My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 82



🍁🍁🍁


Dan memang semua tempat sudah full di sana, mungkin karena rasa ramyeon nya begitu enak dan terkenal membuat tempat ini selalu full


"Silahkan duduk Pak!" ucap Nayra yang mempersilahkan, dia tak enak bila menolak permintaan mantan bosnya itu. Sedangkan. Andrian menatap Nayra yang memberikan sahabatnya duduk di sana.


"Ngomong-ngomong kamu ke sini untuk apa?" tanya Andrian lagi.


"Ada urusan bisnis jadi aku beberapa hari ini akan tinggal di Korea, untuk pernikahan mu selamat ya! Maaf aku tak bisa datang di acara pernikahan mu kemarin," ujar Nathan.


"It's oke! Aku tau kamu orangnya begitu sibuk, bahkan sampai lupa untuk mencari pasangan," ejek Andrian dengan nada bercanda. Memang mereka sering saling mentertawakan satu sama lain.


"Mas! Kamu tidak boleh ngomong seperti itu," ujar Nayra yang tak enak dengan Nathan.


"Tidak papa! Memang suamimu benar, sangking sibuknya bekerja aku didahului," ucap Nathan yang sedikit ambigu dengan omongannya yang terkahir.


Andrian, Nathan dan Kelvin adalah sahabat dari dulu. Bahkan dia sangat akrab. Terlihat lagi orang tuanya bersahabat membuat pertemanan mereka begitu dekat. Tetapi Nathan lah yang paling dewasa dari mereka bertiga.


Dulu sebelum Andrian berubah seperti sekarang, Nathan saja yang selalu membawa Kelvin dan Andrian pulang ketika sedang mabuk. Hanya dia yang lulus kuliah dengan beasiswa serta langsung memegang perusahaan orang tuanya tanpa ikut terpengaruh dengan pergaulan bebas sahabatnya Andrian dan Kelvin.


Dan hanya Nathan yang tak pernah berpacaran dan ikut *** bebas bersama dua sahabatnya. Bahkan Nathan begitu sangat idaman sampai sekarang tapi entah kenapa dia selalu menutup hati pada wanita-wanita luar sana, bahkan Andrian maupun Kelvin tak tau siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati seorang Nathan kelak.


Setelah bertemu dengan Nathan, Andrian sedikit kepikiran dengan perilaku sahabatnya. Dia tak tau kenapa gelisah dan was-was dengan Nathan.


"Kamu kenapa Mas?" tanya Nayra.


"Kamu merasakan tidak kalau Nathan agak sedikit berbeda terhadap mu? Dia begitu sangat baik dan perhatian dengan mu ketika di tempat makan tadi?"


"Hanya perasaan Mas saja, Pak Nathan memang gitu orangnya baik ke semua orang. Dulu ketika Nayra bekerja di restoran Pak Nathan sering datang membawa kan Nayra makanan setiap harinya," ujar Nayra.


"Astaga Sayang! Kamu sangat begitu polos, Nathan suka sama kamu. Tidak mungkin seorang Nathan membuang-buang waktunya hanya mengunjungi restoran seperti itu dan membawakan mu makanan," ucap Andrian yang sudah menyadari dengan cerita Nayra.


"Masak sih? Mungkin itu perasaan Mas saja."


"Aku tau bagaimana sifat Nathan, dia tak akan membuang waktunya dengan hal seperti itu, kecuali memang ada sesuatu yang ia incar. Dia orangnya begitu sibuk bahkan lebih sibuk dari aku."


"Sudahlah! Nayra tak peduli dengan itu, Nayra mau mengganti pakaian saja dan langsung tidur," ucap Nayra seraya pergi ke arah lemari.


Ketika membuka lemari tempat baju tidurnya, Nayra langsung membelakan matanya. Ia melihat semua baju tidur itu tak layak untuk dipakai. Sedangkan baju tidur yang sering ia pakai tidak ada di dalam sana.


Nayra tau siapa punya pekerjaan ini, dia membalikkan badannya untuk melihat Andrian. Ia melihat Andrian terkekeh kecil melihat ekspresi istirnya seperti itu.


"Mas kemanain baju-baju tidur Nayra?" tanya Nayra.


"Aku sudah buang semuanya," ucap Andrian dengan entengnya.


"Lalu Nayra harus tidur dengan apa sekarang?"


"Itukan banyak baju tidur di lemari."


"Kalau Nayra memakai itu akan masuk angin, apalagi dengan kondisi cuaca dingin seperti ini," ucap Nayra.


"Kamu pakai saja! Besok kita akan membeli baju tidur untukmu.


Dengan terpaksa Nayra mengganti bajunya dengan baju tidur yang terlihat begitu seksi dan banyak bolong-bolongnya. Dia tau niat busuk suaminya.


Sedangkan tersangka hanya terkekeh melihat kegelian Nayra memakai baju yang sengaja ia sediakan.


Ketika keluar dari kamar mandi untuk mengganti pakaian, Andrian tak mengedipkan matanya sama sekali melihat tubuh seksi istirnya itu. Sedangkan Nayra benar-benar tak nyaman menggunakan pakaian itu.


Tanpa basa basi Andrian langsung menarik tangan Nayra ke pelukannya. Dia mencium aroma tubuh Nayra yang begitu terasa wangi, tak lam kemudian Andrian membawa Nayra ke atas tempat tidur.


Di sana mereka melakukan hal yang wajib untuk orang yang berbulan madu, susana dingin mengiringi malam indah mereka. Dingin yang menusuk ke tubuh mereka masing-masing tak menghentikan aktivitasnya, mereka melakukan nya dengan begitu lama.


Bahkan mereka menyalurkan perasaan mereka di sana, dan benar-benar merasa sekarang sedang dimabuk cinta pada malam panjang itu.


***


Pagi-pagi terlihat dua orang yang masih berbaring di kasur yang begitu empuk. Sinar matahari yang masuk ke dalam kamar hotel itu membuat keduanya terbangun.


"Good morning baby!" sapa Andrian sambil mengecup dahi istrinya dengan suara khas bangun tidur.


"Selamat pagi juga Mas!" balas Nayra.


"Mas!" panggil Nayra dengan suara yang masih terdengar mengantuk.


"Hm..."


"Apa boleh Nayra tidur lagi? Nayra sangat mengantuk pagi ini."


"Kenapa kamu harus bertanya seperti itu? Kamu lanjutkan saja tidurnya, aku mau mandi dulu," Andrian beranjak dari tempat tidurnya.


"Mas mau ke mana?" tanya Nayra.


"Mas ada urusan sebentar dengan temanku Nathan, kamu tidur saja lagi, nanti Mas akan bawakan kamu sarapan setelah bangun tidur," Andrian begitu sangat perhatian dengan istrinya itu.


Karena Nayra begitu sangat mengantuk iapun melanjutkan tidurnya dengan tubuhnya dibaluti dengan selimut yang begitu tebal. Dengan cuaca dingin di Korea membuat tidur Nayra begitu nyenyak.


Sedangkan Andrian bersiap-siap akan bertemu Nathan membahas kerja sama di perusahaannya. Di manapun dan kapanpun orang-orang seperti mereka tak akan lupa dengan pekerjaan bahkan situasi liburan seperti ini.


Mereka berdua bertemu di salah satu kafe dekat hotel Andrian, bahkan Nathan juga tinggal di hotel tempat Andrian dan Nayra tinggal, tapi mereka tak saling mengetahui.


"Bagaimana dengan tawaran ku tadi?" tanya Nathan menatap Andrian.


"Tawaran mu cukup menggiurkan, baiklah aku akan menerima kerja sama darimu," ucap Andrian sambil menjabat tangan temannya itu.


"Ngomong-ngomong kamu tidak mengajak Nayra ikut ke sini?" tanya Nathan yang sedari tadi tak ada tanda-tanda Nayra ada di sini.


"Dia masih tidur di kamar hotel, memangnya kenapa kamu mencari istriku?" tanya Andrian yang sedikit cemburu Nathan mencari istrinya, bahkan ia menekankan "istriku" agar Nathan tau bahwa Nayra sudah menjadi miliknya.


"Tidak papa! Aku hanya bertanya saja."


"Ohya! Aku ingin bertanya tentang Nayra padamu."


"Aku?" tanya Nathan menunjuk dirinya.


"Iya, siapa lagi yang ada di sini selain kamu."


"Apa yang ingin kau tahu tentang Nayra dariku, bahkan kamu suaminya yang pasti tau lebih dariku."


"Bukan itu! Aku ingin tau bagaimana perasaan mu terhadap Nayra? Gelagat mu dari awal bertemu dia, kamu terlihat ada rasa pada istriku. Bahkan Nayra bercerita bahwa kamu sering membawakannya makanan ketika masih bekerja di tempatmu."


See you again...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^