My Boss My Son's Father

My Boss My Son's Father
part 56



🍁🍁🍁


"Tidak pa-pa! Lagian gaun itu untuk mu di hari pernikahan kita nanti, jadi wajar kita membeli dengan harga yang cukup mahal. Lagian itu tak seberapa dibandingkan apa yang sudah kau lakukan selama ini. Itu pantas kau dapatkan," ujar Andrian dengan begitu gampangnya.


"Tapi_" ucapan Nayra kembali terpotong oleh Andrian.


"Shitttt_" Andrian meletakkan jari telunjuknya ke bibir Nayra agar tak lagi berbicara. Dan benar Nayra langsung terdiam ketika Andrian meletakkan jemari telunjuknya di bibirnya.


Nayra merasa begitu deg-degan dengan tindakan Andrian ini. Ia takut bila Andrian melakukan sesuatu padanya.


"Sekarang kamu diam atau aku cium hm?" tanya Andrian sambil melirik Nayra dengan tatapan tajam seperti ingin menerkam Nayra.


Nayra langsung menggeleng-gelengakan kan kepalanya agar tak dicium oleh Andrian. Saat ini ia begitu deg-degan bila akan dicium oleh Andrian.


Melihat Nayra ketakutan seperti itu Andrian pun melepaskan jari telunjuknya di bibir Nayra, lalu kembali menjalankan mobilnya ke tempat toko perhiasan itu.


Di sepanjang jalan Nayra tak pernah berbicara karena takut akan dicium oleh Andrian. Sampai saatnya mereka sudah sampai di toko perhiasan yang mereka akan kunjungi.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya," ucap manager toko itu mempersilakan mereka berdua masuk.


"Apakah Anda Tuan Andrian anaknya Kumala?" tanya manager itu.


"Iya."


"Nyonya Kumala sering berlanggan perhiasan di sini, jadi ketika anaknya akan menikah saya begitu terhormat terpilih untuk menjadi tempat Tuan dan Nyonya memilih perhiasan untuk menikah nanti," ujar manager itu merasa bangga.


"Apakah ada cincin medelan terbaru?" tanya Andrian.


"Iya Tuan ada, bahkan kami sudah mendisain khusus untuk cincin pernikahan Anda."


"Apakah saya boleh lihat?" ujar Andrian.


"Iya Tuan silahkan."


Manager itu melihatkan sebuah cincin yang begitu mewah dan elegan dipadukan dengan berlian. Melihat cincin itu membuat Andrian langsung tertarik dengan disainya, sedangkan Nayra tam terlalu antusias karena ia tau pasti harganya tak main-main.


"Apakah kamu suka dengan cincinnya," tanya Andrian sambil memperlihatkan cincin nya kepada Nayra. Sedangkan Nayra hanya menganggukkan kepalanya saja kalau dia juga suka dengan cincinnya.


"Apa kamu mau mencobanya?" tanya Andrian.


Tapi tanpa persetujuan dari Nayra, Andrian langsung memasukan cincinnya ke jemari Nayra. Dan cincin itu terlihat begitu pas di cari manis Nayra.


"Wah cincinnya terlihat begitu pas di jari Nyonya muda," puji manager itu.


Nayra yang agak sedikit kurang srek dengan cincin itu langsung terpesona ketika cincinnya sudah masuk ke dalam cari manisnya.


"Apakah kamu suka dengan cincinnya?" tanya sekali lagi Andrian.


"Iya aku suka," ujar Nayra sambil melihat jari-jemarinya yang terlihat indah dengan mengenakan cincin itu.


"Kalau gitu saya pesan yang ini," ujar Andrian sambil mengeluarkan kembali kartu black care nya itu.


Setelah membayar cincinnya mereka pun pergi dari sana, tapi mereka tak langsung pulang karena Andrian sudah berjanji akan membelikan anak semata wayangnya itu mainan. Mereka pun berhenti di sebuah Mall terbesar di kota itu.


Mereka menuju ke toko mainan untuk membelikan Alden mainan. Andrian begitu banyak membelikannya Alden mainan, dari mobil-mobilan sampai robot-robotan.


"Apa mainnya tak terlalu banyak untuk Alden?" tanya Nayra yang melihat Andrian hampir memborong semua mainan di toko itu.


"Jangan melarangku untuk membahagiakan anakku, ini pertama kalinya aku membahagiakan nya jadi jangan melarangku melakukan ini," ujar Andrian yang tak mau mendengarkan perkataan calon istrinya itu.


Sedangkan Nayra hanya pasrah dengan Andrian. Mungkin Andrian ada benarnya bahwa selama ini dia belum pernah membahagiakan Anka satu-satunya itu.


Ketika mereka sampai Alden langsung menyambut mereka berdua dengan gembira.


"Papa_" teriak Alden sambil menghampiri mamanya.


"Hallo jagoan," ucap Andrian sambil memeluk anaknya itu lalu mengendong nya.


"Papa tidak lupa kan dengan janji Papa tadi," Alden menagih janji papanya tadi sebelum pergi.


"Papa tak akan lupa dengan janji Papa."


"Lalu di mana mainan nya?" tanya Alden yang tak melihat papanya tak membawa apa-apa ditangannya.


"Cobak Alden ke kamar, nanti Alden bakal lihat ada banyak permintaan di sana," ujar Andrian.


"Kalau gitu Alden mau pergi melihatnya dulu," Andrian pun menurunkan Alden dari gendongannya lalu pergi ke kamar untuk melihat semua mainannya yang ada di sana.


Ketika melihat ada begitu banyak mainan di kamarnya, Alden terlihat begitu senang dan langsung membuka satu persatu mainannya lalu memainkan nya di dalam kamar.


Nayra yang melihat kebahagiaan yang terpancar dari mata anaknya itu membuatnya begitu bahagia. Selama ini ia belum pernah membahagiakan Alden dengan cara Andrian membahagiakan Alden.


"Nay! Aku mau mandi dulu," ujar Andrian membuat lamunan Nayra terbuyarkan.


"Iya Mas," ujar Nayra.


Kemudian Andrian pan pergi ke kamar tamu untuk membersihkan badannya. Begitu juga dengan Nayra yang ikut pergi membersihkan badannya di kamar utama.


Sampai Nayra selesai mandi ia masih melihat Alden memainkan permainan yang dibelikan oleh papanya tadi.


"Ayok Sayang kita makan malam dulu, nanti setelah makan baru lanjutkan bermainnya," ajak Nayra.


Alden pun tak terlalu susah untuk diajak makan, jadi Nayra tak terlalu membujuk Alden untuk makan malam. Setiba di meja makan Andrian belum juga keluar dari kamar tamu sedangkan makanya sudah siap di santap di meja makan.


"Kalau gitu saya mau panggil Tuan Andrian dulu untuk makan malam nya," ujar Bik Lastri yang ingin memanggil Andrian.


Tapi ketika Bik Lastri ingin memanggil Andrian, Nayra malah mencegahnya.


"Biar saya saja yang memanggil Mas Andrian," ujar Nayra.


Bik Lastri pun tak jadi memanggil Tuanya untuk makan malam karena sudah ada nyonya nya yang memanggilnya.


Ketika di depan kamar tamu itu. Nayra agak ragu-ragu untuk mengetuk pintunya, tapi dia beranikan dirinya untuk mengetuk pintu kamarnya.


Tok... tok.. tok...


Ketuk Nayra dari luar tapi Andrian tak ada menyahut dari dalam. Hingga beberapa kali tapi Andrian sama sekali taka ada menyahut.


Hingga akhirnya Nayra membuka pintu kamar itu yang tak terkunci. Ketika Nayra masuk ia melihat di kamar itu tak ada Andrian.


"Apa Mas Andrian sudah keluar dari kamar tadi," guamam Nayra.


Tapi ketika ingin membalikkan badannya untuk keluar dari kamar itu, ia malah mendapatkan Andrian baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dilihat sampai ke pinggang tanpa mengunakan baju sedikit pun.


Terlihat tubuh Andrian begitu kekar dan mempunyai roti sobek di perutnya. Tapi Nayra malah langsung menutup matanya ketika melihat hal itu.


"Ahahah...." teriak Nayra ketika melihat Andrian dengan telanjang dada sambil menutup matanya. Untung saja kamar itu kedap suara jadi tak ada orang yang mendengarkan teriaknya.


See you again...


LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^