melakukan sesuatu terhadap saya. Tolong saya Tuan!!! Saya tidak tau harus meminta tolong selain kepada Anda, saya tak mengenal siapa-siapa untuk menolong saya, saya mohon Tuan segera datang ke jalan XX karena di sana saya berada.]


Membaca pesan itu membuat Andrian dengan cepat bersiap-siap menuju ke jalan yang sudah di kasih tau. Mungkin itu bukan urusannya tapi dia tak mungkin tega membiarkan seorang wanita dalam keadaan seperti itu.


Andrian mengenakkan jaket serta sepatu lalu menancapkan gas mobilnya menuju ke alamat yang diberikan tadi. Sedangkan Nayra yang belum sepenuhnya tidur menyadari bahwa suaminya pergi malam-malam seperti ini.


Karena merasa curiga dengan gerak-gerik suaminya Nayra langsung saja mengikuti mobil suaminya dari belakang. Nayra masih menggenakan baju tidur karena tak sempat menggantinya. Nayra mengendarakan mobil sendiri karena sebelum itu Nayra sudah belajar menggenakan mobil.


Setelah lama mengikuti mobil suaminya, akhirnya Andrian berhenti di sebuah jalanan sepi. Nayra pun berhenti sedikit lebih jauh dari mobil Andrian agar dia tak ketahuan bila dia mengikuti dari belakang.


Tak lama kemudian Andrian keluar dari mobil tersebut menghampiri seorang wanita yang berdiri di tepi jembatan jalan itu.


"Siapa wanita yang Mas Andrian temui?" tanya Nayra dalam batinnya.


"Di mana para penjahat itu?" tanya Andrian yang melihat Amanda baru saja selesai menangis. Tapi ketika Andrian sampai di sana dia tak melihat ada penjahat yang ada di sana hanya ada Amanda saja.


"Saya kira Tuan tidak akan datang."


"Mana mungkin saya membiarkan seorang wanita dalam bahaya."


"Apakah Tuan mencemaskan keadaan saya?" tanya Amanda tersenyum tipis.


"Di mana penjahat itu?" tanya Andrian sambil melihat sekeliling apakah ada seseorang yang mencurigakan berada di sana.


"Penjahatnya sudah pergi Tuan," ucap Amanda.


"Apa? Lalu kenapa kamu mengirimkan ku pesan bila penjahatnya sudah tidak ada? Apakah jangan-jangan!!" Andrian mengintimidasi Amanda yang terlihat berbohong padanya.


"Apa sebenarnya maumu sampai kamu berbohong seperti ini?" tanya Andrian karena dia tau Amanda berbohong soal penjahat itu.


"Saya mencintai Tuan! Saya sudah lama memendam rasa pada Tuan bahkan sebelum Anda menikahi Nona Nayra saya sudah lebih dulu mencintai Anda!!!" ujar Amanda mengungkapkan perasaannya setelah sekian lama.


Dia tak peduli kedepannya akan bagaimana tapi yang terpenting dia sudah mengungkapkan perasaannya yang sudah terpendam selama hampir satu tahun ini.


"Apa? Apakah kamu sudah gila? Saya sudah mempunyai istri dan sudah mempunyai anak jadi kamu jangan mengharapkan cinta dari saya. Carilah laki-laki baik yang lebih dari saya," ucapnya yang masih mengontrol emosinya.


"Tidak bisa Tuan, saya sudah mencobanya tapi tetap gagal, bukannya melupakan Anda saya malah tambah jatuh cinta pada Anda."


"Jangan gila kau Amanda, saya sudah mempunyai istri dan tak mungkin saya membalas perasaan mu!!"


"Saya tidak peduli Tuan, asalkan saya sudah mengungkapkan perasaan saya ini pada Anda. Bahkan jika bisa saya sanggup menjadi istri kedua Anda. Saya benar-benar mencintai Anda."


Amanda tiba-tiba memeluk Andrian tanpa seizinnya, ia tak peduli dengan harga dirinya saat ini asalkan perasannya sudah tersalurkan malam ini.


Nayra yang masih di dalam mobil langsung bergegas keluar untuk menghampiri mereka. Dia begitu emosi melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain, tapi diai bisa mengontrol emosinya agar tak kebablasan nantinya.


"Tolong biarkan seperti ini sebentar saja!!"


"Lepas Amanda! Kamu benar-benar gila ya!" ucap Andrian tambah berusaha melepaskan pelukannya.


"Iya Tuan saya memang gila karena Anda. Saya gila karena mencintai Anda, tolong jangan suruh saya melepaskan pelukan ini untuk sementara waktu," ucap Amanda yang tak mau lepas dari Andrian.


"Mas Andrian!!!!" panggil Nayra dari arah samping dengan sedikit berteriak.


Spontan Amanda melepaskan pelukannya begitu juga Andrian yang begitu kaget melihat istrinya ada di sana.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini Sayang?" tanya Andrian.


"Seharusnya Nay yang bertanya kepada kalian berdua, apa yang sudah kalian lakukan di sini di jalanan sepi ini berdua?" tanya Nayra.


Dan Nayra menyadari bahwa wanita itu adalah asisten Andrian membuat Nayra tambah syok melihatnya.


"Jawab saya!! Kenapa kalian diam saja?" tanya Nayra lagi ingin mengeluarkan air matanya tapi dia tahan agar tak terlihat lemah di depan lawan.


"Ini bukan seperti apa yang kamu lihat, dia yang menyuruhku datang ke sini, tolong percaya pada ku sayang!!" ucap Andrian.


Sedangkan Amanda menunduk dengan menyeka air matanya yang sempat tumpah. Lalu Nayra berjalan ke arah Andrian dan Amanda.


Nayra sudah menyiapkan tangannya untuk menampar ke arah Andrian.


Plak!!!


"Aw!" jerit Amanda ketika Nayra menamparnya dengan keras. Memang Nayra ingin menampar suaminya tapi yang berhak di tampar saat ini adalah Amanda.


"Tamparan ini belum seberapa dengan apa yang telah kamu perbuat. Apakah kamu tak sadar bahwa Mas Andrian sudah mempunyai istri? Padahal kita sama-sama perempuan yang tau bagaimana rasanya bila ada di posisi ku saat ini."


"Memang saya salah mencintai suamimu tapi hati ini tak bisa berbohong tentang perasaan, lagian saya mengenal Tuan Andrian sudah cukup lama," ujar Amanda tanpa malunya menitikan air mata liciknya itu.


"Hah! Saya ingin tertawa dengan perkataan mu, bahkan sebelum kamu mengenal suami saya, saya lebih dulu mengenalnya. Apakah kamu tidak mempunyai urat malu mengatakan mencintai suami orang di depan istrinya sendiri? Dasar pelakor murahan!!" Nayra menjawab dengan begitu santainya tapi perkataannya membuat Amanda begitu kesal dan marah.


Andrian menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan istrinya yang sedikit kasar karena tau Nayra tak pernah berkata kasar selama ini.


Tiba-tiba Amanda mengangkat tangannya ingin membalas tamparan Nayra tapi dengan sigap Nayra memegang pergelangan tangan Amanda membuatnya tak bisa menampar Nayra.


"Kamu tak pantas menampar wajah ku dengan tangan kotor mu itu. Kamu sama seperti wanita malam di luar sana, bedanya kamu terbungkus rapi dengan wajah polos yang kamu buat."


"Jangan samakan saya dengan wanita seperti itu!!!" ucap Amanda begitu marah karena disamakan dengan wanita murahan di luar sana.


"Apa bedanya kamu dengan dia sama-sama menyukai suami orang? bedanya dia mendapatkan uang sedangkan kamu suka rela tanpa dibayar sepeserpun!!"


"Kamu!!!" Amanda begitu kesal hingga tangannya kembali ingin menampar wajah mulus Nayra. Tapi Andrian menepis tangan Amanda agar tak mengenai wajah istrinya.


See you again...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^