
🍁🍁🍁
Apakah Nayra sudah selesai di make over?" tanya nyonya Kumala kepada para pelayan salon itu.
"Sudah Nyonya, tapi Nona Nayra mau sedikit saya polesan lipstik agar bibirnya tak terlihat begitu pucat."
Pelayan itu pun menghampiri Nayra sambil membawakan lipstik untuk dioleskan ke bibirnya. Setelah dipoles kan di bibir Nayra, Nayra semakin terlihat cantik dan fresh membuat semua orang pangling melihatnya. Karena selama ini Nayra tak pernah berdandan seperti ini seumur hidupnya.
"Terima kasih kalian sudah mau mendadani calon menantu saya, kalau gitu kami permisi dulu," ujar nyonya Kumala.
"Seharusnya kami yang merasa berterima kasih kepada Nyonya dan Nona karena sudah percaya dengan salon kami."
"Yasudah kami permisi dulu, ayok Nayra!" ajak nyonya Kumala pergi.
Mereka masuk kembali ke dalam mobil yang tadi mereka tumpangi. Di dalam mobil nyonya Kumala tak bosan-bosannya melihat wajah menantunya itu. Mungkin Andrian bakalan terkesima dengan aura kecantikan calon istrinya ini.
"Kenapa Mama melihat Nayra seperti itu? Apakah di wajah Nayra ada bekas lipstik atau make up yang kurang tepat?" tanya Nayra karena melihat mama mertuanya melihatnya dari tadi tanpa henti.
"Tidak! Mama melihatmu dari tadi karena Mama begitu pangling dengan wajah cantikmu ini, pantas saja Andrian begitu tergila-gila dengan mu sampai dia tak mau Mama jodohkan dengan anak teman Mama."
"Mama bisa aja," Nayra kembali malu dengan pujian nyonya Kumala.
"Lalu Nayra kenapa harus didandani seperti ini? Apakah ada sesuatu sehingga Nayra memakai guan dan make seperti ini?" tanya Nayra yang memang belum tau kenapa Mama mertuanya melakukan semua ini untuknya.
"Setelah sampai di apartemen sekarang, kamu bakal tau kenapa Mama ajak kami ke salon untuk make over kamu."
Tak lama mengobrol-ngobrol dalam mobil akhirnya mereka pun sampai di apartemen. Sedangkan Alden sudah tertidur dari tadi di dalam mobil.
Nayra yang ingin mengendong Alden menuju apartemen tak dibiarkan oleh mama mertuanya. Nyonya Kumala lah yang mengendong Alden masuk ke dalam.
"Biar Nayra saja yang mengendong Alden ke dalam, nanti Mama capek mengendong Alden sampai ke dalam," tawar Nayra.
"Biar Mama saja, nanti kalau kamu gendong Alden, bajumu bakal rusak. Lagian Mama masih kuat hanya sekedar mengendong cucu kesayangan Mama ini."
Karena nyonya Kumala bersih keras untuk mengedong Alden, akhirnya Nayra pasrah dan membiarkan Mama mertuanya yang mengedong anaknya itu. Sesampai di depan pintu apartemen bik Lastri sudah siap dari tadi di depan pintu membukakan mereka.
"Nyonya, Tuan Andrian sudah menunggu kalian di dalam," ujar bik Lastri sambil mempersilahkan mereka masuk.
Mereka pun masuk ke dalam. Nyonya Kumala masuk ke dalam kamar untuk menidurkan Alden di sana sedangkan Nayra langsung menuju ruang tamu untuk menemui Andrian.
Ketika Nayra sampai di sana, Andrian langsung pangling melihat kecantikan dari calon istrinya itu. Pertama ia lihat tadi, ia tak percaya bahwa Nayra lah itu. Karena ini pertama kalinya Andrian melihat Nayra berpenampilan seperti ini.
"Cantik!" satu kata yang keluar dari mulut Andrian saat itu. Bahkan matanya tak berkedip memandangi wajah ciptaan Tuhan yang satu itu.
"Maksud Mas apa?" tanya Nayra yang sudah malu-malu dikatakan cantik oleh Andrian.
"Tidak apa-apa! Malam ini kamu terlihat cantik, bahkan aku hampir tak mengenalimu," puji Andrian sambil tak berhenti menatap wajah Nayra sedari tadi.
"Apakah kalian sudah siap pergi sekarang?" tiba-tiba saja nyonya Kumala datang dari arah belakang membuat Nayra langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Memangnya kita akan pergi ke mana?" tanya Nayra yang masih belum tau tujuan nya apa.
"Memangnya kamu belum dikasih tau sama Mama kita akan pergi ke mana?" tanya Andrian. Dan Nayra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena memang benar ia tak tau akan pergi ke mana.
"Kenapa Mama tak memberitahu Nayra tentang ini?" tanya Andrian sambil memandang mamanya.
"Biar kamu saja yang menjelaskannya, kan kamu calon suaminya," ujar mamanya tanpa bersalah sedikitpun.
"Lalu kita akan ke mana sekarang?" tanya lagi Nayra yang begitu penasaran akan pergi ke mana.
"Aku rencananya akan mengajak mu ke acara pesta pertemuan para perusahaan terkenal. Dan Papa menyuruhku untuk mewakilinya tapi persyaratan nya aku harus membawa pasangan ke dalam acara itu, jadi aku menyuruh Mama mengajak mu ke salon untuk ikut bersama ku ke dalam acara ini," jelas Andrian.
"T-tapi saya tak mengerti dengan berbaur perusahaan, nanti saya akan mempermalukan Mas saja di dalam acara itu," ujar Nayra.
Bukan dia menolak ajakan dari Andrian tapi dia takut akan membuat kesalalah di dalam acara itu menyebabkan merusak nama baik Andrian saja. Lagian ia tak pantas berada di acara seperti itu.
"Kamu jangan khawatir Sayang! Nanti Andrian yang akan mengajarkan mu semuanya di sana," ujar nyonya Kumala.
"Tapi Mah, saya tak pantas berada di sana. Pasti orang-orang di sana orang yang berkelas sedangkan saya hanya orang biasa."
"Kamu tak usah memikirkan itu, Mama saja dulu di ajak Papa Wijaya sama seperti kamu. Tapi Mama dengan PD-nya ikut acara itu dan tak ada masalah sedikit pun," ucap nyonya Kumala untuk membujuk calon menantunya itu.
"Ayok lah ikut dengan ku! Masak aku harus pergi ke sana tanpa dirimu," Andrian merayu Nayra agar mau ikut dengan nya.
Setelah berpikir keras, akhirnya Nayra setuju ikut dengan Andrian. Ia tak mau mempermalukan Andrian karena tak ada pasangan di acara itu.
Mereka keluar dari apartemen itu menuju mobil sport yang akan mereka kenakan. Tanpa sopir Andrian yang akan mengenakan mobil sportnya.
Andrian membukakan pintu mobil untuk Bayar seperti ala-ala princess.
"Silahkan masuk Tuan Putri," ujar Andrian sambil membungkuk hormat pada Nayra. Nayra yang diperlakukan itu menjadi malu, ini pertama kalinya Andrian begitu romantis padanya.
"Mas Andri yang terlihat begitu dingin di awal pertemuan bisa seromantis ini kepada perempuan. Bahkan aku dulu sangat membenci laki-laki yang ada di samping ku saat ini," gumam Nayra di dalam hatinya.
"Apa yang sedang kamu pikir kan saat ini? Apakah kamu sedang memuji ketampanan calon suami mu ini?" tanya Andrian begitu PD-nya.
"Tidak! Aku hanya memikirkan makanan yang ada di acara itu, pasti hidangannya enak-enak," bohong Nayra.
Sedangkan Andrian mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak. Ia tak menyangka Nayra akan berpikir seperti itu.
Bersambung.....
LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^