My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 64



🍁🍁🍁


"Iya, tapi terlihat Tuan Andrian seperti mabuk, mungkin dia dibawa karena habis mabuk," ujar lagi wanita tersebut.


"Bukannya Mas Andrian berhenti minum minuman keras, jadi kenapa dia bisa mabuk seperti itu," Nayra bergumam dalam hatinya memikirkan Andrian.


Sampai wanita tadi mengejutkan Nayra membuat Nayra terperanjat dari lamunannya.


"Hay Mbak! Kalau tidak ada lagi yang mau ditanyakan saya permisi dulu."


"Oh ya silahkan! Terima kasih Mbak atas informasinya," ujar Nayra ramah kepada wanita tadi.


"Iya sama-sama, senang membantu."


Setelah wanita itu pergi dari sana. Nayra kembali melamun memikirkan di mana Andrian sampai Nayra terpikirkan bahwa Andrian sekarang ada dalam bahaya.


"Jangan-jangan Mas Andrian ada dalam bahaya sekarang, mungkin dia membutuhkan pertolongan ku. Dan juga hatiku merasa gelisah memikirkan Mas Andrian dari tadi," gumam Nayra.


Dengan cepat-cepat Nayra pergi dari sana menuju ke lantai dua. Tapi di lantai dua begitu banyak sekali kamar jadi Nayra tak bisa sembarang masuk ke dalam kamar. Jadi Nayra bingung harus mencari Andrian ke mana.


Sedangkan di sisi lain, terlihat Andrian baru bangun dari pingsannya tadi. Sebelum Nadia merencanakan rencana liciknya Andrian terlebih dahulu bangun tapi bukan Nadia namanya kalau tidak mempunyai rencana licik yang banyak.


"Arggghhh... Aku di mana," guamam Andrian sambil memijit pelipisnya.


"Kita sekarang ada di dalam kamar hotel," seru Nadia dengan nada yang begitu menggoda. Bahkan baju yang dikenakan Nadia saat ini terlihat begitu terbuka sampai memelihatkan paha mulusnya.


Andrian yang masih terpengaruh dengan obat yang diberikan oleh Nadia menjadi tak bisa menahan nafsunya saat ini. Bahkan ia tak sadar bahwa Nadia lah yang ada dihadapannya saat ini.


Ketika melihat Andrian masih terpengaruh dengan obat yang diberikan, Nadia langsung merencanakan rencana liciknya itu. Ia naik ke atas ranjang di mana Andrian ada di sana.


Sedangkan Andrian yang masih setengah sadar langsung menjauhkan diri dari Nadia. Bahkan sekarang ia tau apa yang telah terjadi padanya saat ini dan siapa wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Kamu mau apa?" tanya Andrian.


"Kita akan menikmati malam yang panjang ini hanya kita berdua. Dan setelah itu kamu akan menjadi milikku selamanya.


"Cih! Dasar wanita murahan, apa kau tak tau malu menyodorkan tubuh kotor mu ke pada diriku," seru Andrian walaupun masih dalam pengaruh obat perangsang tersebut.


Nadia begitu marah ketika Andrian menolaknya bahkan dalam keadaan seperti itu, tapi ia tahan agar rencananya bisa berhasil.


"Walaupun mulutmu menolaknya, tapi tubuhmu tak akan bisa menolaknya. Karena obat yang aku masukkan akan menyiksamu bila tak mendapatkan lampiasan saat ini," seru Nadia dengan tawa jahatnya.


"Dasar wanita licik, dasar wanita murahan...."


Walaupun Andrian merendahkannya tapi Nadia tetap akan melancarkan aksinya, bahkan Nadia kembali mendekati Andrian sampai jarak mereka saat ini begitu dekat dan intim. Andrian yang berusaha untuk menahan gejolak nafsunya ini mungkin akan roboh. Karena tubuhnya saat ini sudah panas ketika melihat tubuh mulus Nadia saat ini.


Ketika Andrian sudah tak bisa berdaya, disitulah Nadia ingin melakukan aksinya dari Ingin mencium bibir Andrian.


Tapi belum saja bibirnya bisa menempel di bibir Andrian terlebih dahulu Nayra membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam. Karena tadi Nadia lupa mengunci pintunya.


Melihat Nayra ada di sana Nadia langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Andrian. Begitu juga dengan Andrian yang langsung menghampiri Nayra yang ada di sana.


"Ada apa ini?" tanya Nayra yang melihat diantara Andrian dan Nadia begitu intim nya.


Tanpa menjelaskan pun Nayra mengerti apa yang sudah dialami oleh Andrian. Bahkan Nayra langsung melirik tajam wajah Nadia yang berbuat jahat pada Andrian.


Sedangkan Nadia begitu kesal karena rencananya digagalkan oleh Nayra, tapi ia tak bisa berkutik sekarang ini karena sudah dipergoki oleh Nayra berbuat jahat pada Andrian.


Tanpa pikir panjang Nadia memakai bajunya kembali dan langsung pergi dari kamar itu. Ia tak mau repotasinya hancur gara-gara hal bodoh yang ia lakukan.


Sedangkan mereka berdua masih ada di dalam sana dengan keadaan Andrian yang masih terpengaruh obat.


"Arggghhh..." Andrian berteriak kesakitan karena tak tahan menahan efek obat itu.


"Kamu kenapa Mas?" tanya Nayra yang begitu panik melihat kondisi Andrian saat ini.


"Tubuhku terasa begitu panas, aku tak bisa menahannya lagi," ujar Andrian terlihat begitu kesakitan.


Nayra mengerti dengan kondisi Andrian saat ini. Andrian pasti saat ini membutuhkan pelampiasan untuk memuaskan nafsunya gara-gara pengaruh obat itu. Tapi masalahnya ia tak mungkin akan menyerahkan kembali tubuhnya kepada Andrian tanpa ada ikatan suami-istri.


Karena Andrian tak mau merusak Nayra lagi, ia berlari menuju kamar mandi untuk menyiram tubuhnya. Bahkan walaupun seperti itu Andrian masih tersiksa dan kesaksian.


Melihat wajah dan kondisi Andrian tambah buruk membuat Nayra menjadi kasihan.Tapi bila ia membantu Andrian saat ini maka ia kembali mengorbankan tubuhnya, tapi bila tidak seperti itu maka akan berakibat fatal bagi Andrian.


Nayra juga tak ikhlas bila wanita lain yang akan memuaskan nafsu Andrian saat ini.


"Baiklah! Aku yang akan memuaskan nafsu Mas Andrian malam ini, aku tak peduli perkataan orang-orang tentang diriku nantinya," Nayra menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Sudah hentikan itu Mas!" seru Nayra sambil menghentikan aksi Andrian yang sedang menyiksa dirinya untuk menghindari agar tak merusak kembali tubuh Nayra.


"Biarkan aku seperti ini! Aku tak mau merusak mu, jadi jangan hentikan aku," seru Andrian kembali menyerah tubuhnya dengan air dingin tersebut.


"Hentikan! Aku rela menjadi tempat lampiasan nafsu Mas, tapi Nayra minta untuk jangan lagi menyiksa tubuh Mas seperti ini."


"Aku tak mau! Aku tak mau kembali merusak tubuh mu, cukup kejadian itu saja."


"Ayok Mas! Lakukan, aku tak papa!" ujar Nayra memaksa Andrian tapi Andrian sama sekali tidak mau melakukan itu. Ia tetap kembali menyiram tubuhnya dengan air dingin.


Karena Andrian tak mau melakukan itu, akhirnya Nayra ikut membasahi tubuhnya dengan air dingin tersebut.


"Kamu kenapa ikut membasahkan diri? Nanti kamu sakit," seru Andrian.


"Mas sakit aku juga ikutan sakit," seru Nayra kembali membasahkan tubuhnya.


Melihat tubuh Nayra begitu menggoda membuat hawa nafsu Andrian tambah meningkat, bahkan melihat leher putih Nayra dengan dibaluti rambut yang basah tergerai membuat Andrian tak tahan lagi menahan semuanya.


"Nay!" seru Andrian dengan lirih.


Nayra hanya menatap wajah Andrian dengan tatapan dalam.


"Apa boleh?" tanya Andrian meminta persetujuan untuk melakukan nya kepada Nayra.


See you again...


LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^