
🍁🍁🍁
"Kamu diam saja di sana, biar aku tidur di sofa," Andrian membawa satu bantal lalu beranjak menuju ke arah sofa.
Nayra sedikit kasihan tapi dia tak enak berada satu ranjang dengan Andrian yang belum ia ingat sama sekali.
Setelah mematikan lampu kamar dan digantikan lampu tidur, mereka berdua tertidur dengan lelap. Andrian yang tak terbiasa tidur di sofa merasakan tak nyenyak dalam tidurnya.
Dia terus menerus berganti posisi agar terasa nyaman, tapi tetap saja tak bisa. Tapi karena merasa mengantuk ia bisa terlelap dengan kondisi seperti itu.
Nayra terbangun karena memikirkan keadaan Andrian, ia melihat Andrian terlihat kedinginan dan merasa tak nyaman.
Nayra berinisiatif untuk menyelimuti tubuh Andrian agar tak merasakan kedinginan. Ketika menyelimutinya Andrian malah tak sengaja memegang tangan Nayra.
"Jangan pergi! Aku sangat merindukanmu."
Nayra kira Andrian terbangun, tapi dia hanya menggigua saja, karena tangan Andrian begitu kuat memegang tangannya, Nayra pun berdiam diri di sana sampai menunggu tangannya terlepas.
Nayra memperhatikan nanar wajah Andrian yang terlihat begitu tampan walaupun sedang tertidur.
"Apa benar ini suamiku? Jika benar aku sangatlah beruntung, dia terlihat tampan sekali, bahkan aku tidak tau bagaimana caraku mendapatkan hatinya dulu."
"Aku harap ingatanku segera kembali agar diriku yakin tentang keberadaan mu di sisiku!"
Setelah lama berdiam diri di sana, akhirnya Andrian sedikit demi sedikit melepaskan genggamannya dari tangan Nayra.
Dia kembali ke tempat tidur, lalu tertidur dengan pulas sambil memandangi wajah tampan suaminya itu.
***
Suara alunan musik terdengar begitu berisik, lampu-lampu bergoyang dengan irama musik yang di nyalakan. Orang-orang berjoget gembira mendengarkan hal itu, wanita dan pria begitu saling berdekatan dan pakaian mereka begitu terlihat terbuka terutama para baju wanita di sana.
"Bawakan aku minuman tinggal satu botol lagi!" perintah pria yang sedang duduk di sofa sambil melihat kerumunan tersebut. Dia adalah Nathan yang sedang berada di Club' malam, bukan hal mengejutkan Nathan datang ke tempat seperti itu.
Dia datang setiap satu kali seminggu, tapi dia tak pernah ikut-ikutan hal yang dilakukan mereka semua, dia hanya datang minum-minum untuk meredakan stress, hal yang wajar melampiaskan pikiran yang banyak kepada minuman keras seperti ini.
"Ini minumannya Tuan!"
Terlihat wanita itu tak asing baginya. Dia pernah bertemu dengan wanita yang membawakannya minuman itu, tapi dia kembali mengingat di mana pertemuan mereka. Dan setelah lama mengingat dia pun mengingat bahwa wanita itu yang memarahinya ketika ada di supermarket tempo hari kemarin.
"Apa kabar? Apa kamu masih mengingat ku Nona yang tempo hari di supermarket itu."
"Aduhhh! kenapa aku harus bertemu dengannya? sial!!" umpat wanita itu sambil memalingkan wajahnya, dia akan terkena masalah jika pria di hadapannya sekarang membalas dendam padanya gara-gara tempo kemarin.
"Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kamu masih mengingat ku hm?"
"Maaf Tuan saya tak mengenal Anda, dan saya tak mengingat kejadian itu. Sekali lagi saya minta maaf!"
Wanita itu cepat-cepat pergi dari sana, dia tak mau ada masalah dengan pria itu lagi.
"Apa dia anak baru di sini sampai tak mengenal ku? Cih!" gumam Nathan.
"Aku ingin memesan satu ruangan V.I.P!" seru Nathan.
"Baik Tuan! Saya akan menyiapkannya, Anda ingin dilayani oleh siapa? Ini daftar namanya beserta foto mereka."
Manager nya menunjukkan sebuah daftar nama beserta fotonya di daftar buku tersebut."
"Aku tidak mau mereka semua."
"Lalu Tuan mau yang mana?"
"Aku mau wanita yang ada di sana!" tunjuk Nathan ke arah wanita yang barusan membawakannya minuman.
"Iya!"
"Dia hanya pelayanan part time di sini, dia tidak melakukan hal seperti melayani pria."
"Siapa dia sehingga tak mau melayaniku? Bahkan semua wanita di sini mau melayani ku."
"Maaf Tuan kami tak bisa, kita sudah buat perjanjian denganya. Dia hanya mau mengantarkan minuman tidak lebih."
"Aku tidak mau tau, dia yang harus melayani ku dan menamaniku malam ini. Kalau tidak tempat ini akan ku tutup selamanya."
Nathan beranjak dari sana, dia pergi ke ruangan yang sudah dipesan tadi. Sedangkan manager itu langsung menelan salivnya mendengar ancaman Nathan.
Dia langsung menghampiri wanita itu agar mau melayani Nathan malam ini.
"Aku tidak mau! Bukannya kita sudah buat perjanjian untuk hal ini?"
"Aku mohon! Bila kamu tidak mau club'ini akan ditutup olehnya dan otomatis kamu tak bisa kerja lagi di sini."
"Tapi aku tak mau! Aku hanya pelayan di sini bukan menjadi wanita penghibur."
"Kamu tenang saja! Dia hanya minta ditemani tak akan melakukan sesuatu padamu. Tuan Nathan tak suka melakukan *** dengan wanita sembarangan jadi kamu tak usah khawatir bila kamu diapa-apain sama dia."
"Tetap saja aku tak mau."
"Aku mohon! Aku akan memberimu uang 3x lipat dari gaji mu sebulan malam ini, asalkan kamu mau menemani dia malam ini. Dan dia juga pasti akan memberikan mu uang tip jadi kamu akan mendapatkan uang yang banyak nantinya."
Mendengar hal itu terdengar mengiurkan, dia juga butuh uang banyak saat ini karena ibunya di kampung sedang sakit parah dan harus segera di operasi."
"Cobak pikiran sekali lagi, kamu hanya menemuinya minum tidak lebih dan kamu mendapatkan uang yang begitu banyak malam ini."
"Baik aku akan menemaninya, tapi ingat bila dia macam-macam padaku akan ku tuntut kamu."
"Iya aku jamin itu, sekarang kamu bawakan dia minimum ini, dia sekarang ada di ruang V.I.P nomor 101."
Wanita itupun pergi menuju ruangan yang sudah di kasih tahu oleh manager nya. Ketika sampai di sana wanita itu mengatur nafasnya, dia sudah membayangkan akan melayani laki-laki tua bangka karena hanya mereka lah yang mampu membayar ruangan semahal ini. Kalau yang muda hanya mampu berada di ruangan kelas menengah.
Ketika masuk ke dalam dia begitu terkejut melihat penampakan yang ada di dalam sana.
"Maaf! Saya salah masuk ruangan."
Wanita itu segera bergegas ingin keluar dari sana. Dia tak mungkin kembali bertemu pria itu lagi.
"Kamu tak salah ruangan, akulah yang memesan mu saat ini."
Deg!
Jantung wanita itu seketika berhenti, kenapa dia harus mendapatkan pria ini lagi padahal dia sudah berusaha untuk tidak bertemu dengannya lagi.
"Apa alasan Anda menginginkan saya Tuan? Apa Anda jatuh cinta di pandangan pertama?"
"Cih! Kamu bukan tipe ku jadi jangan berharap lebih, karena aku hanya ingin bersenang-senang malam ini denganmu. Tuangkan minuman itu untuk ku!" perintah Nathan.
Wanita itu pun menuangkan minumnya ke gelas Nathan, sekali teguk minumannya langsung habis. Nathan terus menambah hingga beberapa kali tapi dia sama sekali tak merasakan mabuk sedikit pun.
"Apa kamu mau coba?"
See you again...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^