
🍁🍁🍁
"Memangnya Nyonya ingin tau tentang kehidupan Tuan Andrian?" Bik Lastri malah balik bertanya kepada Nayra.
"Iya Bik, saya ingin mengetahui bagaimana kehidupan Mas Andrian sebelumnya, dan bagaimana sifatnya."
"Bibik juga kurang tau sebenarnya, karena Tuan Andrian dulu kuliah di luar negeri dan jarang pulang ke rumah utama dulu."
"Ceritakan yang Bibik ketahui tentang Mas Andrian, apapun itu!"
"Tapi Nyonya jangan kasih tau Tuan Andrian kalau saya yang memberitahu Nyonya tentang ini."
"Iya, saya tak akan memberitahu Mas Andrian."
Sebelum menceritakan semuanya, terlebih dulu bik Lastri melirik ke kanan dan ke kiri untuk melihat adakah orang di sana. Setelah memastikan tidak ada baru bik Lastri mulai menceritakannya.
"Sebenarnya Tuan Andrian dulu begitu berbeda dengan sikapnya yang sekarang."
"Memangnya sikapnya dulu bagaimana?" Nayra tambah penasaran dengan cerita yang disampaikan Bik Lastri.
"Kata orang-orang dan yang saya dengar dari Nyonya Kumala, bahwa Tuan Andrian begitu sangat nakal dan sering berfoya-foya. Ia sering mengonta-ganti wanita setiap harinya. Sampi Tuan Wijaya begitu pusing menghadapi Tuan Andrian yang masih bertingkat kekanakan-kanakan waktu itu."
"Lalu bagaimana Mas Andrian bisa berubah seperti sekarang ini," tanya Nayra.
"Saya juga kurang tau pasti, tapi setelah selesai kuliah di luar negri dan Tuan Wijaya mengalihkan semua urusan perusahaan oleh Tuan Andrian, dari situ Tuan Andrian tak pernah dikabarkan dekat dengan wanita lain bahkan sampai detik ini. Mungkin Nyonya yang pertama kali wanita yang masuk dalam hidupnya setelah sekian lamanya."
"Apa penyebabnya seperti itu? Apakah ada masalalu nya yang membuatnya berubah seperti itu?" tanya lagi Nayra.
"Rumor seperti tidak ada, tapi mungkin ada seseorang yang membuatnya berubah seratus delapan puluh derajat, bahkan sering kali Nyonya Kumala menjodohkan Tuan Andrian dengan anak temanya, tapi satupun dari wanita yang Nyonya Kumala kenalkan tak ada yang disukai. Bahkan Nyonya Kumala sering khawatir kalau anaknya itu tak suka wanita lagi, jadi mungkin setelah Nyonya Kumala tau Nyonya lah yang bisa memikat hati Tuan Andrian mungkin Nyonya Kumala begitu bahagia karena anaknya normal tak seperti apa yang beliau duga."
Nayra hanya manggut-manggut mengerti dengan penjelasan dari bik Lastri. Jadi penyebab itu membuat Andrian begitu dingin ketika bertemu dengannya waktu pertama kali. Dan ini penyebab nyonya Kumala begitu memohon kepadanya agar mau menikah dengan anaknya.
"Apakah saya bisa menanyakan sesuatu pada Nyonya? Tapi Nyonya jangan tersinggung dulu," ucap bik Lastri agak ragu-ragu karena takut bila Nayra tersinggung dengan pertanyaannya.
"Iya, tanyakan saja!"
"Tapi Nyonya janji tak akan memasuki ke dalam hati dengan pertanyaan saat ini?" tanya Bik Lastri sekali lagi.
"Iya, tanya kan saja!"
"Itu anak saya, dia satu-satunya harta paling berharga saya di dunia ini. Mungkin bila tidak ada dia saya tak ada artinya hidup di dunia ini."
"Jangan bicara seperti itu Nyonya! Setiap makhluk di dunia ini pasti diciptakan dengan kegunaan masing-masing. Tak mungkin Tuhan menciptakan sesuatu kalau tak ada gunanya."
Nayra tersenyum kecut memandang pembantu itu. Ini baru pertama kalinya ia mendapatkan tempat curhat yang tepat, terlihat memang bik Lastri begitu baik dan pengertian tentang masalah hati dan kehidupan.
"Bik!" panggil Nayra dengan nada lirih.
"Iya Nyonya!" sahut Bik Lastri.
"Apakah boleh saya curhat ke Bibik, saya ingin menceritakan semua yang saya alami selama ini ke Bibik."
"Tapi Nyonya baru mengenal saya, apakah Nyonya tak khawatir bila saya akan berniat jahat bila Nyonya menceritakan semua masalah Nyonya ke saya?" Bik Lastri takut bila nanti ia tak bisa menjaga rahasia orang lain.
"Saya percaya kepada Bibik, walaupun saya baru mengenal Bibik hari ini tapi saya yakin kalau Bibik orang baik dan amanah menjaga rahasia."
"Tapi kalau Bibik tidak mau mendengarkan curhatan saya, saya tak akan menceritakannya," ujar lagi Nayra.
"Dengan senang hati saya akan mendengarkan curhatan Nyonya, bahkan Nyonya bisa menganggap saya sebagai ibu kandung Nyonya," ucap bik Lastri dengan begitu tulus membuat Nayra menjadi tersentuh.
"Terima kasih Bik! Saya senang sekali bila Bibik mau menjadi Ibu saya, karena selama ini saya tak pernah merasakan mempunyai orang tua."
Bik Lastri pun memegang tangan Nayra dengan kasih sayang. Kemudian Nayra pun menceritakan semua yang ia alami selama ini.
"Dulu ada seorang gadis berusia 18 tahun bercita-cita sebagai seorang dokter. Alasannya ingin menjadi dokter adalah karena ia ingin membantu orang miskin ketika sedang sakit. Karena ia tau bagaimana rasanya sebagai orang miskin yang tak mempunyai uang sedikit pun," ketika bercerita Nayra terlihat masuk ke dalam cerita itu. Ia masih membayangkan waktu dia bercita-cita menjadi dokter waktu dulu.
"Tapi cita-citanya terhalang oleh ekonomi keuangan, ia saat itu tak punya uang untuk melanjutkan kuliah kedokteran. Karena waktu itu dia hanya dibesarkan di pantai asuhan tanpa pernah mengenal orang tua kandungnya. Dan setelah tamat SMA gadis itu tak melanjutkan kuliahnya malah ia bekerja sebagai pelayan untuk membiayai hidupnya dan adik-adiknya di panti asuhan. Berjalannya waktu gadis itu mengikhlaskan cita-citanya itu, tapi ditengah-tengah proses untuk melupakan impiannya itu, gadis itu malah mendapatkan musibah yang begitu sangat besar bahkan tak bisa ia lupakan sampai detik ini."
Mata Nayra agak sedikit memerah menahan air matanya, tapi wajahnya tak bisa membohongi bahwa Nayra sedang menangis.
"Ketika pulang kerja, gadis itu terjebak hujan lebat di tengah jalan. Iapun berteduh di sebuah gubuk kecil di dekat sana. Awalnya ia akan menunggu hujan sampai reda, tapi malah ia mendapatkan laki-laki yang sedang mabuk memaksanya untuk memuaskan nafsunya saat itu. Di sanalah hidupnya benar-benar hancur. Harta paling berharganya direnggut oleh laki-laki yang tak ia kenal. Setelah berhasil merenggut mahkotanya itu laki-laki itu pergi entah kemana. Belum sampai di situ gadis malang itu kembali mendapatkan cobaan yaitu mengandung anak laki-laki yang telah memperkosanya itu. Bahkan demi nama panti asuhan nya tak jelek di mata orang, gadis itu rela pergi dari sana untuk menghindari cacian orang-orang, tapi malah di tempat dia tinggal sekarang sering kali orang-orang memandangnya sebelum mata dan tak mau tau bagaimana perjuangan gadis itu selama hidupnya. Tapi untung saja ada anaknya yang menyelamatkan dari ujian dunia ini. Hanya anaknya itu yang bisa membuatnya bertahan sampai saat ini. Dan gadis malang itu sudah tumbuh menjadi dewasa dan ada tepat di hadapan Bibik sekarang," ujar Nayra sembari menitikkan air matanya.
See you again...
LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^