
🍁🍁🍁
"Kamu sih! Cobak jangan mengatakan jelek tadi mungkin aku percaya kalau kamu memujiku cantik tadi."
"Sebenarnya kamu terlihat cantik, bahkan cantik sekali, apalagi bila kamu ngambek seperti itu," gumam Nathan dalam hatinya.
"Sekarang kamu mau apa?" tanya Nathan dengan begitu sabar menghadapi pembantu cantiknya ini.
"Aku nggak mau apa-apa, jadi diamlah dan setir mobil dengan benar agar kita selamat sampai tujuan."
Nathan mengehela nafasnya dengan kasar, dia sudah tidak tau lagi bagaimana sifat wanita. Apalagi dia begitu tak pernah menghadapi wanita, apalagi sosok seperti Amanda.
Sesampainya di sana, terlihat acaranya begitu sangat mewah dan meriah. Acara itu hanya bisa dihadirkan oleh kalangan kelas atas, bila kalangan seperti Amanda mungkin dia tak akan bisa masuk ke dalam sana bila tak berpura-pura sebagai pacar bohongan Nathan.
"Selamat malam Om, Tante!" sapa Nathan kepada orang tuanya Nayra, lalu orang tuanya Nathan menghampirinya ketika melihat anaknya membawa sosok seorang perempuan di sampingnya.
"Siapa itu? Apa dia wanita yang kamu sudah janjikan itu?" tanya tuan Wisnu.
"Ohya! Perkenalkan ini Amanda pacar Nathan," Nathan memperkenalkan secara perdana Amanda keseluruh keluarganya, bahkan orang tuan Nathan begitu kaget melihat anaknya membawa seorang perempuan.
Mereka pun berkenalan kepada Amanda, Amanda terlihat kaku bersanding dengan para kalangan kelas atas itu, terlihat begitu berbeda berhadapan dengan orang biasa dan orang terpandang seperti mereka.
"Aku tak menyangka jika anakku mempunyai pacar secantik ini," puji tuan Wiliam membuat Amanda begitu malu.
"Kamu pacaran dengan Nathan sudah berapa lama?" tanya nyonya Wiliam yang rada sedikit tak suka dengan Amanda, entah kenapa dia tak suka saja melihat Amanda di awal pertemuan.
"Ehm!!!" Amanda tak bisa menjawab karena belum merencanakan hal itu.
"Kita sudah berpacaran selama tiga bulan ini, bukan begitu Sayang?" Nathan merangkul Amanda membuatnya tak nyaman tapi ini sudah aturan bila dia menjadi pacar pura-pura majikan nya itu.
"Iya Tante," jawab Amanda dengan senyum yang sangat terpaksa.
Tak lama kemudian Kelvin datang dengan membawa pacarnya juga, entah dari mana dia mendapatkan wanita itu, karena mereka semua tau Kelvin begitu sangat mudah mendapatkan seorang wanita hanya sekedar membawanya ke tempat seperti ini.
"Kenalkan Om, Tante ini pacarku, dia terlihat cantik bukan?" ujar Kelvin mengenalkan pacarnya yang terlihat begitu seksi.
"Apa pacarmu tak mempunyai baju selain itu? Atau kamu sudah tak mempunyai uang hingga baju pacarmu itu kekurangan bahan?"
Celetuk nyonya Diana yang tak terlalu suka dengan wanita yang memakai baju seksi, bahkan mereka semua tau bahwa yang dibawa Kelvin adalah wanita malam yang dibayar untuk menjadi kekasihnya.
"Ini model anak muda zaman sekarang, jadi wajar bila dia memakai baju seksi seperti ini, aku sangat menyukai dia dengan berpenampilan seksi seperti ini."
Sedangkan pacar pura-pura Kelvin terlihat begitu angkuh karena dipuji cantik oleh Kelvin, dia tak peduli apa yang dikatakan mereka semua tentangnya. Asalkan malam ini dia bisa menjadi pacar seorang Kelvin.
"Lalu hadiah kita mana Om? Awas aja bila Om berbohong," tagih Kelvin yang tak lupa dengan hadiahnya.
"tenang saja, hadiahnya sudah Om siapkan tinggal kalian ambil saja nanti setelah acara selesai."
Selang beberapa lama datanglah kehadiran keluarga besar Ghratama di acara itu, mereka pun jadi sorotan karena menantu keluarga Ghratama adalah anak dari pemilik acara malam ini.
Melihat Nayra dan Andrian ada di sana, Amanda langsung kabur entah kemana. Dia tak mau bila kebohongannya ini terbongkar oleh Andrian dan Nayra, karena mereka tau masalahnya bagaimana.
Sedangkan Nathan yang melihat Amanda pergi dari sana langsung mengejarnya. Dia khawatir bila dia kenapa-napa sampai pergi tanpa memberitahu.
"Selamat datang Sayangnya Mama!" ucap nyonya Diana memeluk anaknya lalu mencium para cucu-cucunya itu.
"Malam juga Mah!"
"Terima kasih Tan!"
"Di mana Nathan? Kenapa dari tadi aku tak melihatnya?" tanya Andrian yang tak melihat Nathan di sana, sedangkan semuanya ada di sana.
"Ohya di mana mereka berdua? Tadi dia di sini tapi entah kemana mereka sekarang," sahut tuan Wiliam yang menyadari tak adanya Nathan dan pacarnya.
"Berdua? Memangnya siapa juga?" tanya Andrian.
"Dia ke sini bersama pacarnya, tapi mereka mungkin pergi," jawab nyonya Diana.
"Akhirnya anak itu mempunyai pacar juga."
Andrian begitu bahagia melihat sahabatnya itu membawa pacarnya secara langsung, karena selama ini dia tak pernah mempunyai seorang perempuan dalam hidupnya.
Andrian takut bila temanya itu tak normal atau dia menyukai istirnya gara-gara waktu dulu. Tapi sekarang dia begitu lega karena mendengar sahabatnya itu membawa seorang perempuan.
"Memangnya siapa perempuan nya?" tanya Nayra yang penasaran dengan wanita yang dibawa oleh teman suaminya itu.
"Kalau nggak salah namanya Amanda," jawab nyonya Diana yang masih mengingat nama pacar Nathan.
Mereka berdua pun langsung menengok satu sama lain. Mendengar nama itu Andrian dan Nayra curiga bahwa Amanda yang di maksud adalah Amanda yang selama ini mereka kenal.
"Kalian kenapa?" tanya nyonya Wiliam yang melihat Nayra dan Andrian terlihat berbeda ketika mendengar nama pacar Nathan.
"Tidak papa Tan!" bohong Nayra, dia juga tak mau menyimpulkan bahwa Amanda pacar Nathan sama dengan Amanda yang mereka kenal.
Sedangkan Andrian sudah yakin bahwa itu adalah Amanda yang sama, karena sebelum itu mereka sudah bertemu satu sama lain dan Amanda beserta Nathan sudah saling mengenal satu sama lain.
Di sisi lain Nathan menemukan Amanda sedang duduk di sebuah taman di belakang acara.
"Kenapa kamu meninggalkan acara?" Nathan duduk di sebelah Amanda.
"Kamu tau kan Andrian mengenalku? Jadi kalau dia melihatku maka rencana kita akan gagal."
Nathan pun tersadar bahwa Andrian tau siapa Amanda. Dia tak berpikir sampai sana.
"Kenapa kau tak memberitahuku bahwa Andrian dan Nathan juga berada di sini? Bila dia juga ada di sini, aku tak akan mau datang."
"Kamu tenang saja, mereka tak sejahat itu untuk membongkar rahasia kita jadi jangan khawatir."
"Bukan masalah itu, kamu tak tau mereka benci denganku. Aku sudah melukakan hati Nayra, bahkan mungkin mereka tak akan memaafkan ku."
Tiba-tiba saja Amanda mengeluarkan buliran kristal di matanya. Nathan tak tau kenapa dia menangis hanya gara-gara hal sepele seperti ini, ataukah ada hal yang lebih besar yang Amanda sembunyikan darinya.
"Kamu tenang saja! Aku yakin seberapapun bencinya mereka terhadap mu, dia tak akan mempermalukan mu di depan keluarga ku."
Nathan merangkul Amanda untuk memenangi nya agar tak menangis lagi, bahkan Amanda tak sadar bila Nathan sedang merangkulnya.
"Jika kau tak mau cerita, tidak papa itu privasi mu."
See you again....
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN TAMBAHKAN DI FAVORIT ^_^