My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 109



🍁🍁🍁


Wanita itu pun menuangkan minumnya ke gelas Nathan, sekali teguk minumannya langsung habis. Nathan terus menambah hingga beberapa kali tapi dia sama sekali tak merasakan mabuk sedikit pun.


"Apa kamu mau coba?"


"Saya tidak terbiasa meminum minuman keras seperti itu."


"Sekarang kamu bisa mencobanya."


"Terima kasih atas tawarannya Tuan, tapi saya tidak bisa."


"Bila kamu minum satu gelas maka akan ku berikan 5 juta. Apa kamu mau mencobanya?"


Tawarannya terdengar mengiurkan. Lima juta bukan sekedar uang yang sedikit baginya.


"Apa kamu tertarik?"


"Baik aku akan mencobanya."


"Kamu bisa duduk di samping ku!" Nathan memberikan tempat duduk di sampingnya karena dari tadi wanita itu hanya berdiri.


Setelah duduk, Nathan menuangkan satu gelas full untuk diminum oleh wanita itu.


"Apa kamu siap?" tanya Nathan melihat wajah wanita itu terlihat ragu.


"Siap!"


Dengan semangat wanita itu mengambil gelas yang berisi minuman keras, sedikit demi sedikit wanita itu mencicipi minumnya. Terlihat dia memejamkan matanya ketika merasakan minuman itu terasa aneh di lidahnya.


Sedangkan Nathan sedikit tertawa melihat tingkah wanita itu meminum minuman itu. Baru kali ini dia melihat orang meminum minuman keras sedikit demi sedikit, padahal dia harus menghabiskan minumannya itu.


"Apa kamu menyerah?" tanya Nathan yang melihat wajah wanita itu memerah.


"Tidak! Saya tak menyerah di tengah jalan."


Dengan berusaha dia menghabiskan minumannya sampai habis. Dia begitu ingin muntah ketika mencoba untuk menghabiskan minumannya.


"Aneh sekali, kenapa orang menyukai minuman ini? Padahal rasanya tak begitu enak."


"Apa kamu ingat coba lagi?" tanya Nathan terlihat menantang.


"Apa kau menantang ku?"


"Setiap kamu meminum minumannya, maka akan ku kasih kamu dua kali lipat dari sebelumnya."


"Baiklah akan ku minum lagi," ucapnya dengan wajah yang meremehkan.


Dia pun kembali meneguk minumannya hingga habis. Nathan terlihat begitu terhibur dengan wanita ini, dia berbeda dengan wanita yang ada di club' malam ini, di mana mereka menjaga image untuk terlihat cantik dia malah terlihat acak-acakan ketika sedang seperti ini.


"Lagi!" wanita itu menaruh gelasnya yang sudah habis dengan kuat di atas meja hingga terdengar suara gentingan di atas meja.


"Kamu serius ingin nambah lagi?"


"Orang bodoh mana yang tak tergiur dengan uang, aku saat ini membutuhkan uang jadi akan ku habiskan minumannya hingga uangmu habis, hahaha!"


wanita itu sudah terpengaruh dengan minumannya, ini pengalaman pertama dia meminum minuman seperti jadi dia tak bisa mengontrol dirinya ketika meminumnya.


Hingga beberapa kali meminum nya hingga wanita itu benar-benar tepar. Dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan tak menyadarkan dirinya melakukan apapun.


"Tadinya aku membenci mu Tuan, tapi karena kamu banyak duit jadi aku sangat mencintai mu. Apa kamu mau menjadi pacarku? Akan ku habiskan uangmu itu."


Omongannya sudah tak bisa dikendalikan lagi di alam bawah sadarnya. Sedangkan Nathan hanya tersenyum saja mendengar omongan konyol wanita ini.


"Jika kamu mau jadi pacarku, maka layani aku!" bisik Nathan ditelinga wanita itu, tubuhnya mengeliat mendengar bisikan dari Nathan.


"Jika kamu ingin dilayani, maka nikahi dulu aku," wanita itu berbalik untuk membisik Nathan di dekat telinganya membuatnya merinding.


***


Matahari menyinari bumi pagi ini, melewati jendela cahayanya menganggu tidur nyenyak seorang wanita yang masih terbalut dengan selimutnya.


Tak lama kemudian dia terbangun dan melihat sekitarnya terlihat begitu asing. Dia mengingat kembali apa yang sudah terjadi tadi malam dan dia mengingat dirinya mabuk berat hingga tak sadarkan diri.


"Lalu apa yang sudah terjadi selanjutnya sampai aku berada di sini?" pikir wanita itu begitu kerasnya tapi sama sekali dia tak mengingat kejadian selanjutnya.


Dia melihat bajunya terlihat begitu acak-acakan dan kancing baju atasnya terbuka.


Tak lama kemudian pria keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


Deg!


Apa sudah terjadi sesuatu malam tadi? Dia benar-benar tak mengingatnya dan ingin menangis bila itu benar terjadi.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini? Dan kenapa aku bisa berada di sini?" tanya wanita itu.


"Apa kau tak mengingat kejadian tadi malam?"


Spontan wanita itu langsung menutup tubuhnya dengan kedua tangannya. Apa mungkin maksud nya dia sudah melakukan hal yang tak seharusnya terjadi bersama pria itu.


"Apa yang sudah kau lakukan padaku? Aku bukan wanita penghibur, hiks..." wanita itu menangis sejadinya karena dia sudah rusak dan kotor gara-gara pria yang bersamanya saat ini.


Nathan menyentil dahi wanita itu sedikit keras membuatnya meringis kesaksian.


"Aw!" jerit wanita itu sambil memegang dahinya yang terasa sakit.


"Aku tak melakukan apapun denganmu, jangan kegeeran karena tubuh mu tidak begitu menarik."


"Lalu kenapa kamu mandi dan membasah kan rambut mu? Dan kenapa bajunya terlihat lecek seperti ini?"


"Astaga! Apa kau tak ingat bahwa tadi malam kau muntah di bajuku? Untung saja aku tak membuang mu di jalan, seharusnya kau berterima kasih padaku bukan malah menuduh ku seperti ini."


"Apa perkataan mu bisa di percaya?"


Nathan mengehela nafasnya dengan kasar. "Apa perlu aku memperlihatkan tingkat bodoh mu saat mabuk di CCTV?"


"Tidak perlu, aku percaya padamu."


Nathan melemparkan sebuah amplop yang berisikan uang di tempat tidur itu. Terkesan wanita itu sedang dibayar sebegai wanita malam.


"Itu uang yang sudah ku janjikan padamu, aku ada urusan jadi kamu pulang sendiri."


Nathan membalikkan badannya untuk pergi dari sana, tapi dia kembali berbalik badan ke arah wanita itu.


"Jangan lupa kembalikan baju yang kamu kenakan saat ini. Itu punya ku dan harganya lebih mahal dibandingkan gajimu setahun," ujar Nathan lalu benar-benar pergi dari sana.


"Hah? Ini bajunya?"


Wanita itu baru menyadari bahwa yang ia kenakan bukan bajunya sendiri, dan siapa yang menggantikan bajunya ini? Apa pria itu? itulah yang ada di benaknya saat ini.


"Ash!! Apa dia yang mengganti pakaianku? Kalau memang dia apakah tadi malam terjadi sesuatu."


Wanita itu begitu pusing memikirkan hal ini, tapi terlepas itu dia begitu senang melihat amplop yang berisikan lembaran berwarna merah begitu banyak.


"Ini sangat banyak sekali," wanita itu pun menghitung jumlah uang yang hamil mencapai 30 juta tersebut.


"Pria itu benar-benar orang kaya, jika menjadi wanitanya pasti aku tak akan kekurangan uang sedikit pun dan Ibu di kampung pasti terjamin, tapi amit-amit dengan kelakukanya yang tak jelas itu."


Dan masalah baju ganti itu bukan Nathan yang menggantikannya tapi pelayan yang ada di sana. Nathan meminta tolong untuk menggantikan baju wanita itu dengan bajunya karena baju wanita itu sudah kotor dengan bekas muntahannya yang banyak.


See you again...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^