
🍁🍁🍁
Ketika sampai di ruang tamu Nayra melihat calon mertuanya itu sedang bermain bersama Alden.
"Maaf! Tante jadi menunggu," ujar Nayra yang tak enak karena nyonya Kumala menunggu gara-gara dirinya.
"Tidak pa-pa! Lagian saya senang sedang bermain bersama cucu kesayangan Oma ini," ucap nyonya Kumala sambil mengelus-ngelus pipi cucu kesayangan nya itu.
"Oh ya kamu jangan panggil Tante dong! Kamu panggil Mama saja, kan sebentar lagi kamu akan jadi mantu Mama," ujar nyonya Kumala lagi.
"Tapi Tante..."
"Tuh kan sudah Mama bilangin kalau panggil Mama saja, lagian Mama tak suka dipanggil Tante mulu."
"B-baik Tan eh maksudnya Mama.." Nayra masih kaku memanggil nyonya Kumala dengan sebutan mama. Karena ia merasa aneh mengatakan itu.
"Kami jangan kaku seperti itu memanggil Mama, kamu anggap saja saya sebagai Mama kandung mu sama seperti Andrian. Lagian Mama juga tak mempunyai anak perempuan selama ini jadi Mama ingin kamulah yang menjadi anak perempuan Mama sekarang ini," ujar Nayra membuat Nayra menjadi terharu.
Dari sekian skenario yang diberikan tuhan selama ini. Mungkin di balik skenario yang buruk itu ada kebaikan di dalamnya, contohnya sekarang ini, ia begitu banyak mendapatkan kasih sayang dari orang-orang yang tak pernah ia dapatkan selama ini.
"Terima kasih Mah!" ucap Nayra yang ingin mengeluarkan air matanya. Bila matanya sudah terlihat basah karena menahan air matanya tapi bukan air mata kesedihan tapi sebaliknya air mata kebahagiaan.
"Loh kok kamu nangis? Apakah ada ucapan Mama yang membuatmu sakit hati?" tanya nyonya Kumala.
"Tidak ada Mah! Nayra cuma terharu saja karena selama ini Nayra tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang Ibu, tapi dari Mama Nayra bisa merasakan kehangatan seorang Ibu," ujar Nayra.
"Tut..Tut... Jangan menagis lagi anak Mama yang cantik ini, masak udah gedek gini masih nangis," ujar nyonya Kumala sambil memeluk Nayra dengan penuh kasih sayang.
"Kenapa Mama menangis Oma?" tanya Alden yang melihat mamanya mengeluarkan air mata.
"Tidak ada sayang! Mama mu hanya cengeng saja, sedikit-dikit dia menangis sampai keluar ingusan seperti itu," ledek nyonya Kumala membuat Nayra menjadi tertawa.
Nayra langsung membersihkan ingusanya karena malu diledek oleh calon mertuanya.
"Oh ya Mama ke sini mau mengajak kalian ke suatu tempat," seru nyonya Kumala kepada Nayra dan Alden.
"Kita mau ke mana Mah?"
"Udah kamu ikut saja dengan Mama! Nanti kamu tau sendiri Mama akan bawa ke mana."
"Kalau gitu Nayra siap-siap dulu mau ganti pakaian," ujar Nayra yang ingin masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap."
"Kamu tak usah repot-repot bersiap-siap, lebih baik kita pergi saja sekarang karena kita sudah terlambat saat ini."
Nyonya Kumala pun menarik tangan calon menantunya itu sambil menggandeng tangan cucunya juga untuk pergi dari sana.
Di parkiran sudah terlihat mobil Alphard beserta sopirnya menunggu mereka di sana. Sopir itu pun membukan pintu untuk mereka masuk.
Kurang dari dua puluh menit mobil itu berhenti di suatu tempat.
"Mah kita ngapain di sini?" tanya Nayra lagi yang penasaran kenapa mobilnya berhenti di sini.
"Kamu tenang saja! Lebih baik kita turun sekarang," uahr nyonya Kumala sambil turun dari mobil.
"Apakah Nyonya datang ke sini untuk nyalon lagi?" tanya slaah satu pelayan salon itu karena kemarin nyonya Kumala datang ke sini untuk nyalon.
"Tidak! Sekarang saya ke sini untuk membawa calon menantu saya untuk nyalon di sini, apakah bisa calon menantu saya di make over untuk pesta nanti malam?" tanya nyonya Kumala kepada pelayan itu.
Sedangkan Nayra yang mendengarkannya menjadi kaget karet dialah yang akan di make over dan maksudnya pesta nanti malam itu apa, itulah yang ditanya-tanya di dalam benak pikiran Nayra saat ini.
"Dengan senang hati Nyonya, malah kita begitu senang dan tersanjung karena memilih salon kita untuk calon menantu Anda," ujar pelayan itu.
"Kalau gitu mari Nona kita anatr Anda ke dalam," ujar pelayan itu membersihkan Nayra masuk ke dalam.
"Saya?" tanya Nayra menujuk dirinya sendiri.
"Iya Sayang! Kamu akan mendapatkan tritmen dan akan di make over oleh mereka semua. Jadi kamu ikuti mereka masuk ke dalam," jelas nyonya Kumala.
"Tapi Alden bagaimana?" tanya Nayra yang mengkhawatirkan anaknya itu.
"Kamu tenang saja, ada Mama di sini menjaga Alden. Selagi menunggu mu selesai Mama akan pergi ke Mall mengajak Alden bermain agar tak bosan di sini."
Mendegar penjelasan dari calon mama mertuanya itu, Nayra jadi tak khawatir lagi untuk masuk ke dalam. Ia juga tak memikirkan bagaimana Alden bila ia tinggalkan.
Setelah ikut masuk, Nayra di sana begitu dimanjakan dengan pijitan serta lulur ke seluruh badannya. Tubuhnya begitu sangat rileks dan wangi mendapatkan tritmen seperti itu.
Begitu banyak proses yang Nayra lakukan di salon itu. Dari ujung kaki sampai ujung kepala mereka make over sampai-sampai ketika proses make over Nayra malah ketiduran sangking lamanya di dalam sana.
Hampir ber jam-jam an Nayra di make over oleh para pelayan itu. Sampai tahap akhir mereka memilihkannya baju untuk Nayra yang cocok untuk dipakai ketika pesta nanti.
"Apakah Nona menyukai yang ini atau yang ini?" tanya salah satu pelayan itu memilihkan baju yang cocok untuk Nayra.
"Saya lebih suka yang warna merah navy itu," ujar Nayra yang menujuk gaun berwarna merah navy yang dipegang oleh tangan kiri pelayan itu.
"Kalau gitu nyonya bisa mencobanya di ruang ganti pakaian," ujar pelayan itu sambil memberikan Nayra gaun yang tadi Nayra sukai.
Nayra pergi ke ruang ganti pakaian untuk mencoba bajunya. Tak lama kemudian Nayra keluar dengan mengenakan baju yang tadi dipilihkan oleh pelayan itu.
Terlihat Nayra begitu cantik dan anggun ketika menggunakan dress berwarna navy itu. Bahkan nyonya Kumala yang baru balik dari Mall tadi begitu pangling melihat calon menantunya yang ternya begitu cantik.
"Kamu cantik sekali Nay," puji nyonya Kumala membuat Nayra menjadi malu.
"Mama jangan terlalu memuji Nay, Nay jadi malu," ujar Nayra yang malu-malu ketika di puji seperti itu.
"Memang benar apa yang dikatakan Nyonya Kumala tadi bahwa Nona terlihat begitu cantik dan anggun menggunakan dress itu," lagi pelayan itu memuji Nayra membuat Nayra tambah malu.
"Terima kasih atas pujiannya," ucap Nayra.
Memang benar Nayra terlihat begitu cantik dengan polesan make up yang tipis serta mengunakan dress itu. Apalagi sedikit ditambah aksesoris membuat Nayra terlihat begitu elegan.
See you again...
LIKE DAN KOMEN YA! KALAU IKHLAS BOLEH DI VOTE JUGA ^_^