My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 83



🍁🍁🍁


"Bukan itu! Aku ingin tau bagaimana perasaan mu terhadap Nayra? Gelagat mu dari awal bertemu dia, kamu terlihat ada rasa pada istriku. Bahkan Nayra bercerita bahwa kamu sering membawakannya makanan ketika masih bekerja di tempatmu."


"kamu jangan ngarang deh! mana mungkin aku ada rasa pada istrimu. Dan hal yang wajar kalau aku membawakan makanan kepada karyawan ku."


"Aku tau bagaimana dirimu Nat, tak mungkin hanya seorang karyawan kamu sampai begitu."


Nathan diam sejenak mendengarkan omongan Andrian. Dia sedikit berpikir untuk menjawab kembali omongan temannya itu.


"Terserah kamu saja An! Aku ada urusan jadi ku tinggal dulu," ucap Nathan seraya bangun dari tempat duduknya.


Nathan sengaja menghindar dari Andrian karena dia malas akan diintrogasi terlalu lama.


Andrian memandang kepergian Nathan, ada rasa curiga kepada Nathan yang gelagatnya begitu kebingungan ketika menjawab pertanyaannya tadi.


"Aku tau Nat, kamu sedang menyembunyikan perasaan mu terhadap istriku, aku harus berhati-hati karena begitu banyak pria yang menyukai istriku," gumam Andrian.


Andrian pun kembali ke kamar hotel dengan membawakan Nayra sarapan. Ketika memasuki kamar Andrian melihat bidadari sedang mengeringkan rambutnya di meja rias.


"Sayang!" ucap Andrian di dekat telinga Nayra sambil memeluk Nayra dari belakang.


"Mas lepaskan! Nayra sedang mengeringkan rambut nih," ujar Nayra.


"Sini! Biar aku yang mengeringkan rambut mu," Andrian mengambil pengering rambutnya lalu ia yang mengeringkan rambut istrinya itu.


Setelah beberapa saat akhirnya rambut Nayra sudah kering. Wangi shampo Nayra membuat Andrian candu akan hal wanginya.


"Kamu memakai shampo apa? Kenapa begitu wangi sekali?"


"Shampo yang ada di hotel ini, kan Mas juga menggunakannya."


"Kenapa wanginya sangat berbeda? Apakah karena ini rambutmu membuat shampo yang kamu pakai terasa wangi sekali," Andrian memegang rambut Nayra yang wangi dan lembut itu.


"Sudah ya Mas! Aku tau Mas sedang menggombal saat ini. Nayra begitu sangat lapar."


"Aku sudah membawakan mu sarapan."


Karena begitu sangat lapar, Nayra mengambil makanan yang di bawa Andrian dan langsung melahap nya. Ia terlihat begitu sangat nikmat dengan sarapannya saat ini.


"Setelah sarapan kamu ingin pergi ke mana?"


"Terserah Mas saja, Ohya tumben Lee Seung tidak datang lagi?" tanya Nayra yang tak melihat Lee Seung datang ke sini.


"Kenapa kamu mencari bocah itu? Apa kamu suka dengannya?" terlihat Andrian cemburu mendengar Nayra menyebut laki-laki dihadapannya.


"Bukan begitu Mas! Hanya saja Lee Seung yang tau tempat-tempat di sini."


"Aku sudah menyuruhnya berhenti datang ke sini lagi, tanpa dia aku bisa membawamu keliling kota Seoul."


"Tapi Lee Seung___"


"Sudah ku bilang jangan sebut namanya lagi, aku cemburu!!" ungkap Andrian membuat Nayra terkekeh.


"Baik-baik Nayra tak akan menyebut namanya lagi."


Sarapan Nayra sudah selesai dan Andrian memutuskan akan membawa Nayra bermain ice skating. Musim dingin kali ini begitu cocok untuk bermain itu.


Ketika sampai di Seoul plaza skating rink. Andrian memasangkan sepatu seluncur di kaki Nayra. Kemudian ia memasangkan sendiri sepatunya.


"Mas, Nayra tak bisa memainkan ini. Ini baru pertama kalinya Nayra mengenakan sepatu seperti ini," ujar Nayra yang tak berani berdiri.


"Kamu tenang saja, aku yang akan mengajar mu."


Andrian mengulurkan tangannya kehadapan Nayra. Lalu Nayra memegang kedua tangan Andrian lalu perlahan-lahan berdiri. Nayra ingin terjatuh karena begitu licin tapi Andrian langsung memegang pinggang Nayra agar tak terjatuh.


"Kamu tidak papa?"


"Tidak papa Mas, tapi Nayra takut."


"Kamu tenang saja, aku tak akan membuatmu jatuh."


Andrian mulai mengajarkan Nayra bermain ice skating dengan perlahan-lahan, tapi Nayra yang sedikit takut membuat ia agak sedikit susah untuk diajarkan.


Kemudian Andrian memegang pinggang Nayra dan Nayra memegang leher Andrian dengan kedua tangannya bergelantungan. Terlihat mereka berdua seperti sedang berdansa dengan Andrian yang berusaha keras membuat Nayra berseluncur bersamanya.


Lama kelamaan Nayra bisa sedikit menyeimbangkan dirinya karena Andrian yang begitu paten mengajarkannya.


"Sedikit-demi sedikit kamu bisa," ujar Andrian.


"Iya Mas, aku senang sekali," ucap Nayra yang begitu terlihat bahagia bisa bermain walaupun sedikit.


Tetapi Andrian masih tetap memegang Nayra agar tak terjatuh. Ia khawatir walaupun Nayra bisa menyeimbangkan tubuhnya dia bisa akan terjatuh dan Andrian tak mau hal itu terjadi.


Beberapa orang yang ada di sana bermain melirik Andrian dan Nayra yang terlihat begitu romantis. Apalagi dengan Andrian yang begitu perhatian kepada istrinya membuat para wanita di sana sedikit baper.


Setelah beberapa lama mereka bermain ice skating, perut Nayra kembali berbunyi pertanda perutnya ingin di isi.


"Kamu lapar?" tanya Andrian yang sedikit mendengar perut Nayra berbunyi.


"Hehehe, iya Mas," Nayra cengengesan karena malu Andrian mendengar perutnya berbunyi.


Permainan ini sedikit menguras tenaga membuat tubuh capek dan lemas, tapi karena dingin tak membuat tubuh berkeringat.


"Kalau gitu sekarang kita makan siang."


Mereka pun pergi makan siang dengan menu yang tak pernah mereka makan sebelumnya, tetapi rasanya begitu enak dan gurih membuat Nayra kembali memesan itu.


"Sekarang kamu mau ke mana?" tanya Andrian.


"Nayra ingin membelikan orang di rumah oleh-oleh, apakah boleh?"


"Tentu saja!"


Mereka pun kembali menuju salah satu Mall di dekat sana untuk membeli oleh-oleh. Nayra membelikan mertuanya sebuah peralatan kosmetik yang terkenal di Korea, dan mertua laki-lakinya ia belikan alat pijat modern, karena tau produk Korea begitu bagus dan berkualitas.


Sedangkan Andrian membelikan anaknya begitu banyak mainan terbaru dan canggih di sana. Andrian tetap mengingat anaknya dan akan memanjakan anaknya dengan uang yang ia punya.


"Kenapa mainannya begitu banyak Mas? Apakah itu tidak berlebihan?"


"Apanya yang berlebihan? Ini wajar untuk Alden anakku, lagian untuk apa aku mempunyai uang kalau bukan untuk membelikan kamu dan anak kita sesuatu?"


"Tetapi membelikan permainan yang banyak dan harga yang fantastis sangatlah boros."


"Ini tak akan mengurangi uang yang aku punya, biarkan aku membeli semaunya, ini adalah kesenangan ku untuk membahagiakan anak kita."


Karena Andrian begitu keras kepala, Nayra membiarkan Andrian membeli sesukanya, toh dia yang mempunyai uang dan mencari uang tersebut.


Setelah berbelanja oleh-oleh mereka balik ke hotel. Tetapi ketika diperjalanan pulang, dia melewati sebuah sungai yang terlihat begitu indah.


"Apakah kita bisa berhenti di sungai itu? Aku ingin melihat pemandangan yang indah itu," ujar Nayra yang menunjuk sungai itu.


"Tetapi ini sudah malam, dan cuaca saat ini sangat dingin sayang."


"Baiklah!" ucap Nayra sedikit sedih, padahal dia ingin sekali melihat sungai yang terlihat cantik itu.


Tak lama kemudian Andrian menyampaikan mobilnya tepat di depan sungai itu.


"Kenapa Mas berhenti?"


"Apakah kamu tak mau keluar melihat sungainya?"


"Tadi Mas tak mau."


"Bagaimana aku bisa menolak permintaan dari wanita yang aku cintai? Aku tak bisa menolak permintaan mu," ujar Andrian mengelus-ngelus pipi Nayra yang terasa begitu dingin.


See you again...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^