
🍁🍁🍁
"Kalau gitu Mas lanjutkan saja tidurnya di kamar, biar tidurnya bisa nyaman."
"Aku harus pergi ke kantor pagi ini, ohya! bagaimana keadaan mu sekarang? Apakah sudah lebih baik?"
"Iya Nayra sudah lebih baik, tapi Nayra masih agak sedikit pusing saja."
"Apakah kita perlu ke dokter untuk memeriksa kondisi mu? Aku takut bila ada sesuatu yang terjadi."
"Tenang saja Nayra baik-baik saja kok, ini hanya pusing biasa dan nanti juga bakal sembuh sendiri."
Kemudian Andrian segera bersiap-siap ke kantor sampai lupa untuk sarapan, matanya begitu berat. Ingin rasanya ia memejamkan matanya tapi pekerjaannya begitu banyak sehingga dia harus ekstra dalam mengerjakannya.
Sesampainya di kantor Andrian langsung menuju ruang rapat. Di sana ada beberapa karyawan yang ikut pertemuan dengan Andrian yang selalu ditemani oleh Tiara sekertarisnya.
Di sisi lain ada sosok seorang wanita cantik yang menggenakan midi dress berwarna ungu senada dengan sandal yang ia kenakan. Terlihat sederhana tapi auranya begitu anggun. Nayra masuk ke dalam perusahaan membawakan Andrian bekal karena tadi pagi dia lupa untuk sarapan.
Tetapi ketika ingin masuk ke dalam perusahaan suaminya itu, ada satpam yang mencegah Nayra masuk ke dalam karena wajah Nayra begitu asing dan terlihat bukan pekerja di perusahaan ini.
"Tunggu dulu!" cegah satpam itu.
"Iya ada apa Pak?" tanya Nayra dengan begitu ramah dan anggun.
"Anda tidak boleh masuk sebelum Anda menunjukkan tanda pengenal di perusahaan ini."
"T-tapi saya bukan pekerja di sini, s-saya___" belum saja Nayra menyelesaikan omongannya malah terpotong oleh satpam itu.
"Maaf Nona!Tapi peraturan perusahaan ini tidak boleh orang asing masuk tanpa seizin dari pemilik perusahaan ini. Lebih baik Anda pergi saja."
"Tapi saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini, apakah dia ada di dalam?"
"Apakah Anda sudah buat janji dengan beliau?"
"Belum!" Nayra menggeleng-gelengkan kepalanya dengan begitu polosnya.
"Kalau tidak ada Anda bisa pergi dari sini, karena beliau saat ini sedang rapat dan tak bisa diganggu," ujar satpam itu ingin mendorong Nayra.
Tetapi ada satpam yang lain berlari ke arah mereka, dia mencegah satpam itu untuk mendorong Nayra.
"Tunggu! Ada apa ini?" ujar satpam yang baru datang itu.
"Nona ini ingin masuk mencari Tuan Andrian tapi dia sama sekali tidak buat janji dengan beliau."
"Kamu tau nggak dia siapa?" bisik satpam yang satunya ke satpam yang ingin mengusir Nayra. Dan satpam itu menggelengkan kepalanya karena dia tak tau siapa Nayra.
"Dia istrinya Tuan Andrian, dia Nona Nayra. Kalau Tuan Andrian tau kamu memperlakukan istrinya tadi maka matilah riwayatmu," bisik satpam itu.
Satpam yang tadi mengusir Nayra langsung membelakan matanya sambil menelan ludahnya karena tak tau siapa yang sudah dia usir tadi. Tubuhnya gemetar dan berkeringat dingin mengetahui kebenarannya.
"M-maafkan saya Nona! Saya benar-benar tidak tau Anda adalah Nona Nayra istri dari Tuan Andrian," ucap satpam itu begitu merasa bersalah sambil menundukkan kepalanya.
"Maafkan kesalahannya Nona, dia pekerja baru di sini jadi dia tak tau Anda adalah Nona Nayra," ucap satpam yang satunya.
"Tidak papa! Saya senang Bapak begitu amanah menjaga perusahaan ini, dan tidak mengizinkan orang asing masuk, jadi Anda tak usah khawatir ya pak!" ucap Nayra dengan lembut.
"Terima kasih Nona! Saya minta tolong jangan kasih tau Tuan Andrian, kalau beliau tau maka matilah riwayat saya," ucap satpam itu dengan wajah yang memelas.
Nayra terkekeh mendengar ketakutan satpam itu pada suaminya. Begitu disegani Andrian di perusahaannya.
"Tenang saja Pak, saya tak akan memberitahu suami saya soal masalah ini."
Sedangkan karyawan yang lain berkumpul melihat kejadian itu, mereka kagum melihat kebaikan dan kelembutan seorang Nayra, padahal dia istri pemilik perusahaan ini tapi dia tak pernah sombong sama sekali atas apa yang ia miliki.
"Kalian semua bubar-bubar!!" ujar salah satu manager yang ketepatan ada di sana. Dia membubarkan para karyawan untuk tidak berkerumun melihat Nayra di sana.
Lalu Nayra pun masuk ke dalam perusahaan itu lalu menuju resepsionis.
"Apakah Tuan Andrian ada di ruangannya?" tanya Nayra.
"Tuan Andrian masih meeting Nona, Anda bisa menunggunya di ruangannya."
"Baiklah kalau gitu, terima kasih infonya."
"Apakah saya perlu mengantar Nona?" tawar resepsionis itu.
"Ah tidak perlu, terima kasih atas tawarannya."
Lalu Nayra pun menuju ruangan Andrian yang berada di lantai atas. Nayra masih ingat di mana ruangan Andrian berada. Di setiap sudut kantor itu ada kisah yang menarik di mana dia bertemu dengan Andrian, dari awal dia membencinya hingga dia sangat mencintai suaminya sekarang ini.
"Dulu aku membencinya tetapi sekarang aku mencintainya," gumam Nayra sesekali mengehela nafas.
Sesampainya di ruangan Andrian, Nayra langsung saja membuka ruangan itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ketika masuk ke dalam Nayra mengedarkan pandangannya dan melihat seseorang wanita ada di dalam sana.
"Kamu siapa?" tanya mereka berdua dengan kompak.
Amanda memang pernah melihat Nayra di pesta pernikahan, tapi sekilas dan wajahnya terlihat berbeda ketika di polesin make up tebal dengan wajah natural Nayra saat ini.
"Saya asisten pribadi Tuan Andrian, kamu siapa masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?" tanya lagi Amanda.
Tapi Nayra hanya diam saja melihat pertama kali asisten pribadi Andrian. Nayra memperhatikan dari ujung kepala sampai kaki, asistennya itu terlihat begitu cantik dan menggoda. Bahkan dia mengenakan rok mini dan baju yang sedikit terbuka membuat Nayra harus berhati-hati kepada asisten suaminya ini.
"Hey! Apakah Anda mendengar saya?" Amanda melambaikan tangannya tepat di wajah Nayra membuat Nayra terbangun dari lamunannya.
"Hah! Iya apa yang kamu bilang tadi?" tanya lagi Nayra yang tak mendengarkan pertanyaan Amanda tadi.
"Saya bertanya kenapa Anda masuk tanpa mengetuk pintu dulu? Dan Anda siapa berani-beraninya masuk ke sini?"
"Saya Nayra istri Tuan Andrian."
Seketika Amanda langsung terkejut dan menundukkan kepalanya. Dia benar-benar tidak tau bahwa itu adalah Nayra. Padahal ketika pesta pernikahan waktu itu dia terlihat begitu berbeda dengan saat ini.
"Maafkan saya Nona! Saya tidak tau kalau Anda Nona Nayra," ujar Amanda merasa menyesal.
"Tidak papa! saya maafkan."
"Anda bisa duduk di sofa Nona!" Amanda mengantarkan Nayra menuju sofa lalu duduk di sana. Amanda juga menawarkan minum pada istri bosnya itu.
"Nona mau minum apa? Biar saya buatkan."
"Tidak usah, saya tidak terlalu haus. Ohya apakah Tuan Andrian sudah lama meeting nya?"
"Mungkin sebentar lagi Tuan Andrian selesai dengan meeting nya."
"Kamu bisa duduk di sampingku, jangan berdiri seperti itu," ucap Nayra yang melihat Amanda hanya berdiri di depannya saja.
"Tidak usah Nona, saya berdiri saja."
See you again...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^