
🍁🍁🍁
"Ada apa?"
"Apa bisa kita berbicara sebentar? Hanya sebentar saja tak lama," seru Amanda memohon.
"Kamu ingin bicara apa denganku? Bukannya malam itu sudah jelas?"
"Saya mohon Tuan! Hanya sebentar saja tak lebih."
Karena melihat wajah Amanda memelas meminta tolong, Andrian pun menyanggupi permintaan Amanda. Sedangkan Nathan terlihat penasaran apa yang sedang mereka bicarakan dan maksud.
Kenapa hubungan mereka seperti itu padahal hanya sebatas mantan bos dan mantan anak buah.
"Cih! Wajahnya bisa berbeda seperti itu, di hadapan ku dia begitu bar-bar dan mata duitan, sedangkan ketika berhadapan dengan Andrian dia terlihat menjadi wanita lemah lembut. Dasar wanita!!" Nathan menggelengkan kepalanya.
Dia begitu heran melihat sifat wanita yang mempunyai sifat kepribadian yang begitu banyak, bahkan dia bisa menjadi baik, lemah lembut tapi juga bisa menjadi singa yang ingin memangsa tikus.
"Ada apa kau ingin berbicara berdua dengan ku?"
"Saya hanya ingin meminta maaf kepada Anda Tuan, saya benar-benar minta maaf dan menyadari kesalahan saya. Saya juga ingin meminta maaf kepada Nayra tapi saya begitu malu untuk bertemu dengannya, saya merasa tak pantas berhadapan dengan nya."
"Bagus kalau kamu menyadari kesalahan mu, tapi untuk saat ini Nayra tak bisa bertemu dengan siapa-siapa saat ini."
"Saya mengengerti Tuan, tapi saya minta tolong maafkan kesalahan saya, saya akan belajar dari pengalaman kemarin-kemarin."
lirih Amanda sambil memohon kepada Andrian.
"Mungkin untuk saat ini aku belum bisa memaafkan kesalahan fatalmu itu, tapi aku berharap kamu memang mau berubah dan tak lagi mengulangi kesalahan kedua kalinya."
"Saya janji Tuan, maaf bila menganggu waktunya kalau gitu saya permisi dulu."
Amanda pergi dari sana, Andrian memperhatikan punggung Amanda yang semakin jauh.
"Syukur bila wanita itu mau mengakui kesalahannya dan mau berubah, semoga saja dia mendapatkan pria yang tepat," Andrian menghela nafasnya dengan kasar.
"Dia bicara apa padamu tadi?"
Nathan memperhatikan Amanda yang sudah pergi dari sana. Dia penasaran apa yang mereka omongin begitu terlihat serius.
"Tidak ada hal yang penting untuk di bahas."
"Lalu kenapa wajahnya terlihat sedih seperti itu?"
"Kamu memerhatikan kami berbicara? Apa jangan-jangan!!" Andrian curiga dengan gelagat sahabatnya itu.
"Jangan-jangan apa? Aku tak suka dengan wanita malam seperti dia."
"Kapan aku bilang kalau kamu suka dengannya? Kamu sendiri yang bilang ya! ngomong-ngomong wanita malam? Amanda maksud mu menjadi wanita malam?"
"Pokoknya wanita bersama mu tadi, aku tak tau namanya. Tapi dia sebagai pelayan di club' malam langganan ku."
"Apa ini gara-gara aku yang memecatnya?" gumam Andrian.
"Ayok masuk!" Nathan menepuk bahu Andrian membuatnya tersadar dari lamunannya.
Malam kembali tiba, seperti biasa rutinitas Nayra mengasuh kedua anaknya dengan dibantu oleh Andrian suaminya. Mereka lalui kehidupan seperti itu selama beberapa Minggu belakangan ini.
Pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti malam dan seterusnya hingga di mana mereka sedang membuat acara makan malam di kediaman keluarga Ghratama.
Ada Andrian beserta keluarga kecilnya, tuan Wisnu beserta istrinya, ada tuan Wiliam beserta istri dan anaknya, dan Kelvin yang mewakili keluarganya untuk menghadiri makan malam karena kedua orang tuanya sedang ada di luar negri untuk mengurus bisnisnya di sana. Tak lupa tuan rumah juga berada di sana.
Mereka semua berkumpul bahagia di sana, ada tawa canda dan kebahagiaan yang tersirat di dalam acara makan malam tersebut.
"Senang sekali bisa berkumpul seperti ini lagi, dulu anak-anak kita masih kecil ketika berkumpul seperti ini dan sekarang mereka sudah besar," ucap nyonya Kumala begitu bahagianya walaupun sahabatnya yang satu tak bisa datang alias orang tuanya Kelvin.
"Benar sekali! Aku merasa sudah tua sekarang, tapi kamu lebih dulu mempunyai cucu," seru nyonya Wiliam menyambut.
"Kamu kenapa? Apa kamu tersedak?" tanya Nayra begitu polosnya.
"Aku hanya merasa gerah sekali di sini, sepertinya AC di rumah mu mati deh An!"
Bukannya marah pada mamanya yang menyindirnya, malah dia kesal dengan Andrian gara-gara dia sudah menikah jadi dia yang sering dipojokkan seperti ini."
Sedangkan Andrian yang tak tau menau, mengernyitkan alisnya sebelah.
"AC nya sudah menyala sedari tadi, dan hawanya dingin sekali. Apa kau sakit?" tanya Andrian.
"Sepertinya Nathan sakit, maksudnya sakit hati hahaha!!!" seru Kelvin tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya seperti itu.
Dan yang lain pun ikut tertawa mendengarkan Kelvin berbicara seperti itu, sedangkan wajah Nathan terlihat masam diolok-olok oleh semua orang.
"Bukannya kamu juga jomblo ya?" tanya Andrian kepada temanya Kelvin membuat raut wajahnya langsung berubah dari tertawa hingga memanyunkan bibirnya.
"Hahaha!!!" sekarang giliran Nathan yang mentertawakan sahabatnya yang satu itu.
"Sudah-sudah! Kalau sama-sama jomblo nggak usah saling mengolok satu sama lain," ucap nyonya Wiliam membuat keduanya terdiam seketika.
Nayra begitu bahagia mendapatkan keluarga harmonis seperti ini, dia tak henti-hentinya bersyukur ditaruh di keluarga seperti ini.
"Gini-gini! Om tantang kalian berdua, siapa-siapa yang membawa pasangannya di acara peresmian cabang perusahaan di kota XX maka Om akan berikan mobil Lamborghini, apa kalian sanggup?"
tuan Wisnu menantang kedua anak sahabatnya itu agar membawa wanita ke acaranya besok.
"Bagaimana? Apa kalian mau?"
"Aku setuju sih! Soalnya pasti aku yang akan menang," ujar Kelvin dengan percaya diri.
Sedangkan Nathan sempat berpikir karena dia tau dirinya tak mempunyai pasangan yang akan di bawa nantinya.
"Baiklah! Aku setuju dengan tantangan ini."
Nathan sengaja menyetujui hal ini, karena bila dia menolaknya maka dia akan kembali di olok-olok oleh mereka semua.
"Pah! Apa Andrian bisa ikut juga?" tanya Andrian yang tergiur dengan hadiahnya walaupun dia mampu untuk membelinya.
"Bukannya Papa sudah memberikan mu harta paling berharga? Anak perempuan papa sendiri."
Sahut papa mertuanya itu.
"Ya kalau bisa Andrian bawa perempuan lain," sahut Andrian tanpa merasa bersalah.
Mendengar itu Nayra langsung mencubit lengan suaminya, dia kesal dengan ucapan Andrian.
"Aw sakit sayang!" jerit Andrian kesakitan.
"Siapa suruh bicara seperti itu, kalau mau cari wanita lain silahkan," seru Nayra dengan wajah kesal. Dia pergi dari sana sambil menggendong anaknya.
"Sayang! Maafkan aku, aku hanya bercanda saja tadi."
Andrian mengejar Nayra yang pergi dari sana dengan wajah kesal gara-gara dirinya.
Sedangkan yang lain tertawa melihat Andrian yang ternyata masuk ke golongan suami takut istri.
"Dasar anak muda, gitu saja takut pada istirnya," seru tuan Wisnu mentertawakan menantunya itu.
"Ohhh! Berarti Papa tidak takut dengan Mama? Jadi Papa berani melawan Mama?" ujar istirnya itu.
See you again...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^