My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 78



🍁🍁🍁


"Ini semua salah Papa Sayang, andaikan Papa tak memberikan mu kepada bidan itu, mungkin ini tak akan terjadi," ujar tuan Wisnu begitu merasa bersalah.


Nayra hanya terpaku dan terdiam ketika sudah mengerti dengan semua keadaan ini. Tak terasa air matanya turun ke pipi mulusnya itu, dia tak tau harus berkata apa untuk hal ini.


Ada rasa bahagia dan sedih yang dirasakan Nayra saat ini. Bahagia karena sudah bertemu dengan orang tua kandungnya yang ia dambakan selama ini dan sedih karena Papanya begitu tega memberikan dirinya kepada orang lain. Tapi di sisi lain dia tak mau egois karena bagaimanapun ini demi kebaikannya dulu.


Melihat Nayra hanya diam dan terpaku di tempat, tuan Wisnu dan nyonya Diana begitu ragu kalau Nayra akan memaafkan kesalahannya ini. Mereka berdua dengan sama berlutut di depan kaki anaknya untuk meminta maaf dengan kesalahannya selama ini.


"Maafkan kami Nay! Kami sangat menyesal telah bertindak seperti itu padamu," kedua orang tuanya itu sembari menangis di bawah Nayra.


Sontak Nayra langsung menjauhkan dirinya dari tuan Wisnu dan nyonya Diana. Nayra berlutut untuk membangunkan kedua orang tuanya itu, bagaimana pun itu tak pantas mereka lakukan bersujud meminta maaf kepadanya.


"Bangunlah Tuan, Nyonya! Ini tak pantas dilakukan oleh kalian," ujar Nayra.


"Maafkan Papa Nay! Ini semua salah Papa yang telah menyia-nyiakan kamu dulu. Maafkan Papa Nay," ujar tuan Wisnu tak henti-hentinya meminta maaf.


Sedangkan yang lain hanya diam saja melihat kejadian itu, tuan Wijaya, nyonya Kumala dan Andrian tak mau ikut campur dengan masalah keluarga mereka sekarang.


"Jangan bilang seperti itu, Nayra sudah memaafkan semua kejadian itu, Nayra memang begitu sedih kenapa Nayra dibuang begitu saja tapi rasa sedih itu bisa terkalahkan dengan kedatangan kalian di kehidupan Nayra," ujar Nayra membuat tangisan tuan Wisnu dan nyonya Diana berhenti.


"Jadi kamu mau memaafkan kesalahan kami?" tanya tuan Wisnu.


Nayra hanya memanggutkan kepalanya sambil tersenyum. Mereka bertiga pun berpelukan dengan begitu erat, Nayra dan nyonya Diana kembali menangis ketika berpelukan. Selama ini baru pertama kali mereka merasakan berpelukan sehangat ini.


"Terima kasih Sayang telah menerima kesalahan kami, dan mau memaafkan semuanya," ucap nyonya Diana.


"Sama-sama nyonya," ujar Nayra.


"Kamu adalah anakku jadi kamu boleh memanggil kami dengan sebutan Papa dan Mama," ucap nyonya Diana dan dianggukan oleh Nayra.


Setelah drama yang sudah terjadi mereka akhirnya bersama-sama makan siang di kediaman keluarga Ghratama. Ini baru pertama Nayra merasakan makan bersama dengan keluarga utuh.


Tawa dan canda yang dilontarkan semuanya membuat Nayra merasa bersyukur apa yang telah Tuhan berikan padanya. Walaupun dulu begitu sangat pahit yang ia jalani dalam hidupnya, tapi semua itu terbayarkan oleh semua ini


Memang Tuhan baik sekali, sekali diberikan cobalah tapi timbal baliknya begitu sangat besar dan berharga, jadi semua hikmah dibalik perjuangan Nayra saat ini tak sia-sia asalkan bersabar dan ikhlas menjalani nya.


***


Beberapa hari setelah menikah, para orang tua mereka berdiskusi untuk merencanakan bulan madu untuk Andrian dan Nayra.


"Andrian!" panggil nyonya Kumala yang melihat anaknya itu pulang dari kantor.


"Ada apa Mah?" tanya Andrian.


"Sini! Mama mau bertanya padamu," ujar nyonya Kumala memanggil anaknya agar duduk di sofa. Andrian pun mengikuti perintah mamanya itu.


"Kamu nggak ada niatan buat bulan madu? Ya walaupun ini bukan pertamanya bagimu dan Nayra tapi Mama ingin kamu mengajak Nayra pergi berlibur setelah apa yang telah Nayra alami selama ini," ujar nyonya Kumala.


"Sebenarnya Andrian sudah memikirkan ini sejak lama, tapi pekerjaan di kantor begitu sangat banyak jadi Andrian tidak bisa meninggalkan nya begitu saja," ucap Andrian.


"Baiklah kalau itu mau kalian," Andrian hanya pasrah dengan permintaan orang tuanya itu. Ia juga ingin sejenak melupakan pekerjaan kantor dan berlibur bersama istrinya.


"Lalu mereka akan pergi ke mana?" tanya nyonya Diana yang memang ada di sana untuk menentukan bulan mau anak-anak mereka.


"Hm... Lebih baik mereka ke London aja, suasana di sana sangat bagus," usul nyonya Kumala.


"Tidak-tidak! Papa ingin mereka bulan madu ke Singapura, itu lebih dekat," ujar tuan Wijaya yang tak setuju dengan pendapat istrinya.


"Bagaimana kalau ke Jepang? Suasana di sana sangat cocok untuk mereka yang ingin bulan madu," sekarang usul tuan Wisnu yang memang ada di sana.


Mendengar pendapat orang tua mereka yang berbeda-beda membuat Andrian pusing memilih ke mana mereka akan pergi.


"Ke London aja Sayang!" bujuk mamanya.


"Ke Singapura aja!"


"Ke Jepang aja, suasananya lebih bagus."


"Sudah-sudah lebih baik Andrian saja yang menentukan mau pergi ke mana, sekarang kamu pilih yang mana Andrian?" ujar nyonya Diana yang menghentikan pertikaian mereka.


Tuan Wijaya, tuan Wisnu dan nyonya Kumala sangat berharap Andrian akan memilih pilihan mereka.


"Andrian tidak akan mengambil keputusan sekarang, itu tergantung Nayra mau pergi ke mana Andrian akan ikut. Jadi keputusan sekarang ada di tangan Nayra," ucap Andrian membuat mereka mengehela nafas dengan kasar.


"Itu keputusan yang baik, jadi Nayra yang memutuskan mau kemana mereka bulan madu," ucap nyonya Diana.


Setelah itu di kamar Andrian memberi tahu Nayra tentang rencana bulan madu yang direncanakan oleh orang tua mereka masing-masing.


"Bulan madu?" tanya Nayra yang kaget karena tiba-tiba saja disuruh bulan madu.


"Iya, dan kamu penentu ke mana kita akan pergi."


"Tidak-tidak! Bagaimana kita bisa bulan madu berdua? Lalu Alden bagaimana? Pasti dia akan menangis bila ditinggal untuk waktu yang cukup lama," ucap Nayra yang tidak mau dengan rencana ini.


"Masalah Alden, biar Mama dan Papa yang urus jadi kamu tak usah mengkhawatirkan tentang Alden."


"Nayra tetap tidak mau, Nayra nggak mau egois dengan meninggalkan Alden pergi berlibur," Nayra tetap kekeh untuk tidak pergi bukan madu.


"Lalu apakah kamu egois kepada ku? Aku ingin kita seperti pasangan yang lain, berbulan madu bersama. Lagi pula Alden tak akan ku biarkan terbengkalai di sini, ada Mama, Papa dan baby sitter yang menjaganya. Lalu apa yang kamu khawatir kan untuk masalah itu," sekali ucapan Andrian membuat Nayra terdiam. Selama ini baru pertama kali Andrian meminta sesuatu padanya.


Mungkin dia egois tentang masalah ini.


Nayra menghela nafas dengan perlahan lalu mengatur nya. "Baiklah Nayra akan ikut kemauan Mas untuk berbulan madu, tapi Nayra minta bulan madunya tak usah lama-lama."


See you again...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^