My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 100



🍁🍁🍁


"Aku benar-benar minta Maaf! Bila aku pernah menyakiti mu aku minta maaf, memang aku dulu mencintai Nayra tapi aku berusaha melupakannya dan mulai mencintai mu jadi tolong mengerti dengan keadaan ku saat ini."


"Aku tau aku tak sebaik Nayra, tapi aku berusaha untuk lebih baik agar Mas jatuh cinta padaku tapi apa sekarang, Mas malah membuktikan bahwa perjuangan ku selama ini sia-sia."


"Kamu jangan menangis, perjuangan mu tak sia-sia!" Baim menghapus air mata di pipi istrinya dengan tangannya.


"Kamu tau? Aku sedang belajar mencintai mu tapi sekarang aku sudah berhenti belajar mencintai mu," ujar Baim lagi membuat Tiara jadi bingung.


"Maksudnya?"


"Aku memang berusaha belajar mencintai mu tapi setelah sekarang mendengar perjuangan dan keluh kesahmu aku sudah mencintai mu. Jadi tolong izinkan aku untuk mencintai mu juga," ujar Baim membuat Tiara kembali menangis.


"Kenapa menangis? Apa aku salah bicara?"


"Hiks... aku senang karena ini pertama kalinya Mas mengatakan bahwa Mas mencintai ku," ucap Tiara masih menangis.


Baim memeluk istrinya itu dengan tulus, ia menepuk-nepuk punggung Tiara.


"Sudah-sudah! kamu jangan menangis lagi, nanti make-up nya luntur," ledek Baim.


Walaupun begitu meraka merasa masih sedih dengan kondisi Nayra. Mereka begitu berduka tentang apa yang sedang terjadi.


Di sisi lain Andrian masih setia berada di samping jenazah istrinya. Dia tak pernah bergerak dari posisinya itu. Dia masih berharap ada keajaiban untuk istrinya hidup.


"Dunia bahkan terlihat begitu lucu. Ketika aku mengatakan "aku merindukanmu" itu tak akan mengubah apapun."


"Aku menemukanmu di sekian juta orang yang ada di bumi ini dan sekian banyak wanita hanya kamu yang begitu bisa membuatku jatuh cinta sedalam ini."


"Aku tidak menyalahkan keadaan, aku tak menyalahkan waktu hanya saja bila semuanya bisa diulang akan ku perbaiki kesalahan yang ku perbuat."


"Di dunia ini tidak ada namanya happy anding karena setiap akhir pasti akan kehilangan dengan dinamakan kematian!"


Andrian terus membelai wajah cantik Nayra. Dia tak bosan memandangi wajah cantiknya itu. Dia sudah begitu dalam mencintai istrinya hingga tak sanggup menjalankan untuk kedepannya.


Lagi-lagi Andrian menangis menitikkan air matanya dan terjatuh di tangan Nayra. "Banyak yang sudah melepas, bukan karena ikhlas tapi membiaskan diri tanpa kehadiran orang yang kita sayangi."


Sedetik kemudian Andrian menyadari tangan Nayra sedikit bergerak, entah halusinasi atau memang benar Andrian begitu bahagia hingga kebahagiaannya tak bisa diutarakan.


"Dokter!!! Suster!!!" panggil Andrian berlari teriak keluar. Mereka yang masih di luar begitu terkejut mendengar teriakkan Andrian yang terdengar begitu nyaring.


"Ada apa kamu teriak seperti ini?" tanya mamanya.


"Mah! N-nayra__ Nayra__" ucap Andrian terdengar begitu senang sekali.


"Nayra kenapa?" tanya nyonya Kumala melihat anaknya sudah seperti orang gila, baru saja dia selesai menangis sekarang dia terlihat begitu bahagia.


"Nayra masih hidup, Andrian melihatnya sendiri."


Mendengar itu bukannya mereka bahagia malah dia tambah menangis, dia begitu sangat prihatin dengan Andrian yang merasa begitu kehilangan hingga berhalusinasi bahwa Nayra masih hidup.


"Sadar An! Nayra sudah meninggal jangan kamu bertingkah seolah-olah Nayra masih hidup," ucap mamanya membuat Andrian seketika melepaskan senyumannya tadi.


"Andrian tak berhalusinasi, Andrian melihatnya sendiri kalau Nayra menggerakkan tangannya."


"Cukup An! Semua kita merasa kehilangan bukan kamu saja, jadi tolong ikhlaskan istrimu untuk pergi."


"Tidak!!! Nayra ku masih hidup, aku melihat sendiri tadi. Aku tak berhalusinasi aku benar-benar melihatnya menggerakkan tangannya" teriak Andrian tak mau terima.


Andrian pun mencari keberadaan dokter untuk memeriksa kembali istrinya apakah masih hidup atau Andrian hanya berhalusinasi.


"Dok tolong periksa kembali keadaan Istri saya! Saya melihatnya menggerakkan tangannya tadi, saya mohon Dok untuk periksa ulang," lirih Andrian bersimpuh di hadapan dokter.


Karena merasa kasihan dokter itupun pergi untuk memeriksa jenazah pasien. Walaupun dia tau pasti hasilnya akan sama dan tak akan berubah tapi suaminya begitu kekeh mengira istrinya masih hidup.


Setelah beberapa saat menunggu dokter untuk memeriksa Nayra, dan hasilnya tetap sama bahwa tak ada lagi pernafasan dan detak jantung pasien.


"Maaf Tuan! Tapi pasien sudah tak mempunyai detak jantung jadi Anda harus menerima semua kenyataan ini," seru dokternya merasa prihatin. Karena setiap keluarga yang ditinggalkan akan merasakan seperti ini dan tak terima jika mereka sudah kehilangan orang yang mereka cintai.


"Saya mohon untuk ulang memeriksanya dengan teliti, saya yakin bahwa istri saya masih hidup. Dia tak mungkin meninggalkan saya sendirian."


"Sudahlah An! Kamu jangan seperti itu, Mama tau kamu begitu sangat kehilangan tapi kamu harus mengikhlaskan kepergian Nayra. Apa kamu tidak kasihan dengan jenazahnya yang harus segera dimakamkan?" seru nyonya Kumala menyadarkan anaknya.


Diam? Ya Andrian hanya diam mendengarkan mamanya untuk menyadari nya bahwa dia sudah kehilangan sosok wanita yang ia sayangi. Dia sebenarnya sadar apa yang sudah terjadi hari ini tapi dia memungkirinya dan terus berharap dan berharap sampai keajaiban datang pada istrinya ini.


"Dok! Saya mohon untuk periksa istri saya dengan baik-baik," ucap Andrian sekali lagi dengan begitu lirihnya.


Dokter itupun menyanggupi permintaan Andrian untuk memeriksa kembali Nayra. Ketika dalam pemeriksaan dokter itu sedikit aneh ketika memeriksa bagian denyut nadi pasien. Terdengar ada denyut nadi tapi terdengar begitu lemah, dan dokter itupun kembali memeriksa detak jantung pasien dan ada tanda-tanda jantung nya berfungsi. Tapi ketika memeriksa nafas pasien tak terdeteksi apapun di sana.


"Kenapa Dok? Kenapa raut wajah Anda terlihat seperti itu?" tanya Andrian yang melihat dokter itu begitu aneh ketika memeriksa istrinya.


"Terlihat ada tanda-tanda kehidupan di tubuh Nona Nayra, tapi saya masih ragu karena nafasnya belum terdeteksi," jelas dokternya.


Mendengar itu Andrian langsung menghapus air matanya begitu juga nyonya Kumala yang mendengarkan itu menjadi tak percaya.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya, saya mempercayai Dokter. Jangan buat saya kecewa lagi," ucap Andrian menagkupkan kedua tangannya memohon pada dokter itu.


"Ini keajaiban yang sungguh luar biasa, sangat jarang saya menemukan orang hidup kembali, jika benar Nona Nayra masih hidup itu sebuah keberuntungan yang begitu besar, saya minta untuk Tuan dan Nyonya keluar dulu karena kami akan menindak lanjuti apakah memang Nona Nayra masih hidup atau tidak," ucap dokter itu.


Andrian dan nyonya Kumala keluar dari sana, ketika keluar terlihat banyak sekali para perawat kembali masuk ke dalam ruangan itu.


Mereka yang belum tau tentang hal ini merasa bingung karena terlihat para perawat itu berlarian masuk ke dalam.


"Kenapa banyak sekali perawat masuk ke dalam? Apa terjadi sesuatu?" tanya tuan Wijaya.


"N-nayra Pah! Nayra dikatakan masih hidup tapi kita tunggu dulu hasil yang pastinya."


See you again...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^