My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 63



🍁🍁🍁


Satu tamparan yang begitu sakit membuat pipi Nadia menjadi merah.


"Aw..." seru Nadia yang kesakitan dengan tamparan dari Nayra. Karena tak terima ditampar seperti itu, ia balik menampar wajah Nayra tapi tangannya langsung di cegah oleh tangan Nayra.


"Mbak mau menampar saya?" tanya Nayra sambil mencegah tangan Nadia yang ingin menamparnya.


"Mbak sudah kelewatan dalam berbicara jadi saya ada alasan menampar wajah Mbak tapi Mbak tak berhak menampar saya balik. Ingat satu hal Mbak karma pasti ada jadi tolong jaga mulut Mbak yang sering menghina orang, bisa jadi Mbak sendiri yang akan mendapatkan kejadian lebih buruk dari saya."


ucap Nayra begitu menegaskan perkataannya.


"Kamu mendoakan saya tak baik-baik?" tanya Nadia begitu emosi dengan perkataan Nayra.


"Bukan seperti itu tapi bisa jadi karma akan mendatangi Mbak suatu saat nanti. Saya hanya mengingatkan agar Mbak lebih berhati-hati dalam berucap. Karena ucapan tak biak itu kembali sendiri ke orang yang berucap," ujar Nayra.


Karena kejadian tadi Nayra jadi malas kembali masuk ke kamar mandi, ia pun berlalu pergi dari sana dengan meninggalkan Nadia yang masih terlihat emosi padanya. Tapi Nayra sudah bodoh amat tentang Nadia kepadanya.


Ketika sampai di meja tempat Nayra duduk, ia melihat Andrian sedang menahan tawanya melihat dirinya.


"Ada apa? Kenapa Mas tertawa melihat ku?" tanya Nayra yang sesekali melirik bajunya apakah ada salah dengan bajunya tapi tak ada kesalalah dalam pakaian yang ia kenapa. Lalu kenapa Andrian terlihat mentertawakanya.


"Sini!" ujar Andrian untuk lebih dekat dengannya. Nayra pun mengikuti perkataan Andrian.


Ketika Andrian mendekati dirinya lebih dekat. Nayra kira Andrian akan macam-macam kepadanya ternyata Andrian sedang merapikan rambutnya gara-gara tarikan Nadia barusan.


"Kamu kenapa sampai rambutmu seperti ini?" tanya Andrian yang memang belum tau apa yang sudah terjadi. Karena Nayra tak mau melanjutkan masalah tadi ia memutuskan tak menceritakan kejadian tadi kepada Andrian.


"Mungkin ada sesuatu yang menyangkut di rambut saya tadi membuatnya jadi berantakan tadi," ucap Nayra dengan gugup. Karena ia tak pernah bohong selama ini tentang hal sepele.


"Kenapa bicara mu gugup sekali, sangat terlihat begitu lucu," Andrian tak curiga sama sekali tentang kebohongan Nayra, malah ia beranggapan Nayra terlihat imut berbicara gugup seperti itu.


Sedangkan di sisi lain ada sepasang mata yang melihat kedekatan antara Andrian dan Nayra. Ia begitu iri dan marah melihat kedekatan mereka berdua.


"Awas saja kau Nayra, aku akan merebut Andrian darimu," seru Nadia sambil memata-matai mereka dari kejauhan.


Andrian bangkit dari duduknya untuk menemui para sahabat Papanya dan rekan bisnisnya di sana. Sedangkan Nayra tetap duduk di situ karena tak mau memalu-malukan Andrian nantinya.


Ketika berbicara bersama rekan bisnis papanya. Mereka semua ditawarkan wine oleh pelayan yang ada di sana. Tapi Andrian atk mau mengambilnya.


"Ayok Andrian ambil wine itu, kita senang-senang di sini," ujar para rekan bisnisnya itu.


"Tidak! Aku sedang menghindari minuman itu," ujar Andrian menolaknya.


"Kenapa? Bukannya kamu begitu jaga meminum minuman seperti itu dulu?"


"Itu dulu, sekarang tidak, aku sedang berpuasa meminum minuman seperti itu sekarang," ujar lagi Andrian.


Karena tak ada yang bisa diminum, akhirnya Andrian mengambil jus yang diberikan oleh pelayan itu. Mereka semua pun sama-sama meminum minuman mereka, walaupun Andrian hanya sendirian meminum minuman yang berbeda.


Setelah menghabiskan jus itu entah mengapa kepala Andrian begitu pusing dan tubuhnya begitu terasa panas, padahal ia sedang meminum jus bukan minuman keras.


"Saya permisi ke kamar mandi dulu," ujar Andrian isin ke kamar mandi.


Setelah itu dengan cepat-cepat Andrian pergi ke kamar mandi. Sesampainya di sana ia langsung membasuh wajahnya agar kembali terasa segar. Tapi bukan tambah segar ia malah tambah pusing dan tubuhnya terasa panas.


Entah kenapa tubuhnya bereaksi tak enak. Ada hal menjangal yang ia rasakan sekarang. Serasa tubuhnya dirangsang dan ingin mendapatkan lampiasan sekarang juga.


Ketika keluar dari kamar mandi Andrian sudah tak bisa berjalan dengan baik, ia bersandar di dinding tembok tersebut untuk menopang tubuhnya yang tak bisa lagi berjalan.


Tak lama kemudian Andrian melihat ada sosok wanita yang membawanya entah kemana. karena penglihatannya sudah kabur membuatnya tak bisa jelas melihat wajah wanita yang membawanya saat ini.


"Siapa kamu? Kamu membawaku ke mana?" tanya Andrian dengan suara mengigau tapi tak direspon oleh wanita yang membawanya itu.


Setelah sampai di tujuan, wanita itu menidurkan Andrian ke kasur. Andrian terlihat sudah tak sadarkan diri membuat wanita itu tersenyum licik.


Wanita itu adalah Nadia yang merencanakan semua ini. Nadia lah yang menyuruh pelayan itu untuk memberikan Andrian minuman yang sudah ditaruhkan obat perangsang. Dan sekarang mereka berdua berada di dalam sebuah kamar di hotel itu karena acaranya ada di dalam hotel.


Sedangkan Nayra yang masih duduk-duduk di tempat biasa langsung tertuju di mana Andrian tadi berdiri bersama rekan kerjanya tapi ia tak melihat ada Andrian di sana. Bahkan Nayra melirik semua arah tapi ia tak mendapatkan Andrian ada di sana.


"Di mana Mas Andrian? Kenapa tidak ada di sekitar sini?" seru Nayra sambil mata ke sana ke mari mencari Andrian tapi sama sekali tak ketemu-ketemu.


Akhirnya Nayra beranjak dari duduknya untuk mencari keberadaan Andrian. Sampai akhirnya Nayra sudah lelah mencari di sekitar acara pesta berlangsung tapi sama sekali batang hidung Andrian tak ketemu-ketemu.


"Mbak cari siapa ya? Terlihat Mbak sedang mencari seseorang," seru salah satu wanita yang ada di pesta itu. Terlihat wanita itu begitu ramah dan baik memperdulikan Nayra yang dari tadi mondar-mandir tak jelas.


"Saya sedang mencari seseorang tapi dia tak ada di sini," ujar Nayra membalas pertanyaan wanita tadi.


"Memangnya siapa yang Mbak cari?"


"Andrian Ghratama, apakah Mbak tau?" tanya Nayra memberi nama lengkap Andrian siapa tau wanita tersebut mengenalnya.


"Oh... Tuan Andrian, saya mengenalnya karena dia rekan bisnis saya dulu," ujar wanita itu yang memang mengenal Andrian.


"Apakah Mbak tau di mana dia sekarang?" tanya lagi Nayra.


"Kalau tidak salah saya melihat Tuan Andrian di toilet tapi tak lama kemudian dia dibawa oleh seseorang wanita ke lantai atas, saya kira wanita itu adalah kekasih Tuan Andrian," ujar wanita itu menjelaskan.


"Ke lantai atas?" tanya Nayra lagi karena bingung kenapa Andrian naik ke lantai atas dengan seseorang wanita.


See you again...


LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^