
🍁🍁🍁
Orang yang mereka sekap adalah sopir pribadi Nayra yang sering mengantarkan Nayra ke mana-mana, sebelum kejadian itu dia sengaja beralasan sakit karena tau mobil yang akan dipakai Nayra rem nya blog, karena dia sendiri yang merusakkan rem nya.
Mereka mengetahui pelakunya adalah sopir pribadi Nayra karena dia melihat di CCTV halaman rumah Andrian melihat orang itulah yang mengotak-atik mobil yang dipakai Nayra semalam sebelum kejadian, dia begitu teledor tak melihat CCTV membuatnya berkahir seperti ini.
Sesampainya di rumah sakit Andrian langsung menuju ke ruangan tadi itu, ketika sampai di sana dia tak menemukan siapa-siapa. Dia hanya menemukan suster yang sedang membereskan ruangannya.
"Sus! Dia mana pasien yang tadi itu? Bagaimana keadaannya sekarang?" Andrian harap-harap cemas akan kabar istrinya. Dia berharap bahwa istrinya dinyatakan masih hidup.
"Oh pasien yang tadi? Dia sekarang di bawa ke ruang rawat inap, dia dinyatakan masih hidup tetapi kondisinya saat ini masih sangat kritis," jelas suster itu.
Andrian langsung bernafas lega mendengar kan itu, tapi dia juga masih sedih karena istrinya masih dengan keadaan kritis.
"Terima kasih Sus, kalau gitu saya permisi dulu."
"Sama-sama Tuan."
Andrian pun pergi dari sana menuju ke ruang rawat inap Nayra, dia begitu menyesal meninggalkan Nayra saat-saat seperti ini.
Sedangkan suster itu memerhatikan punggung Andrian yang sudah sedikit jauh ke sana. Dia senang karena pertama kali mendapatkan pasien yang hidup kembali atau yang biasa di sebut mati suri.
"Beruntung sekali pasien itu mempunyai suami yang begitu menyayanginya, Andai saja aku juga mendapatkan copy paste Tuan Andrian," gumam suster itu sedang menghalu yang tak pasti.
Ketika sampai di ruangan VIP itu, dia menemukan mamanya berada di luar sedang mengobrol dengan mama mertuanya.
"Kamu habis kemana An? Mama menelpon mu dari tadi tapi ponselmu mati," seru mamanya yang melihat Andrian sudah datang.
"Maafkan Andrian Mah, Andrian ada urusan yang begitu penting. Dan ponsel Andrian rusak ketika jatuh di kantor. Lalu bagaimana keadaan Nayra Mah?"
"Nayra sama seperti sebelumnya tak ada perubahan, dia masih koma dan tak tau akan terbangun kapan," ucap nyonya Kumala dengan raut wajah sedih.
Andrian pun masuk ke dalam melihat keadaan istrinya, yang tadi ia temukan adalah jenazah istrinya sekarang dia kembali lagi walaupun keadaannya sangat memperihatinkan.
Andrian kembali sedih melihat istrinya yang dipenuhi alat-alat ditubuhnya. Dia sangat sakit sekali melihat istrinya tak berdaya seperti itu.
Mereka yang ada di dalam langsung keluar melihat Andrian masuk ke dalam. Mereka sengaja agar Andrian bisa lebih tenang berdua dengan istrinya.
"Bagaimana kabarmu Sayang? Apa kamu masih terasa sakit? Maaf aku meninggalkan mu sebentar karena ada urusan yang sangat penting. Tapi aku janji tak akan meninggalkan mu lagi sendirian," Andrian mengelus-ngelus tangan istrinya yang terdapat banyak selang infus.
Andrian mencium istrinya karena sangat merindukannya, dia rindu dengan omelanya, rindu dengan kemanjaannya saat hamil dan banyak lagi. Sekarang dia hanya bisa menutup mata berbaring dengan dibantu oleh alat-alat medis tersebut.
"Apa kamu tau bayi kita laki-laki, dia juga sama seperti mu sedang dipakaikan alat medis untuk bertahan hidup. Dia terlihat tampan seperti ku, tapi aku tak bisa menggendongnya langsung karena dia masih ada di dalam inkubator," Andrian menceritakan tentang bayinya kepada istrinya walaupun dia tau istrinya pasti tak akan merespon.
"Aku bangga dengan mu Sayang!! Kamu wanita paling kuat, wanita pemberani dan wanita paling cantik yang aku temui di sekian banyak wanita di dunia ini. Bila aku ada di posisi mu saat ini mungkin aku akan menyelamatkan nyawa ku sendiri dibandingkan anak kita tapi kamu tak seperti itu Sayang."
Andrian terus berbicara dan menceritakan segala sesuatu kepada istrinya, sesekali dia merapikan rambut istrinya yang mengenai wajah cantiknya. Sedangkan orang-orang yang ada di luar begitu terharu dengan Andrian yang begitu tulus pada istrinya.
Mereka yang tau tentang Andrian dari dulu tak percaya akan jalan hidup Andrian seperti ini. Dari dia yang sering mempermainkan seorang wanita hingga dia benar-benar tulus kepada satu orang wanita saja.
"Aku sebagai Papa Andrian juga tak menyangka dia berubah seperti ini. Aku juga bangga mempunyai menantu seperti Putrimu yang berani berkorban demi anaknya, dan bisa mengubah Putra ku seperti itu," bales tuan Wijaya.
***
"Lepaskan aku! Siapa kalian yang berani-beraninya memperlakukan ku seperti ini!!" teriak seorang wanita yang begitu licik itu. Bahkan sampai detik ini dia tak merasa bersalah atas perbuatannya.
Setelah sehari mencari Nadia, akhirnya para anak buah Andrian bisa menculik Nadia dengan hidup-hidup. Matanya yang ditutupi oleh kain hitam dan tangannya yang di tali membuatnya tak bisa melakukan apa-apa. Bahkan dia tak tau dia berada di mana saat ini.
Ketika Andrian datang di sana dia langsung melepaskan kain hitam yang menutupi mata Nadia tanpa melepaskan tali di tangannya.
"Andrian?!!" Nadia begitu kaget melihat Andrian yang pertama kali ia lihat saat ini.
"Kenapa? Apa kamu kaget melihatku ada di sini? Atau kamu kaget kalau aku sudah mengetahui perbuatan busuk mu?" tanya Andrian terlihat mengintimidasi.
"Apa maksud mu? Aku tak mengerti dengan perkataan mu."
"Dasar wanita licik!! Jangan memasang wajah polos mu itu, aku tak terpengaruh dengan wajah polos mu itu."
"Aku tidak berencana membunuh Nayra, aku tak tau apa-apa!!"
"Kapan aku mengatakan kamu ingin membunuh istriku? Aku tak pernah mengatakannya, tapi kamu sendiri yang mengakui itu."
"Ah i-itu aku mendengar kabar Nayra meninggal jadi aku kira kamu menuduh ku."
"Ahahah!! Kamu sendiri yang mengakuinnya bodoh!!!" ucap Andrian sambil menyentil dahi Nadia.
"Aw sakit!!" keluh Nadia.
"Cih! itu belum apa-apa, belum saja memasuki tahap awal aku bermain-main denganmu."
"Apa maksud mu? Sudah ku katakan aku tak pernah melakukan apapun pada Nayra!!" bantah Nadia.
"Jangan bohong kamu wanita licikkk!!!" Andrian mencekek leher Nadia dengan keras membuatnya tak bisa bernafas. Dia begitu geram melihat omong kosong mulut liciknya itu.
"Akh! L-lepaskan akuu An! Kau bisa membunuhku!!" ucap Nadia dengan terbata-bata karena tak bisa bernafas.
Lama Andrian mencekek Nadia hingga hampir kehabisan nafas, lalu melepaskannya dengan begitu kasar.
"Ohk-ohk-ohk___" Nadia terbatuk-batuk lalu kembali menghirup udara karena sudah begitu kehabisan oksigen.
"Dasar laki-laki gila, kau hampir saja membunuh ku!!" umpat Nadia.
"Aku gila? Kamu yang gila ingin membunuh Nayra yang tak punya salah apa-apa padamu. Harusnya kamu sadar dengan perbuatan jahat mu itu!!"
"Aku melakukan itu karena aku dendam dengannya, gara-gara dia kamu tak jadi menikah dengan ku. Gara-gara dia kamu dan keluarga mu berhenti menyuntik dana di perusahaan papaku. Dia begitu tak pantas bersaing dengan ku!!!"
See you again...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^