
🍁🍁🍁
"Mas juga kenapa belum tertidur?" tanya Nayra yang juga penasaran kenapa Andrian belum juga tertidur.
"Aku tak bisa tertidur bila aku tak membuka baju, ujar Andrian berbisik-bisik agar Alden tak terbangun.
"Kenapa kamu mesum sekali Mas, ingat kita belum menikah," ujar Nayra yang juga berbisik-bisik. Ia mengira bahwa Andrian sedang berkata mesum membuat Nayra salah paham.
"Aku memang tak bisa tidur menggunakan baju, rasanya begitu gerah walaupun AC sudah menyala."
Mendegar suara Andrian yang memang bersungguh-sungguh dengan perkataannya membuat Nayra berhenti mengira kalau Andrian sedang mesum.
"Kalau Mas merasa gerah, Mas buka saja baju Mas,* seru Nayra. Awalnya Nayra akan gugup menyuruh Andrian membuka bajunya tapi ia tak mau egois seperti itu melihat Andrian tak bisa tidur gara-gara merasa gerah.
"Apa kamu tak pa-pa bila aku membuka baju di sini?" tanya Andrian memastikan. Karena ia tau Nayra malu bila dirinya buja baju didepannya.
"Memangnya kenapa aku? Buka saja baju Mas lagian keadaan nya lagi gelap seperti ini jadi mana bisa aku melihatnya," ucap Nayra.
Tanpa lama-lama Andrian langsung membuka baju yang ia kenakan. Karena kamar itu tak sepenuh gelap dan ada remang-remang cahaya lewat jendela Nayra jadi bisa melihat tubuh kekar Andrian saat itu.
Nayra hanya bisa menelan salivnya melihat pemandangan itu. Ingin rasanya Nayra berteriak melihat pemandangan tak biasa itu tapi takutnya Alden akan terbangun dengan teriaknya nanti.
Sedangkan Andrian setelah melepas bajunya ia langsung tertidur kembali di samping Alden. Tak lama kemudian Andrian sudah terlelap tidur sambil tangannya kakaknya melingkar di perut Nayra.
Malam itu Nayra tak bisa nyenyak tidur karena begitu tertekan karena adanya Andrian di sampingnya. Apalagi tangan Andrian saat itu berada di atas perut Nayra membuat Nayra terasa sesak nafas.
Hampir jam satu malam Nayra akhirnya bisa tertidur dengan nyenyak, Bahkan bermimpi indah di dalam dunia bawa sadarnya.
Pagi tiba, Nayra terbangun dari tidurnya. Ketika bangun ia masih melihat Alden tertidur pulas tapi ia tak melihat Andrian ada di sampingnya.
"Apa Mas Andrian sedang sarapan?" tanya Nayra di dalam batinnya.
Kemudian ia pun keluar dari kamar untuk memastikan apakah ada Andrian di luar atau tidak.
"Bik! Apakah Bibik melihat Mas Andrian?" tanya Nayra yang melihat Bik Lastri lewat di depannya.
"Tapi subuh-subuh Bibik lihat Tuan Andrian pergi dari sini."
"Apakah ada yang disampaikan Tuan Andrian ke Bibik?" tanya lagi Nayra.
"Seingat Bibik Tuan Andrian mengatakan kalau ada urusan di kantor yang sangat penting, jadi ia tak enak membangunkan Nyonya Nayra sepagi itu, lalu dia berpesan kepada Bibik untuk membuatkan Nyonya dan Den Alden sarapan," jelas bin Lastri.
"Terima kasih infonya Bik, kalau gitu saya permisi dulu," ujar Nayra lalu berlalu pergi meninggalkan bik Lastri.
Ketika masuk ke dalam kamar. Ia mendengar suara notifikasi di ponselnya.
Ting!
Ia melihat bahwa Andrian mengirimkan pesan untuknya.
Pesan :
"Maaf! Aku tadi tak memberitahu tentang kepergian ku, soalnya aku tak tega membangunkan mu sepagi itu. Jangan lupa untuk sarapan. Kalau Alden mencariku kasih tau dia aku sedang bekerja dan nanti aku janji akan datang membawakannya es cream yang banyak."
Itulah isi pesan dari Andrian. Padahal dalam isi pesan itu tak ada unsur romantisnya tapi Nayra sudah merasa ketika Andrian khawatir dengannya itu lebih dari sekedar romantis. Malah Nayra tersipu malu membaca pesan dari Andrian.
Nayra pun membalas pesan dari Andrian dengan balasan emot tersenyum saja. Ia tak tau harus membalas dendam percakapan apa.
Begitu juga dengan Andrian yang melihat Nayra membalas pesannya sudah begitu berbunga-bunga walaupun hanya dibalas dengan emot saja.
Mereka berdua sedang dimabuk kasmaran, cinta dan rasa bahagia. Nayra juga pertama kalinya merasakan berdebar-debar seperti ini selama hidupnya. Sama seperti Andrian yang pertama kalinya benar-benar cinta kepada seorang wanita setelah sekian lamanya.
***
Kegiatan sehari-hari Nayra hanya duduk-duduk manis di apartemen. Semua pekerjaan di sana semua sudah di kerjakan oleh bik Lastri. Awalnya Nayra ingin ikut membantu tapi Bik Lastri tak memberinya untuk menyentuh semua pekerjaan yang ada di apartemen itu. Dengan alasan nanti ia akan dimarahi oleh Andrian bila memberinya izin untuk bekerja, padahal ia begitu bosan tak ada pekerjaan selama ada di sini.
"Bosan sekali hidup sebagai orang kaya," gumam Nayra.
Sekarang ini Nayra ada di kamar sendirian sambil melihat keindahan kota di pagi hari melewati jendela kamar.
Sedangkan Alden berada di ruan tv sedang menonton series kartun kesukaannya.
isi Chat :
Andrian :
Kamu lagi apa sekarang?
Nayra membaca pesan dari Andrian. Ia tersenyum-senyum mendapatkan chat seperti ini dari Andrian.
Nayra :
Saya merasa bosan berada di dalam apartemen mulu.
Andrian :
Kalau kamu bosan di apartemen, kamu bisa mengajak Alden jalan-jalan ke Mall atau tempat yang lainnya.
Nayra :
Tidak ada uang selama di sini, saya tak pernah bekerja.
Andrian :
Bukannya aku sudah memberikan mu kartu kredit? Kamu pakai saja kartu itu untuk membeli sesuatu.
Nayra :
Saya tidak bisa memakai kartu itu.
Andrian :
Astaga! Kalau gitu nanti aku akan memberikan mu uang cash biar kamu bisa memakainya. Tapi sekarang ini aku tak bisa ke apartemen untuk saat ini karena begitu banyak pekerjaan di kantor.
Nayra :
Tidak usah merepotkan!
Andrian :
Aku tidak pernah merasa direpotkan sama sekali. Oh ya aku lupa kalau Mama akan ke sana, jadi kamu siap-siap karena Mama akan membawamu ke suatu tempat.
Nayra :
Sekarang ini?
Andrian :
Iya.
Nayra hanya melihat pesan dari Andrian, lalu ia tak membalasnya lagi karena dia begitu kaget calon mertuanya akan datang ke sini tanpa ada persiapan sama sekali. Bahkan mandi pun ia belum sempat.
Tok... tok... tok...
"Siapa?" tanya Nayra dari dalam kamar yang mendengar seorang mengetuk pintu kamarnya.
"Say Bik Lastri Nyonya," seru bik Lastri dari luar kamar.
"Ada apa Bik?"
"Ada Nyonya besar di luar sedang menunggu Nyonya," ujar bik Lastri membuat nya tambah panik.
"Gawat kenapa Tante Kumala secepat ini datang, mana kau belum sempat mandi lagi," gumam Nayra sambil gerutu di dalam kamar.
"Iya, saya akan keluar secepatnya," ujar Nayra kepada bik Lastri. Bik Lastri pun pergi dari sana setelah mendapatkan jawaban dari Nayra.
Tanpa berpikir panjang Nayra pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar. Sebelum itu ia merapikan rambutnya yang sempat acak-acakan tadi.
See you again...
LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^